
Cassandra menatap ke arah Felix dengan penuh harapan di dalam matanya, ia masih ingin hidup walaupun seluruh tubuh nya mulai terasa begitu sakit.
"Lucas! bawakan aku air mawar putih yang di simpan oleh mu beberapa minggu yang lalu," ujar Felix sambil berlahan membaringkan tubuh lemah Cassandra di atas ranjang.
Lucas pun dengan segera mengambil air mawar putih itu, di karenakan air itu dapat mengobati luka di tubuh manusia, namun dapat membunuh vampir.
"Untung saja kamu sempat mengambil air ini dari kaum manusia. Luka ini sangat dalam, aku harap air ini bisa membantu nya," ujar Felix sambil memakaikan sarung tangan di tangan nya agar tidak terkena air itu.
Dengan berlahan Felix mulai meneteskan air mawar putih itu ke atas luka Cassandra, dan hebatnya air itu benar-benar bekerja dengan sangat baik, luka itu mulai kembali menutup setelah di teteskan beberapa tetes saja, hebatnya luka sedalam itu terlihat begitu mudah kembali sembuh seperti semula.
"Syukurlah ... ternyata benda itu dapat berguna juga," ujar Lucas yang begitu tak menyangka bahwa air mawar putih itu memang sehebat yang di bayangkan dalam menyembuhkan luka di tubuh manusia, akan tetapi sebaliknya bagi bangsa vampir, air itu bagaikan racun yang mematikan.
"Fe-Felix ... jangan tinggalkan aku sendirian lagi," ujar Cassandra sebelum akhirnya ia langsung tertidur pulas karena keadaan yang membuatnya sangat syok.
Cupp ...
Cium Felix di kening Cassandra, "Tidurlah kelinciku, aku akan selalu ada untukmu, dan terimakasih karna sudah menyelamatkan ku."
"Hkmm ... !! hmm ... aku tidak mendengar apa-apa kok," ujar Lucas sambil memalingkan wajahnya, dan raut wajahnya yang seolah mengejek.
"Ayo keluar, dia butuh istirahat," jawab Felix yang langsung meninggalkan Lucas.
"Eh! tunggu!"
Di dalam hati Cassandra masih terdapat dendam yang begitu mendalam terhadap bangsa vampir, akan tetapi mengapa Felix malah hadir di kehidupan nya, dan mengajarkan Cassandra sedikit pelajaran bahwa tidak semua vampir jahat seperti yang ada di fikiran nya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkatnya tiga hari kemudian. Felix kembali mendapatkan kabar bahwa salah satu kaum manusia berjubah hitam berhasil di tangkap oleh para pengawal. Di hari yang sama asrama pun kembali berjalan di karnakan keadaan sekitar yang sudah cukup aman di bandingkan dengan sebelumnya.
Cassandra pun di antar oleh Lucas pergi ke asrama, namun sesampainya ia di asrama para murid wanita secara tiba-tiba berkumpul dan mulai melempari Cassandra dengan kertas yang di buat bentuk bulat.
"J4l4ng! dasar penggoda pangeran!" teriak mereka semua kepada Cassandra.
Apa yang aku lakukan? Cassandra sangat kebingungan dengan sikap para murid wanita itu, dan mengapa mereka berkata bahwa dirinya adalah penggoda? padahal dirinya baru saja terluka beberapa hari yang lalu demi menyelamatkan Felix, tapi kenapa mereka bersikap seperti itu padanya? dilema pun mulai menghampiri jiwa tenang Cassandra.
"Apa yang kalian lakukan!" teriak Lucas sambil berusaha melindungi Cassandra.
Penyebab para murid wanita bertindak seperti itu adalah hasil dari hasutan teman Natasya yang bernama Widya, ia telah menyebarkan berita palsu bahwa Felix memiliki hubungan spesial dengan Cassandra karna ia memberikan bunga mawar biru pada Cassandra.
