Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 49


__ADS_3

..."Beli lah karena butuh, bukan ingin. ...


...Beli lah karena fungsi, bukan gengsi....


...Tujuannya menjadi kaya, bukan terlihat kaya. Jika belum mampu jangan dipaksa."...


..._IDK...


...Happy Reading Semua...


.......


.......



Diam-diam Memperhatikan



Pada awal perjalanan didominasi oleh kesunyian, tidak ada obrolan apapun di dalam mobil tersebut. Namun tidak lama dari itu suara Megan mulai mengudara dan mengubah suasana tersebut.


"Kak El, sebenarnya Kak Lucas sakit apa?"


"Hm?"


Hellena yang memang sedang melamun tidak dapat mendengar dengan benar pertanyaan dari Megan.


"Kak Lucas sakit apa?" Megan kembali bertanya, waktu istirahat dia hanya tahu bahwa Lucas sedang sakit, tapi tidak dengan detail sakit apa yang sebenarnya sedang Lucas alami.


Memang pada saat itu baik Hellena sendiri belum mengetahui alasan pasti Lucas sakit, dia baru tahu pada saat pulang sekolah. Itu pun dengan dia yang bertanya langsung pada Maminya Lucas melalui pesan.


"Dia hanya demam, mungkin besok atau lusa sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa."


"Syukurlah, jika hanya sakit demam biasa." Setelah itu hening beberapa saat, "apakah rumah Kak El berdekatan dengan Kak Lucas? Aku lihat kalian berdua selalu pergi dan pulang sekolah bersama?" Megan kembali bertanya, sepertinya dia ingin tahu banyak tentang Hellena.


"Ya, rumah kita cukup dekat. Mungkin hanya terhalang oleh beberapa rumah, oleh karena itu kita selalu pergi dan pulang bersama." Jelas Hellena yang membuat Megan mengangguk paham.


Sedangkan Matheo hanya menjadi pendengar yang baik, serta diam-diam memperhatiak dan mendengar kan suara Hellena ketika berbicara.


"Suara mereka berdua pun hampir sama, mungkin berbeda karena terhalang masker." Matheo masih saja penasaran dan terus mencari kesamaan antara Hellena dan Black Fire, seorang peretas yang sempat bekerja sama dengannya.

__ADS_1


Tanpa sadar mobil yang Matheo kendari sudah mulia memasuki alamat yang Hellena sebutkan. "Apakah masih jauh dari sini?"


Meskipun bertanyaan Matheo terkesan singkat dan tidak jelas pada siapa pertanyaan tersebut dituju. Tapi, sekarang Hellena sadar jika Matheo sedang bertanya padanya.


"Tidak, tolong berhenti di depan rumah berwarna coklat itu."


Dengan segera Matheo menghentikan mobilnya tepat seperti yang Hellena katakan, dia memandang dengan lekat rumah tersebut. "Apakah benar disini?" Tanya Matheo memastikan dia tidak salah menghentikan mobilnya, dia pun dengan berani bertanya sambil memandang wajah Hellena.


Seketika Hellena yang ditatap seperti itu malah menjadi gugup, "y-ya benar." Dia mencoba untuk biasa saja dengan berdehem pelan, "terimakasih dan maaf telah merepotkan anda dengan mengartarkan saya pulang."


Hellena pun mulai menguasai dirinya kembali, dia pun ikut berani dengan menatap Matheo sambil mengatakan kalimat tersebut.


"Bukan masalah," hanya itu jawaban singkat dari Matheo untuk ucapan yang Hellena katakan.


"Sekali lagi terimakasih," kata Hellena yang sekarang sambil tersenyum tipis saat mengatakan itu.


Baru saja Matheo akan berucap kembali, namun terlebih dahulu Megan mendahuluinya. "Kenapa kalian berdua kaku sekali? Berbicara seolah kalian rekan bisnis saja."


Deg


Perkataan Megan membuat kedua mata Hellena membulat seketika, dia benar-benar takut jika identitasnya akan terbongar. Apalagi dengan interaksi dia dan Matheo yang secara terus-menarus.


Begitu keluar dari mobil, Hellena masih saja mendapatkan pertanyaan dari Megan. Yang membuat dia mengurungkan niatnya untuk segera memasuki rumah Lucas.


"Jadi, ini rumah Kakak?"


