Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 27


__ADS_3

..."Tuhan tahu kita sudah berusaha dengan baik. Tuhan tahu kita tidak main-main dalam memperjuangkan mimpi kita. Jadi, mari percaya bahwa apa pun hasilnya itulah yang terbaik bagi kita nantinya."...


..._Unknown...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


27. Mencoba Saran Orion


Seperti saran Orion, hari ini Matheo tentunya beserta Orion sendiri mempunyai janji temu dengan Miller.


Mereka akan bertemu dipusahaan milik Miller karena mereka yang membutuhkan bantuan, sehingga dia juga yang harus menemui Miller secara langsung.


Tentunya kedatangan Matheo dan juga Orion disambut sangat baik oleh Miller. Karena hubungan dan kerja sama yang sudah terjalin sejak lama, membuat ketiganya tidak terlalu canggung.


Selain itu, umur dari ketiga pria itu tidak berbeda jauh. Hanya saling terpaut beberapa tahun saja.


Begitu menginjakkan kakinya di perusahaan Miller, Matheo dan Orion langsung di persilahkan menuju ruangab Miller. Yang dimana Miller sendiri sudah menunggu tamunya itu.


Ceklek


"Tuan, mereka sudah sampai." Suara pintu yang dibuka, serta diiringi suara seseorang membuat perhatian Miller teralihkan. Dia yang awalnya sedang membaca sebuah berkas, kini melihat keasal suara tersebut.


Tepat didepan pintu, dapat Miller lihat Asistennya sekaligus Matheo dan Orion ada disana.


"Persilahkan mereka masuk!" Perintah Miller yang segera dilakukan, Asisten itu pu mempersilahkan Matheo dan Orion untuk masuk kedalam ruangan tersebut.


"Silahkan masuk, Tuan."


"Terimakasih," kata Orion dengan sopan. Sedangkan Matheo hanya langsung masuk tanpa mengatakan apapun.


Setelah Matheo dan Orion duduk dengan tenang dan benar, baru Miller kembali memberikan perintah pada Asistennya itu. "Pergilah! Jangan ganggu kami, sampai kami selesai."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Asisten Miller pun kembali keluar dan menutup pintu perlahan, dia akan mematuhi setiap perintah atasannya itu.


Setelah benar-benar tidak ada lagi orang lain disana, kini Miller berjalan mendekat kearah Matheo dan Orion.


"Lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu?"


"Aku baik, tapi sepertinya tidak dengan Theo." Orion pun menjawab pertanyaan Miller, dan tentunya perkataan Orion malah direspon kekehan kecil oleh Miller.


Miller akui bahwa yang dikatakan oleh Orion benar adanya, bahwa keadaan Matheo tidak baik-baik saja. Kantung mata yang menghitam, serta raut wajah lelah sangat tertera diwajah tampan pria itu.


"Ada masalah apa?" Tanya Miller yang memang belum mengetahui permasalahan yang sedang perusahaan Matheo alami karena memang hanya orang-orang diperusahaan Dalton saja yang mengetahui permasalahan tersebut.


Selain itu, Matheo hanya bilang jika ada hal penting yang ingin dibicarakn dan hendak meminta bantuan dari Miller juga.


Tentu saja Miller dengan mudah dan menerima hal itu, dia sudah menganggap Matheo dan Orion seperti temannya sendiri bukan lagi sekedar rekan bisnis.


"Kau yang ceritan, aku lelah hanya untuk sekedar berbicara." Perintah Matheo yang melempar pertanyaan Miller, agar Orion sendiri yang memberi tahunya.


Dengan segera Orion mencerikan permasalahn yang sedang perusahaan Dalton alami, tanpa terlewatkan sedikitpun. Agar Miller tahu, jika permasalahn kali ini benar-benar besar dan sangatlah sulit.


"Ini sangat rumit, dan pastinya sangat memusingkan untuk mu." Komentar Miller begitu mendengar perkataan Orion yang baru saja selesai, dia akui ikut prihatin dengan apa yang sedang terjadi pada perusahaan Dalton.


