
..."Kecantikan wanita adalah penyakit bagi para lelaki dan obatnya adalah menundukan pandangannya. Sedangkan ucapan manis lelaki adalah racun bagi para wanita dan penawarannya adalah cuek."...
..._Itz.rhm...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
Sama-sama Bangun Kesiangan
Karena bangun kesiangan membuat Matheo terburu-buru, dia harus segera pergi dan menumui orang yang sudah membuat janji temu dengannya.
Dia pun juga harus menjawab dengan singkat pertanyaan Ibunya dan tidak memberi tahu dulu pada orang rumah kemana dia akan pergi.
Terlalu terburu-buru sekarang, itu yang menggambarkan keadaan Metheo sekarang. Bahkan sekaran pun dia belum makan apapun, jangankan makan dia saja belum minum setetes pun air setelah bangun tidur tadi.
Begitu bangun dan mendapati hari sudah sangat siang, dengan segera Matheo pergi mandi lalu bersiap. Hanya itu yang terpikirkan secara spontan oleh otak Matheo, yang ingat akan janjinya.
Selagi Matheo mengendarai mobilnya, dia mencari makanan yang memang selalu tersedia di setiap mobil. Meskipun mungkin itu hanya sekedar cookies atapun roti saja, yang penting sekarang dapat mengganjal perutnya.
Tepat didasboard terdapat sebuah roti dan juga sebotol air mineral disana. Dengan segera meskipun sedikit kesusahan Matheo mulai memakai roti tersebut. Dengan sebelah tangan memegang kemudi dan satu tangan lagi memegang roti tersebut.
"Aku takut dia menunggu lama," monolog Matheo pada dirinya sendiri selagi terus fokus mengendarai mobilnya itu.
Matheo benar-benar akan merasa bersalah karena membuat Hellena menunggu lama, akibat dia yang terlambat bangun. Dia terlalu lelah akibat aktivitas kemarin, sehingga membuat tidurnya terlalu pulas meskipun sudah memasang alarm.
Perjalan antara rumah Matheo dan alamat yang dijanjikan lumayan cukup jauh, sehingga Matheo mempunyai waktu untuk menghabiskan roti itu sebelum sampai dialamat tersebut.
Benar saja, begitu sampai di jalan dimana tempat yang sudah dijanjikan. Sudah ada Hellena yang tampak menunggu disana, berdiri sambil memainkan ponselnya.
Matheo segera turun dan menghampiri Hellena disana, berdiri tepat didepan Hellena berada. "Maaf membuat anda menunggu lama."
Suara Matheo yang tiba-tiba sedikit membuat kaget Hellena karena dia sedang fokus pada ponselnya. Tapi dengan segera Hellena menormalkan kembali ekspresi wajahnya itu.
Kini Hellena sedikit mendongkak, menatap tepat pada mata biru Matheo. "Tidak apa, saya juga baru sampai." Kata Hellena yang langsung memasukan ponselnya pada saku celananya.
"Kalau begitu, ayo kita segera pergi!" Ajak Matheo yang juga melihat gerak-gerik Hellena yang tampak berjaga-jaga dengan keadaan sekitar.
__ADS_1
Baru Matheo sadari, jika jalan tersebut tidak sesepi malam waktu itu. Jika malam terlihat sepi dan sangat gelap, tapi untuk sekarang ada satu hingga dua orang yang melewati jalan tersebut.
Hellena hanya mengangguk singkat, lalu mengikuti langkah Matheo menuju mobilnya berada. Tanpa sadar Matheo malah membukan pintu untuk Hellena, sehingga membuat Hellena terdiam sejenak.
"Apa-apaan ini? Kenapa dia melakukan hal itu?" Batin Hellena menjerit melihat perlakuan Matheo, yang mungkin saja bisa disebut romantis.
Tapi bagi Hellena sendiri itu adalah suatu hal yang aneh. Karena selama hidupnya dia belum pernah mendapatkan perlakuan tersebut dari siapapun, apalagi itu seorang pria dewasa seperti Matheo sekarang.
Sorry i'm anti romantis.
"Masuklah!" Perkataan Matheo menyadarakan Hellena, dengan sedikit terpaksa dia mulai masuk kedalam mobil tersebut.
Bruk
Matheo segera menutup pintu tersebut begitu melihat Hellena sudah masuk dan duduk dengan sempurna. Dia mulai sedikit berlari mengintari mobil miliknya, lalu masuk dan duduk dikursi kemudi.
Mobil itu pun kembali melesat meninggalkan jalam tersebut, dengan dua orang yang diliputi rasa sedikit canggung.