Namun tak lama kemudian Felix datang, para gadis itu pun menuntut Felix untuk menjelaskan hal ini dengan sejujur-jujur nya.
Widya tiba-tiba muncul, dan langsung menodongkan pisau tajam ke arah wajah Cassandra, "Cepatlah jawab! pangeran!"
"Cassandra!" teriak Lucas yang khawatir.
Namun hal itu tidak membuat Felix takut ia langsung membalikan pisau tersebut ke arahnya, dan berkata, "Gosip apa yang kamu buat?! apakah ada aturan yang menyatakan bahwa aku tidak boleh memberikan bunga pada seseorang? asal kalian tahu, dia hanya manusia busuk! sama seperti gadis manusia yang lain, hanya saja dia memiliki kecerdasan di atas kepintaran kalian, maka oleh sebab itu aku harus merawatnya agar bisa di manfaatkan suatu saat nanti, MENGERTI?!"
Semua orang di sana seketika di buat ketakutan oleh perkataan Felix, "Ma-maafkan kami pangeran ... kami hanya mendengarkan berita yang di sampaikan oleh Widya, sekali lagi kami minta maaf."
"Iyah pangeran ... maafkan kami juga karna tidak memastikan terlebih dahulu berita itu benar atau salah," saut yang lainnya.
__ADS_1
Widya pun di salah kan oleh semua orang yang ada di sana termasuk dengan teman nya sendiri yang bernama Vivian, ia ikut menyalahkan Widya karna berita palsu itu, dan juga langsung meninggalkan nya sendiri.
"Pangeran! kami semua tidak bersalah, namun yang bersalah adalah Widya, jangan berikan hukuman pada kami yang tidak tahu apa-apa," ucap Vivian pada Felix.
"Vivian! apa yang kamu katakan?!" teriak Widya yang mulai panik.
"Pengawal! cepat kunci gadis ini di kamarnya, dan jangan pernah di bebaskan hingga satu bulan ke depan." ucap Felix yang memerintahkan para pengawalnya untuk menahan Widya sama seperti Natasya.
"Pangeran! pangeran! aku bisa menjelaskan semuanya padamu, tapi aku mohon lepaskan aku!" teriak Widya yang menolak untuk di bawa.
Sekeras apapun Widya memohon dan terus berteriak, hal itu tidak akan pernah di dengar oleh Felix. Jangan pernah berharap akan di gubris oleh nya, karna Felix memiliki sifat yang begitu keras, jika ia sudah tidak menyukai salah seorang, maka apapun keputusan nya, itulah yang harus di tegaskan.
"Baik semuanya, segera bubarkan dan kembali masuk ke dalam kelas masing-masing," ujar Felix.
Walaupun semua perkataan yang di keluarkan oleh Felix tadi itu sangat jahat, akan tetapi Cassandra mengerti bahwa Felix sedang berusaha untuk menepati janjinya, dan Felix belum pernah melanggar satu janji pun dari semua janji yang pernah ia buat.
Cassandra begitu sangat salut melihat pertahanan nya, walaupun Felix berbohong tentang hal itu akan tetapi ia berusaha untuk tetap tenang menghadapi semua masalah, dan untuk pertama kalinya Cassandra pun tersenyum lebar di hadapan Felix.
"Terimakasih," ujar Cassandra dengan nada suara yang begitu pelan.
Sang pangeran vampir begitu terkejut ketika melihat senyuman lebar itu, dan ucapan terimakasih yang keluar dari mulut tawanan darah nya itu begitu menenangkan hatinya.
Seketika penat di fikiran nya pun menghilang sebagian, apa yang sedang aku rasakan ini? mengapa hatiku seketika berdegup dengan sangat kencang ketika melihatnya tersenyum lebar? Felix tak henti-hentinya menatap ke arah Cassandra hingga ia akhirnya masuk ke dalam kelasnya.
Bersambung ....
__ADS_1