
Di sisi lain Felix pun merasa sangat senang karena Cassandra dapat berada di sisinya lagi, karena sebelumnya ia sempat menyangka bahwa dirinya tidak akan pernah bisa melihat Cassandra lagi.
"Cassandra, apakah kamu sempat terluka?" tanya Felix yang sedikit khawatir.
"Eumm ... sepertinya tidak, aku baik-baik saja, jadi kamu tenanglah sedikit, kekhawatiran mu itu terlihat jelas dari raut wajahmu," jawab Cassandra sambil menatap kedua mata Felix.
Tatapan Cassandra begitu terasa sangat lembut, dan juga hangat, Felix semakin bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, sebenarnya apa getaran yang ada di dalam hatinya ini? apakah ia benar-benar telah jatuh cinta kepada tawanan darahnya.
Getaran di dalam hatinya tak kunjung berhenti, seolah-olah dirinya di paksa untuk mengatakan sesuatu akan tetapi sangat sulit untuk di ucapkan.
"Cassandra ..." panggil Felix dengan begitu halus.
"Ya ada apa?" tanya Cassandra.
Felix tiba-tiba langsung memeluk tubuh Cassandra dengan sikap yang seketika berubah layaknya anak kecil, "Bolehkah aku meminjam pundak mu untuk tidur?"
Wajah Cassandra seketika memerah ketika melihat perubahan sikap Felix yang sangat signifikan, "B-boleh ...."
Rasanya Cassandra ingin perjalanan ini begitu jauh, karena ia masih ingin melihat Felix dari jaraknya yang begitu dekat seperti sekarang, sedangkan Felix sangat ingin terus menerus bisa tertidur lelap di pundak Cassandra yang begitu nyaman baginya.
__ADS_1
"Wajahnya begitu dekat, apakah ini tidak apa-apa?" gumam Cassandra yang sedikit gugup.
Kedua mata Felix tiba-tiba terbuka dan itu sungguh membuat Cassandra terkejut sekaligus salah tingkah ketika ketika melihat bola mata Felix yang begitu indah.
"Ada apa?" tanya Felix.
"T-tidak!" jawab Cassandra sambil mengalihkan arah matanya.
Felix menggapai pipi Cassandra agar ia bisa kembali menatapnya, secara berlahan Felix mulai mendekatkan wajahnya ke arah Cassandra.
Muachh ....
Raut wajah Cassandra seketika berubah, ia terlihat sangat terkejut dengan ciuman mendadak yang di berikan oleh Felix, Cassandra benar-benar di buat tidak bisa berkata-kata lagi di hadapan Felix.
"A-astaga ...!! i-itu adalah yang pertama," gumam Cassandra dengan ucapan nya yang terbata-bata.
Felix kembali menutup kedua matanya, ia membalut rasa gugupnya dengan berpura-pura kembali tertidur, padahal ia mendengar jelas gumaman itu.
"Sepertinya aku memang benar-benar sudah gila, barusan aku sengaja mencium tawanan darahku sendiri, tapi ... apa boleh buat karena itu sudah terlanjur terjadi," ujar Felix di dalam hatinya.
__ADS_1
Cassandra tidak menyangka bahwa ciuman pertama nya di ambil oleh seorang vampir, apalagi dia adalah pangeran vampir yang di takutin oleh banyak orang.
"Astaga Cassandra, kamu benar-benar sudah gila! ciuman pertama itu malah kamu berikan kepada Felix," gumam Cassandra.
Felix yang masih menyimak apa yang Cassandra katakan langsung tersenyum tipis, sambil berkata di dalam hatinya, "Gadis ini ... walaupun aku hanya berbicara di dalam hati, tapi dia bisa-bisanya mengatakan hal yang sama persis dengan apa yang aku katakan."
Cassandra kembali menatap wajah Felix dengan tatapan yang dalam, tapi entah kenapa ketika melihat wajahnya Cassandra merasa sangat gemas.
Cassandra mencoba untuk memberanikan diri untuk mencubit pipi Felix secara berlahan, "Apakah aku boleh melakukan ini kepada seorang pangeran vampir?"
Puuch ...
"Xixixi ... dia benar-benar menggemaskan," ujar Cassandra sambil tersenyum manis.
"Cih ... kedua remaja berbeda ras ini ternyata sedang marak-maraknya merasakan cinta pertama. Jadi ... bagaimana Cassandra, apa yang akan kamu lakukan kedepan nya?" ujar Xenov, yang ternyata sedang menyamar menjadi seorang kusir demi dapat melihat tindakan yang dilakukan oleh Felix.
Bersambung .....
__ADS_1