Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 24


__ADS_3

..."Jangan mimpi indah, cukup tidur dengan nyenyak saja. Tidur yang nyenyak untuk dirimu sendiri bukan karena menghawatirkan haru esok."...


..._Lee Haechan...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


24. Rencana Sebenarnya


Meninggalkan kejadian yang entah bagaimana akhirnya, entah orang tersebut malah benar-benar diantar pulang menuju kematian atau bahkan benar-benar diantar pulang menuju rumahnya.


Hanya Hellena dan para anggota inti saja yang tau, yang pasti tidak ada yang melihat orang itu keluar dari ruang bawah tanah.


Setelah dirasa acara introgasi itu selesai, kini Hellena dan para anggota inti berada dilantai atas. Dimana sebelumnya Hellena dan Xander sempat berbicara.


Mereka akan kembali membahas, serta berunding dari hasil rencana mereka atau mungkin lebih tepatnya rencana yang Hellena buat.


"Bagaimana bisa kamu mengira bahwa dia pelakunya?" Keano sungguh sangat penasaran dengan rencana yang Hellena buat, sehingga kembali dengan tepat mengira sasarannya.


Tentunya pertanyaan Keano sangat mewakili pertanyaan semuanya karena memang mereka ingin tahu rencana sebenarnya yang di buat oleh Hellena.


Sedangkan Hellena yang ditanya sepertu itu tidak buru-buru menjawab, dia malah sedang sibuk mengunyah sebuah biskuit kesukaannya. Bersama para anggota inti membuatnya tidak harus selalu memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya.


Selain itu, dia bisa menjadi diri sendiri jika bersama para anggota inti The Black Dream. "Bahkan aku pun tidak tahu, bahwa dia yang akan menjadi pelakunya." Kata Hellena begitu mulutnya selesai mengunyah biskuit tersebut.


"Uhukkk..uhukk, apa maksud mu?" Keano yang sedang mengunyah kacang goreng pun ikut tersedak begitu mendengar perkataan Hellena, dia sangat terkejut dengan pengakuan yang tidak terduga itu.


Sedangkan yang lainnya tetap santai dengan makanan masing-masing sambil menunggu Hellena bercerita.


"Memang seperti itu kenyataannya," ujar Hellena yang tidak terlalu memusingkan orang lain akan percaya atau tidak dengan perkataannya.


"Aku tidak tahu siapa pelaku sebenarnya, aku hanya membuat jebakan yang membuat pelaku itu menunjukan diri dengan sendirinya." Terang Hellena memperjelas perkatannya, jujur saja dia juga memang benar-benar tidak tahu pelaku yang sebenarnya.


Kecuali harus menunggu dulu ada yang masuk kedalam rencana perangkapnya.


"Baiklah, sekarang ayo ceritakan yang selengkapnya!" Kata Dalbert sekaligus memberi perintah para Hellena agar segera bercerita rencana yang dibuat kali ini.


Hellena membenarkan posisi duduknya, namun masih dengan memeluk sebuah toples biskuit coklat kesukaannya. "Jadi begini-"


Flashback On

__ADS_1


Setelah berdiskusi tentang rencana, serta membagi tugas pada masing-masing. Hellena dan para anggota inti satu persatu mulai meninggalkan markas Inti The Black Dream.


Mereka mulai menjalankan tugas yang sudah direncakan, termasuk Hellena juga.


Bermain tembak-tembakan.


Nyata bukan suatu omong kosong dan juga candaan semata. Karena Hellena benar-benar bermain atau mungkin lebih tepatnya berlain tembak-menembak dimarkas The Black Dream yang lain.


Markas Umum yang terekspos oleh dunia luar dan juga para anggota lainnya.


Hellena yang baru saja sampai dimarkas tentunya langsung disambut oleh banyak anggota The Black Dream yang lain, ada yang sedang melakukan pekerjaan atau juga sedang berlatih.


Dengan santai Hellena mulai berjalan masuk lebih dalam keareh markas, juga tentunya keberaannya sudah disadari oleh para anggota lainnya.


"Selamat siang, Black Fire."


"Siang, Black Fire."


Sapaan seperti itu terdengar mengiri langkah Hellena disepanjang jalan, sedangkan Hellena hanya mengangguk singkat untuk menjawab sapaan tersebut.


Setelah berjalan cukup jauh dari pintu masuk markas, kini Hellena berada diarea belakang. Dimana tempat untuk berlatih berada, entah itu berlatih bela diri, berlatih senjata, atau bahkan diwaktu senggang dapat digunakan untuk area bermain para anggota.


