Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 41


__ADS_3

..."Rasanya yang didalam diri masih tertinggal seorang anak kecil. Tapi hidup cepat sekali membawa raganya berlari pada angka yang lebih banyak."...


..._Themusic.rules...


...Happy Reading Semuanya...


.......


.......



Mengetahui Sebagian Kecil Identitasnya



Membutuhkan beberapa menit untuk sampai di apartment milik Matheo, begitu sampai mobil yang mereka tumpangi kini sudah terparkir dengan rapi diparkiran salah satu apertement mewah yang ada di kota ini.


Apartment tersebut Matheo beli dengan uang jerih payahnya sendiri. Tempat itu juga sangat jarang ditinggali dan ditempati olehnya karena dia yang tinggal bersama dirumah orang tuanya.


Apartment itu hanya digunakan ketika Matheo ingin merasakan ketenangan, tanpa ada orang lain yang mengganggunya. Selain itu, apartment tersebut adalah tempat nongkrong dia bersama kedua temannya.


Dan tidak jarang juga, dia selalu mengerjakan pekerjaannya di apartment tersebut. Mungkin seperti sekarang, dimana dia yang akan menyelesaikan pekerjaannya bersama Hellena.


Meskipun sangat jarang bahkan cenderung tidak berpenghuni, apartement milik Matheo akan selalu bersih dan rapi. Karena dia yang sudah menyuruh dan mempercayai seseorang untuk selalu merawat apartment miliknya itu.


Hellena dan Matheo pun mulai keluar dari mobil tersebut, kini keduanya berjalan dengan Matheo yang memimpin jalan.


Sambil terus berjalan, mata Hellena terus melihat keadaan sekitar. Selain keamanannya, dia juga tertarik dengan apartment mewah nan mahal itu.


Baik secara desain dan tata letak barang-barang di apartment tersebut sangatlah menarik perhatian Hellena.


"Ini tempat yang sangat bagus," komentar Hellena dalam hatinya yang mengagumi tempat tersebut.


Mereka terus berjalan dan sampai didepan disebuah lift yang memang tersedia disana, mulai masuk dan menekan tombol lantai berapa yang hendak dia tuju.


Lantai 26

__ADS_1


Itu lah tempat yang ingin mereka tuju, Hellena terus melihat dengan diam angka dalam lift tersebut yang semakin bertambah.


Ting


Pintu lift itu pun kembali terbuka, dengan segera keduanya keluar dan berjalan kembali.


Tepat pada pintu dengan nomer 2312, Matheo mulai menekan beberapa angka untuk membuka sandi pintu apartment nya itu.


Dan tidak membutuhkan waktu yang laman pintu itu pun terbuka, "silahkan masuk!" Sambut Matheo yang mempersilahkan Hellena untuk masuk terlebih dahulu kedalam apartment nya.


"Terimakasih," ucap Hellena yang langsung melangkahkan kakinya kedalam apartment tersebut. Sedangkan Matheo hanya mengangguk singkat sambil tersenyum kecil membalas perkataan Hellena.


Begitu Hellena masuk dengan segera juga Matheo mengikutinya, lalu menutup kembali pintu itu yang dimana akan langsung terkunci secara otomatis.


Tanpa mereka berdua sadari, jika dari awal kedatangannya ada seseorang yang mengetahui dan bahkan mengikuti setiap gerak-gerik mereka berdua.


***


Matheo mempersilahkan Hellena untuk duduk di sofa yang berada diruang tengahnya. "Silahkan duduk, buat diri anda senyaman mungkin disini."


Mereka berdua mulai duduk dengan jarak yang cukup jauh, tidak saling berhadapan namun saling bersampingan.


"Kita langsung mulai saja,"kata Hellena yang diangguki oleh Matheo.


Jari jemari Hellena kini mulai kembali menari dengan begitu lincah diatas keyboard laptop miliknya itu. Serta mata yang dengan jeli dan lincah melihat semua yang ada dilayar laptop tersebut.


Untuk Hellena sendiri, dia sudah mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan sekarang karena tadi malam dia sempat untuk mengaturnya terlebih dahulu.


Ya, semalam selepas Hellena baru saja terlelap dalam tidurnya secara tiba-tiba dia terbangun kembali dan teringat suatu hal yang harus dia persiapkan.