"Bukan, ini rumah Lucas. Rumah ku tapat di sana, saat belokan tadi." Kata Hellena sambil menunjuk tepat pada rumahnya berada, yang memang tidak jauh dari rumah Lucas.


"Loh, lalu kenapa Kakak minta turun disini?"


"Aku akan menengok Lucas dulu, mungkin sekarang dia sedang sendirian dirumah."


"Kalau begitu aku ikut, aku ingin melihat keadaan Kak Lucas juga." Saat mengatakan kalimat tersebut, Megan juga terlihat sudah mengambil ancang-ancang untuk keluar dari mobil.


"Jangan! Kasian Kakak mu sudah kelamaan menunggu, mungkin besok kamu baru bisa menjenguk Lucas." Cegah Hellena dengan cepat, dia akan semakin merasa bersalah jika Megan ikut dengannya.


Yang dimana itu akan membuat Matheo kembali menunggu, setelah dia juga membuat Matheo mengantarnya pulang.


Megan pun memikirkan yang dikatakan oleh Hellena, benar kasihan Kakaknya jika harus terus menunggu. Lagian, pasti sekarang Kakaknya itu sedang mempunyai banyak pekerjaan yang ditinggal sebentar.


"Baiklah, mungkin besok aku akan menjenguknya sekalian membawa buah tangan juga." Pasrah Megan mengikuti saran Hellena, yang tentunya membuat Hellena lega mendengarnya.

__ADS_1


"Ya, besok saja."


"Kalau begitu aku pulang, ya Kak." Pamit Megan yang diangguki oleh Hellena.


"Ya, berhati-hati lah." Pesan Hellena sebelum mobil yang ditumpangi oleh Megan dan Matheo benar-benar pergi.


Matheo pun memutar terlebih dahulu arah mobilnya, baru setelah itu meninggalkan Hellena. Rasanya Metheo kembali merasa dejavu saat melihat Hellena yang tampak diam saja sambil melihat mobilnya yang malaju terus menjauh.


Sementara Megan terus melihat dan mengamati rumah Hellena yang sebenarnya, saat sedang melewati rumah tersebut. "Tapi rumahnya terlihat sepi," celetuk Megan yang menarik perhatian Matheo untuk ikut melihat dan memperhatikan keadaan rumah Hellena.


Benar saja, rumah Hellena tampak sepi tanpa penghuni. Namun bedanya rumah tersebut masih terlihat terawat dan terjaga kebersihannya, meskipun seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.


Rumah dengan satu lantai, dan sedikit luas. Terlihat minimalis, namun juga terdapat beberapa bagian unik dari rumah Hellena. Rumah berwarna biru yang dipadukan dengan coklat itu terlihat masih baru padahal sudah memiliki umur yang cukup lama.


Namun itu lah kenyataanya, setiap orang yang pertama kali melihat keadaan rumah Hellena pasti akan ikut berpikir sama seperti Megan dan Matheo.


Maklum saja, Hellena hanya tinggal sendirian dirumah tersebut. Selain itu jarang sekali Hellena berada dirumahnya, sering ditinggal sekolah, bahkan sering ditinggal bekerja juga.


Mungkin Hellena hanya akan ada dirumah ketika malam saja, hanya untuk sekedar tidur dan berteduh dari gelap serta dinginnya malam.


"Memangnya, dia tinggal bersama siapa saja?"


"Tidak tahu, tapi jika dilihat rumah itu seperti tanpa berpenghuni." Memang Megan belum mengetahui keadaan Hellena yang sebenarnya, dia terlalu sungkan hanya untuk sekedar bertanya. Lagian itu privasi Hellena, Megan ingin tahu jika Hellena memberi tahunya saja.


"Mungkin para keluarganya sedang ada kegiatan diluar, sehingga sekarang tidak ada siapa-siapa dirumah."


Perkataan Matheo disetujui oleh Megan, "ya mungkin saja seperti itu."


Kedua Adik-Kakak itu kembali diam setelah saling mengobrol singkat itu. Mereka berdua fokus pada kegiatan masing-masing. Dimana Matheo yang fokus menyetir dan Megan yang memilih fokus menainkan ponselnya.


Sedangkan Hellena baru melangkah kedalam rumah Lucas, begitu sudah tidak lagi melihat mobil yang ditumpangi oleh Matheo dan Megan.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2