Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 18


__ADS_3

..."Hanya karena aku bisa memikulnya, bukan berarti itu tidak berat. Kadangkala, tersenyum menyakinkan diri sendiri kuat adalah satu-satunya pilihan yang ku dapat."...


..._Unknown...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


18. Teman dan Anggota Baru


Sedangkan Megan kini menatap kearah Hellena yang dari tadi diam saja, seolah tidak begitu tertarik dengan obrolan mereka.


Namun sebenarnya, Megan belum mengetahui jika Hellena tergolong pada orang yang tidak banyak bicara. Bahkan akan cenderung terus diam, jika tidak ditanya terlebih dahulu.


Selain itu, Hellena cenderung cuek pada orang yang baru dikenal dan ditemuinya. Sedangkan, jika pada orang yang sudah akrab dengannya Hellena akan berubah menjadi orang yang banyak bicara dan hangat.


Hellena hanya akan menunjukan dirinya yang sebenarnya, pada orang yang benar-benar dekat dan sudah kenal lama dengannya.


Tapi Megan akui, jika Hellena terlihat lebih dewasa dari ketiganya, Lucas dan Gracia. Dari awal, terlihat Hellena begitu memperhatikan dan juga memberi tahu apa yang harus Megan lakukan.


"Kalau Kakak, siapa nama Kakak?" Tanya Megan sambil menatap Hellena yang tepat berada didepannya.


"El," Lucas dengan sengaja menyenggol tangan Hellena yang berada disampingnya. Seolah memberi tahu, jika Megan bertanya padanya.


Hellena yang dari tadi diam dan fokus pada makanannya, kini mulai menganngkat sedikit wajahnya. "Hellena," singkat Hellena sambil menatap lurus tepat pada kedua mata Megan.


Deg


Entah mengapa, Megan merasa aneh dengan tatapan yang Hellena berikan. Ada sebuah rasa aneh yang tidak bisa dijelaskan oleh dirinya sendiri.


"Kami biasa memanggilnya El. Ku rasa kamu juga bisa memanggilnya seperti itu, tidak apa kan El?" Gracia memberi tahu cara mudah untuk memanggil Hellena, karena akan terlalu sulit jika harus memanggil Hellena dengan nama penuh.


"Ya," setuju Hellena yang memang tidak pernah keberatan dengan nama panggilan orang lain padanya, selagi itu layak dan tidak seolah menjelekkan namanya.


Setelah mengatakan hal tersebut, Hellena melihat kearah makanan Gracia dan Megan yang terlihat masih cukup banyak. Sedangkan untuknya dan Lucas hanya tinggal beberapa bagian lagi. "Bisakah, segera habiskan makanan kalian?! Sebentar lagi waktu istirahat akan segera berakhir."

__ADS_1


Sontak perkataan Hellena membuat Gracia tersadar dengan makanannya yang belum habis, yang bahkan masih tersisa begitu banyak. Tanpa banyak kata lagi, Gracia segera melahap makanannya dengan sedikit cepat.


Sedangkan Lucas, hanya kembali mengunyah dengan santai. Toh, makanannya hanya tersisa sedikit lagi.


Dan untuk Megan, entah mengapa dia merasa jika setiap perkataan Hellena terdengar seperti sebuah perintah, dibandingkan sebuah pertanyaan. Dia sendiri bisa merasakan aura berbeda disetiap Hellena berbicara, serius dan sekilas terlihat aura kepemimpinan dalan diri Hellena.


Sama halnya dengan yang lainnya, Megan sendiri tanpa banyak bicara lagi segera mengahabiskan makananya. Dia sendiri tidak mau ditinggalkan oleh ketiga Kakak kelasnya itu, sekaligus orang yang baru dia kenal.


Dan bagaimana cara Megan bisa tau, jika Hellena dan teman-temannya adalah Kakak kelasnya. Caranya bisa dilihat dari lambang yang berada diseragam mereka masing-masing.


Setiap angkatan akan memiliki lambang yang berbeda disetiap seragamnya, bahkan warnanya pun ikut berbeda. Hal itu bertujuan untuk memudahkan murid lain bahkan guru untuk mengetahui identitas murid tersebut.


Hellena, Lucas dan Gracia memiliki lambang kelas dengan jenjang terahkir diseragam mereka. Sedangkan Megan sendiri baru saja berada dikelas dengan jenjang awal pada seragamnya.