"Itu yang sedang ku alami, jadi bisakah kamu membantu ku?" Tanya Matheo langsung pada inti alasan yang membuatnya mengunjungu perusahaan Miller.


Sedangkan Miller yang ditanya seperti itu jadi merasa bingung sendiri, antara menolak atau menolong. Karena keputusan tersebut bukan ada ditangannya, tapi berada ditangan yang hendak diminta bantuan oleh Matheo.


"Aku tidak menjawabnya sekarang, aku tidak yakin juga dia mau membantu mu atau tidak."


Perkataan Miller mematahkan harapan Matheo dan juga Orion, mereka bingung harus mencari kemana lagi seorang peretas yang dapat membantunya dan jug dapat dipercaya oleh mereka.


"Tolong bujuk dia agar mau membantu ku, aku akan memberikan imbalan apapun untuk itu. Selain itu, bayaran sebesar apapun aku akan menyanggupinya." Matheo benar-benar memohon pada Miller, dia sungguh belum menemukan cara lain untuk menyelesaikan permasalahn sekarang.


"Aku benar-benar tidak bisa menjawab dengan langsung, tapi aku akan mencoba untuk membujuknya agar mau membantu mu."


Miller sendiri jadi merasa tidak enak pada Matheo karena seolah memberikan sebuah harapan yang belum pasti, tapi mau bagaimana lagi? Dia benar-benar tidak bisa langsung memutuskan.


Semuanya berada ditangan Black Fire, peretas yang Matheo cari dan butuhkan. Sekaligus Eddyln orang yang dikenal anggota inti The Black Dream atau Hellena yang dikenal orang banyak.

__ADS_1


"Baiklah, semoga saja dia mau. Aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi," Matheo benar-benar dibuat pusing dengan permasalah kali ini.


"Ya, semoga saja dia mau."


"Sepertinya, kita harus segera kembali." Celetuk Orion yang dari tadi diam saja, menyimak perkataan antara Miller dan Matheo.


Orion sendiri dari tadi sedang melihat-lihat jadwal kegiatan untuk hari ini, dan setelah pertemuan dengan Miller yang mendadak membuat agenda lainnya harus bergeser.


Matheo pun segera beranjak dari duduknya, lalu diikuti oleh Orion juga. "Terimakasih sebelumnya karena sudah mau bertemu dan mau mencoba untuk membantu ku." Kata Matheo sambil berjaba tangan dengan Miller.


"Tidak perlu sampai sebegitunya Theo, kita kan teman. Sudah sepatutnya kita saling membantu, nanti pun akan ada waktunya aku meminta bantuan padamu." Miller menjawab perkataan Matheo dengan rendah hati, dan tentunya dia berbicara fakta juga.


Roda kehidupan seseorang itu selalu berputar, akan ada saatnya dimana kita mendapatkan masalah dan membutukan bantuan orang lain. Dan akan ada saatnya juga, dimana orang lain akan meminta bantuan pada kita.


Setelah itu, giliran Orion yang saling berjaba tangan dengan Miller. "Terimakasih juga karena sudah mau menyempatkan waktu bertemu dengan kami," kata Orion.


"Ayolah, jangan terlalu sungkan seperti itu! Kalian berdua sangat berlebihan dengan mengucapkan kata-kata seperti itu pada ku," tentunya Miller merasa tidak terbiasa dengan ucapan yang berlebihan seperti itu karena dia merasa tidak bahkan belum melakukan apapun untuk mereka.


"Baiklah, kalau begitu kita pamit."


Matheo dan Orion pun diantar oleh Miller menuju pintu keluar. "Ya, hati-hati saat dijalan nanti."


Pesan Miller sebelum Matheo dan Orion benar-benar pergi dari perusahaannya.


Sedangkan Matheo dan Orion pun bergegas kembali pergi menuju perusahaan Dalton untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.


"Aku tidak yakin dapat membujuknya," gumam Miller yang sedang memikirkan cara untuk menbujuk Hellena agar mau membantu Matheo nantinya.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2