"Anda tidak perlu melakukan hal seperti itu!" Perkataan Hellena menarik perhatian Matheo, dia tanpak melihat kearah Hellena dengan pandangan bertanya. Seolah tidak paham dengan bagian mana yang Hellena katakan.
"Anda tidak perlu membuka kan pintu untuk saya," jelas Hellena kembali setelah membaca raut tidak mengerti dari Matheo.
Seketika Matheo paham dengan itu, dan sepertinya itu bukan suatu masalah untuknya. Tapi, mungkin itu adalah masalah bagi sebagian orang termasuk Hellena. "Ah-maaf, jika perlakuan saya sedikit mengganggu anda."
Mungkin itu insting dia sebagai pria, membuka kan pintu untuk Hellena yang notabennya seorang perempuan.
Tidak ada lagi percakapan setelah itu karena Hellena tidam menanggapi perkataan Matheo yang sebelumnya. Suasana dalam mobil tersebut pun menjadi canggung dan tidak enak.
"Maaf membuat anda menunggu lama tadi, saya benar-benar tidak sengaja karena bangun kesiangan sehingga telat dari yang sudah kita janjikan."
Matheo mencoba mencairkan suasana tersebut dengan mengajak Hellena berbicara lagi, mencari topik yang bisa dibahas sekarang.
"Sudah saya bilang tidak apa, saya juga benar-benar baru sampai tadi."
Hellena pun berkata jujur, karena sebenarnya dia juga sama-sama bangun kesiangan.
Ya, seperti ini lah sebelum Hellena datang dan menunggu Matheo datang.
Flashback On
Meskipun cahaya matahari sudah menyinari kamar Hellena, dia tetap saja terlelap dalam tidurnya.
Dia tetap tertidur dengan pulas, meskipun sudah berulang kali suara alarm di ponselnya itu menyala untuk mencoba membangunkan pemilik ponsel tersebut.
__ADS_1
Namun secara tiba-tiba sebuah suara yang cukup kencang membuat Hellena terbangun seketika.
Brukk brakkk
Suara tersebut berasal dari pinggir letak rumah Hellena berada, mungkin itu berasal dari salah satu tetangganya. Entah itu harus di syukuri atau disesali, tapi yang pasti karena suara itu juga yang berhasil membangunkan Hellena, sehingga posisinya sekarang terduduk sambil melihat keadaan sekitar.
"Jam berapa ini?" Suara khas bangun tidur terdenger begitu jelas ketika Hellena berbicara untuk pertama kalinya setelah bangun tidur.
Kini matanya mulai mencoba fokus pada jam dinding yang tergantung didalam kamarnya itu. Begitu tau jam berapa sekarang, membuat kedua mata Hellena terbuka dengan sempurna.
"Si*lan, aku terlambat bangun."
Dengan sedikit berlari Hellena langsung saja masuk kedalam kamar mandi laku bersiap. Selagi bersiap, dia menyempatkan diri sarapan dengan sambil mengunyah sepotong roti yang masih dia miliki dirumahnya itu.
Setidaknya hal itu bisa membantu mengganjal perutnya yang kosong, semoga saja sampai nanti siang dia dapat bertahan dengan itu.
Membawa semua perlengkapan yang dia butuhkan, lalu mulai memakai hoodie, topi dan juga masker untuk menutupi wajah serta identitasnya itu.
Sambil menggenakan sepatu, Hellena terus saja melihat kearah jam. Sudah sangat terlambat dari waktu yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Setelah semuanya siap, dengan segera Hellena mengambil ponselnya. Lalu keluar dan mengkunci pintu rumahnya itu.
Dengan tergesa Hellena berjalan ketempat yang sudah dijanjikan, "dia pasti sudah menunggu." Gumam Hellena yang berpikir, jika mungkin saja Matheo mungkin saja sudah akan ada disana.
Tapi begitu sampai, Hellena tidak menemui apapun disana. Baik Matheo atau bahkan mobil yang semalan Matheo pakai untuk mengantarnya.
Akhirnya Hellena pun memilih menunggu sambil memainkan ponselnya saja.
Flashback Off
"Syukurlah, jika dia juga ternyata bangun kesiangan." Ada kelegaan dalam diri Hellena setelah mendengar pengakuan Matheo.
Nyatanya mereka berdua sama-sama bangun telat, meskipun sudah memiliki janji.
Hanya sebuah keningan yang ada didalam mobil tersebut, sampai akhirnya mobil tersebut sampai ditempat yang dituju.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
__ADS_1
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.