Karena hal itu juga yang mengakibatkan Hellena menjadi telat bangun pada pagi harinya.


Kini keduanya sama-sama fokus pada pekerjaan masing-masing. Dimana Hellena yang menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin, sedangkan Matheo sedang menyusun kembali bukti-bukti yang telah Hellena temukan untuk kembali menuntut perusahaan yang sudah melakukan plagiatisme terhadap produknya itu.


Waktu pun terus berlalu, hanya membutuhkan beberepa jam untuk Hellena dapat menyelesaikan pekerjaannya itu. Karena memang hanya tinggal sedikit lagi saja, untuk dapat menyelesaikan semua pekerjaannya.


Bahkan sebelum masuk jam makan siang, baik Hellena maupun Matheo sudah menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Tampak kini Hellena yang sedang mengemasi barang-barangnya kembali, "semuanya sudah selesai. Saya harap kedepannya hal ini tidak akan terjadi lagi," kata Hellena seolah berharap agar Matheo tidak terkena masalah seperti ini lagi.


Tapi pada dasarnya, Hellena tidak mau sampai harus bekerja sama dengan Matheo lagi, apalagi sampai kembali mengulang pekerjaan yang sama seperti sekarang ini.


Cukup ini pertama dan terakhir kalinya dia bekerja sama selain pada dan untuk The Black Dream.


"Semoga saja, saya pun berharap demikian. Terimakasih karena sudah mau membantu dan bekerja sama dengan saya. Saya merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengan anda, dan saya juga merasa berhutang pada anda."


"Sama-sama, dan tidak usah berlebihan seperti itu. Saya tetap saja manusia yang dapat melakukan kesalahan juga," Hellena tentunya bukan orang yang gila akan pujian dan sanjungan.


"Baiklah, ouh ya. Dari awal kita bertemu, saya belum memperkenalkan diri dengan baik. Saya Matheo Mark Dalton, penerus perusahaan Dalton Colection." Kata Matheo memperkenalkan dirinya dengan benar, serta mengulurkan tanganya didepan Hellena.


Sedangkan Hellena sendiri tidak menyambut uluran tangan tersebut, dia hanya menatap datar pada Matheo. "Anda pasti sudah tau siapa saya, jadi tidak ada gunanya saling berkenalan karena saya tidak akan mengungkapkan nama asli saya."


Mendengar apa yang dikatak oleh Hellena membuat Matheo langsung saja menarik kembali tanganya yang masih tergantung, respon tersebut sangat diluar dugaannya.


Namun Matheo juga sudah menduga hal itu akan terjadi, siapa dirinya yang akan dengan mudah tau identitas nama asli dari Black Fire itu.


"Dan satu lagi, anda sudah tau sebagian kecil dari identitas saja. Sebagai seorang Black Fire, anda tau bahwa saya adalah seorang perempuan. Saya harap anda dapat menyimpan apa yang anda ketahui sekadang dari orang banyak, sama halnya dengan saya yang selalu menutupi identitas saya selama ini."


Ini yang tidak mau Hellena katakan, bahkan lakukan. Kehwatiran ini yang selalu menjadi alasan kenapa dia tidak ingin bekerja sama dengna orang lain.


Karena dengan bekerja sama dengan orang lain, mungkin saja dapat membuat identitas dirinya secara perlahan akan terbongkar. Sama halnya dengan sekarang ini, ada yang tau tentang siapa dirinya selain anggota inti The Black Drean.


"Tentu, saya tidak akan pernah mengatakan apapun pada orang lain tentang anda. Anda dapat mempercayai saya tentang itu," tentunya Matheo akan menghargai privasi setiap orang. Apalagi Black Fire, orang yang sudah membantunya itu.


"Syukurlah, jika seperti itu. Dan sepertinya saya harus segera pulang sekarang," kata Hellena sambil bangkit dari duduknya.


"Ya, mari saya antar kembali."


Keduanya kembali meninggalkan Apartment tersebut, dan tentunya Matheo kembali mengantarkan Hellena menuju alamat sebelumnya. Dimana dia mengantar dan menjemput Hellena sebelumnya.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.

__ADS_1


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2