"Apa ada yang anda butuhkan?" Tanya salah satu anggota begitu yang kebetulan juga sedang berlatih bela diri disana dan juga menyadari kehadiran Hellena diarea itu.


"Baiklah, akan saya siapkan."


Orang itu dengan segera mengatur tempat untuk Hellena berlatih kemampuan menembaknya, selain itu sebuah pistol beserta pelurunya turut disiapkan.


Hanya membutuhkan beberapa menit agar semua siap karena memang semua alatnya sudah tersedia disana.


Sebuah papan sasaran sudah ada tepat didepan Hellena dengan jarak yang cukup jauh, selain itu sebuah pistol sudah dengan siap berada ditangan Hellena.


Hanya membutuhkan satu kali tarikan, agar akhirnya pistol tersebut bisa mengeluarkan pelurunya.


Dor


Suara peluru yang diluncurkan sangatlah memekik telingga orang sekitar, namun mereka sudah merasa terbiasa akan hal tersebut.


Sangat tetap sasaran, tanpa adanya kesusahan apapun. Kemampuan menembak Hellena sangat lah bagus karena latihan tekun yang dia lakukan dari awal bergabung dengan The Black Dream.


Bahkan sekarang pun, Hellena sudah tidak memakai alat pelindung diri ketika bermain tembakan. Saking sudah sangat ahlinya dia, tapi ketika menjalankan tugas tentu saja Hellena akan memakainnya.


Dor dor dor dor dor brukkk

__ADS_1


Tembakan tanpa henti Hellena luncurkan, sehingga entah dengan sengaja atau tidak pelurunya malah menumbangkan papan sasaran tersebut.


Karena tempat sasaran itu yang memiliki bobot yang berat, sehingga ketika jatuh menimbulkan suara yang cukup besar, sehingga mengundang perhatian semua anggota lainnya.


Mereka semua berlarian menuju area belakang, dimana Hellena berada. Dapat mereka lihat, apa menyebab suara tersebut.


"Ada apa?" Xander orang pertama yang berani bertanya pada Hellena, sedangkan yang lainnya dengan sigap akan menyimak pembicaraan tersebut.


"Tidak ada," jawab Hellena dengan singkat. Lalu, terlihat dia yang mulai hendak membereskan alat menembaknya. "Aku hanya geram saja karena tidak bisa menghancurkan gucci yang ada disana," ucap Hellena sambil menunjuk kearah tempat gucci tersebut berada.


Dipojok, yang sangat jarang bahkan tidak banyak dilalui oleh banyak orang.


Tentunya semua orang kaget dengan hal itu, mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hellena. Karena mereka pikir hal tersebut pastinya akan sangat mudah untuk Hellena lakukan karena dia yang sangat ahli dalam menembak.


"Apakah karena sasarannya begitu sulit?" Heran Xander yang dengan berani kembali bertanya karena pada dasarnya Xander dan Hellena bisa dibilang lumayan akrab juga.


"Tidak, bukan itu. Tapi, karena gucci itu sangat berharga untuk The Black Dream dan juga sudah ada disini sejak lama." Kata Helllena menyebutkan alasannya, "dan terdapat rahasia yang tersimpan didalam gucci itu, yang mungkin dapat menjadi barang yang sangat bagus untuk musuh kita." Dengan sengaja Hellena menekan kata diakhir kalimatnya, seolah benar-benar menyiratkan arti penting.


"Berarti kita semua harus sangat melindungi dan menjaganya," celetuk salah satu anggota lain yang tentunya langsung disetujui oleh yang lainnya.


Mereka pasti akan melindungi apa yang menjadi bagian The Black Dream, apapun kondisi dan alasannya.


Namun berbeda dengan seorang yang pada dasarnya bukan benar-benar ingin bergabung dengan The Black Dream, bahkan mempunyai niat terselebung sendiri.


Orang itu malah sedang merencakaj agar gucci itu bisa dia hancurkan.


Flackback Off


"-seperti itu." Hellena pun mengakhiri sesi berceritanya, lalu kembali memasukan sebuah biskuit coklat kedalam mulutnya dan mengunyahnya secara perlahan.


Sedangkan para anggota inti sudah mulai paham dengan apa yang Hellena katakan, dan tentunya tidak mengira akan hal tersebut.


Rencana tersebut sangatlah simpel dan mungkin cenderung mudah, tapi terkadang tidak banyak terpikirkan oleh banyak orang.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2