Hal itu sangat memperjelas bahwa Hellena dan teman-temannya berbeda kelas dan jenjang dengan Megan.


Beberapa menit berlalu dan makanan mereka sudah habis tanpa sisa. Dengan diawali oleh Hellena yang lainnya ikut mengekori kemana Hellena pergi, dimana Hellena pergi untuk menyimpan kembali bekas makannya ketempat yang sudah disediakan.


Hal tersebut dimata orang lain malah terlihat seperti seorang Ibu dengan ketiga Anaknya.


Hellena dan printilannya.


Mungkin kini Hellena tidak hanya akan diikuti oleh kedua temannya, tapi akan ada orang baru yang mengikuti dan bergabung bersama.


Hellena, Lucas, Gracia, dan mungkin anggota baru yaitu Megan.


***


Ditempat lain, lebih tepatnya markas inti The Black Dream. Semua anggota inti, kecuali Hellena sudah kembali berada dan berkumpul ditempat itu.


Kembali berkumpul untuk membahas masalah yang baru-baru ini terjadi dan masih belum terselesaikan.


"Ada dia benar-benar hanya main tembak-tembakan saja kemarin?" Tanya Dalbert pada Alterio yang sibuk pada sebuah berkas ditanganya.


Sedangkan Alterio yang awalnya sedang membaca berkas, kini menatap Dalbert. "Ya, menurut anak-anak dimarkas dia hanya bermain dan berlatih tembakan disana. Memangnya kenapa?"


"Hanya sedang menebak saja, bagaimana cara dia dapat menemukan menyusup dalam markas kita. Sedangkan dia dengan santainya hanya bermain tembakan seharian," Dalbert sendiri tidak mengerti cara apa yang hendak Hellena lakukan untuk menemukan penyusup kali ini.

__ADS_1


Tindakan Hellena terlihat begitu santai, dan cenderung cuman main-main saja sekarang. Namun, mungkin tidak ada yang tahu bahwa Hellena sudah mempunyai rencananya sendiri.


Yang tidak diketahui orang lain, hanya dirinya saja yang tahu.


"Tenang saja Bos, anda tau sendiri bagaimana dia. Dia suka sekali membuat kejutan untuk semua orang, terlihat santai namun mematikan." Seringai Alterio diakhir kalimatnya, dia sendiri sudah tau dan hapal bagaimana sifat Hellena ketika bekerja didunia gelap ini.


"Ya, aku pun tau. Tapi tetap saja aku sangat penasaran dengan hal tersebut," gerutu Dalbert yang sangat tidak cocok dengan muka sangarnya.


Dapat diingat, jika Dalbert akan hangat dan ramah pada orang yang dikenalnya. Meskipun muka garangnya tidak bisa diubah sedikitpun, jika boleh jujur Dalbert akan tampak lebih seram meski ketika sedang tersenyum sekalipun.


Sedangkan Alterio tidak tahu harus menjawab dan berkata apa lagi, bagaimana pun dia juga tidak tahu akan rencana yang telah Hellena siapakan.


Tidak lama dari itu datang Miller dan Keano yang baru saja membawa makanan dari luar. Pusat perkatian Dalbert kini mengarah pada Miller, dia teringat sesuatu yang harus ditanyakan.


"Ada suatu hal yang ingin ditanyakan kepadamu, tapi aku selalu lupa." Kata Dalbert sambil menatap Miller, yang membuat Miller menautkan kedua halisya tanda bertanya.


"Apa itu?"


"Bagaimana keadaan Putra ku?"


"Ouh itu, dia baik tapi terlihat selalu merengek ingin segera pulang."


"Hahaha," tawa Dalbert menggema didalam ruangan besar itu. Tawanya terdengar horor untuk orang yang baru mendengernya, tapi untuk para anggota itu suatu hal yang sudah biasa. "Sudah sangat tepat seperti dugaan ku, dia memang tidak bisa jauh dari Daddy tersayangnya ini." Kata Dalbert dengan penuh percaya dirinya.


"Dia pasti sangat merindukan ku kan?" Dalbert kembali bertanya pada Miller dengan bibir yang masih merekah menahan senyumnya.


"Ku rasa dia sangat merindukan Eddyln," celetuk Miller dengan entengnya. Yang malah membuat senyum diwajah Dalbert menghilang seketika, dan menatap tajam pada Miller.


"Kau!"


"Mati aku," batin Miller yang siap menerima amukan dari Dalbert.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.

__ADS_1


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2