Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 45 : Kehidupan baru Cassandra


__ADS_3

Iklan : Wah ... Udah berapa abad nih nggak update? Udah pada kangen ya sama cerita Felix dan Cassandra? Sebelum nya Author mohon minta maaf ya atas lamanya update, mulai dari sekarang Author pasti akan rajin-rajin deh updatenya.


Selamat menikmati cerita ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cassandra pun mulai berlatih untuk memperkuat diri, sedangkan Adrian masih terus pergi ke asrama untuk mengumpulkan beberapa manusia yang nantinya akan di latih untuk menyerang kekuasaan vampir kembali.


Adrian begitu sangat pintar dalam hal menyembunyikan wajah aslinya, maka oleh sebab itu dirinya masih dapat berkeliaran di sekitar lingkungan vampir.


Pagi ini Adrian harus kembali ke asrama, karena ia harus menghadapi ujian kenaikan, "Cassandra, aku pergi dulu ... tetaplah berhati-hati jika akan berpergian karena kita masih menjadi buronan besarnya bangsa vampir."


"Kamu tenang saja Adrian, aku pasti akan selalu berhati-hati. Cepatlah pulang sebelum matahari tenggelam," jawab Cassandra.


Adrian pun tersenyum mendengar perkataan Cassandra yang begitu memperhatikan nya, "Baiklah, sampai jumpa nanti."


Setiap harinya Cassandra selalu membantu Helen untuk mencari beberapa makanan di hutan, dan sesekali mereka berbelanja ke pasar gelap dengan menggunakan pakaian serba tertutup.


Cassandra begitu merasa sangat senang, karena pada akhirnya ia dapat berkumpul kembali dengan keluarga dekatnya, akan tetapi semua kehangatan itu seketika terasa kurang karena kehadiran adiknya yang belum ada di sisi mereka.


"Bibi ... sepertinya aku sangat merindukan Elios," ujar Cassandra kepada Helen.


Helen yang mendengar keluhan dari keponakan nya itu hanya dapat terdiam, dan berusaha untuk tetap tersenyum karena ia tidak ingin Cassandra semakin merasa bersedih.


"Bersabarlah sebentar lagi, ia pasti akan segera kita bawa kesini," jawab Helen dengan senyuman nya yang menenangkan.


Di sisi lain Vivian merasa begitu sangat sedih karena ia telah kehilangan sahabat barunya yang begitu ia sayangi, tapi mau bagaimana lagi karena perpisahan ini adalah jalan yang di pilih oleh Cassandra.

__ADS_1


Namun Vivian bertekad untuk terus mencari keberadaan Cassandra sampai kapan pun, dan ia bersumpah jikalau hal ini mengharuskan nya berkhianat kepada bangsa vampir, maka ia akan memilih berkhianat untuk mendukung jalan Cassandra sampai ia mati.


"Cassandra ... aku tidak ingin mati kesepian tanpa ada dirimu sebagai sahabatku. Tunggu aku Cassandra! aku pasti akan menemukan mu," gumam Vivian di dalam hatinya sambil melihat pemandangan taman asrama yang biasanya selalu ia nikmati bersama Cassandra.


......................


Singkatnta satu minggu kemudian, gejolak rasa rindu yang di rasakan oleh Cassandra kepada adiknya itu semakin membara, ia tidak henti-hentinya terus mengkhawatirkan keselamatan Elios, hingga pada akhirnya Cassandra pun memberanikan diri untuk meminta izin kepada Helen agar dirinya dapat menjemput Elios.


Helen tidak dapat mengelak permintaan dari keponakan nya itu, walaupun dirinya juga sangat mengkhawatirkan Cassandra, akan tetapi Helen sangat mengerti perasaan Cassandra saat ini yang begitu sangat mengkhawatirkan adik kesayangan nya itu.


"Baiklah, Bibi akan memberikan izin padamu, bawalah belati emas ini untuk berjaga-jaga jikalau kamu di serang oleh bangsa vampir, gunakan kemampuan mu yang telah kamu pelajari beberapa minggu yang lalu, dan pulanglah sebelum matahari tenggelam," ujar Helen kepada Cassandra.


Cassandra langsung memeluk erat tubuh Helen, "Terimakasih! aku pasti akan datang sebelum Adrian datang."


"Baiklah, aku akan menunggumu," jawab Helen sambil memeluk balik Cassandra.


Tidak perlu berlama-lama lagi Cassandra dengan segera melaju kudanya kearah kerjaan Felix, dan setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam ia dengan segera masuk ke dalam pondok dimana Elios di rawat.


Cassandra pun dengan segera bertanya kepada salah satu perawat yang ada disana, "Permisi ... apakah pasien yang ada di ruangan ini sudah pindah?"


"Maksud anda tuan Elios? ia sudah di bawa oleh pangeran Felix ke istana karena ia sudah mulai beranjak sembuh," jawab sang perawat.


"Eumm baiklah, terimakasih," jawab Cassandra dengan raut wajahnya yang begitu terlihat sangat sedih.


Hiks ... Hiks ...


"A-aku harus bagaimana lagi? apakah aku harus menyerahkan diri kepada Felix untuk menukarnya dengan Elios?" gumam Cassandra dengan air matanya yang terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


Namun keajaiban pun datang, Elios tiba-tiba berada di belakang Cassandra, ia mencoba untuk memperhatikan sosok wanita yang memakai jubah hitam di hadapan nya itu, hingga pada akhirnya ia pun menyadari bahwa itu adalah kakak nya.


"Kakak?! apakah kamu kakak ku?" teriak Elios dari arah belakang Cassandra.


Cassandra yang mendengar suara adiknya itu dengan segera menoleh kearah belakang, dan berlari menuju kearahnya untuk memeluk tubuh adik kesayangan nya itu.


"Elios! Hiks ... kakak kira kamu sudah berada di istana."


Elios sedikit merasa aneh dengan ucapan yang di katakan oleh kakaknya itu, "Bukannya kakak seharusnya merasa senang? karena mulai dari sekarang aku akan selalu ada di dekat kakak dan kak Felix."


Cassandra melepaskan pelukan nya itu dengan raut wajah masam, "Apakah kamu belum tahu semuanya?"


"Maksudnya?" tanya Elios yang semakin merasa kebingungan.


Cassandra pun langsung menjelaskan semuanya kejadian yang telah terjadi beberapa minggu yang lalu kepada Elios, dan raut wajah Elios seketika terlihat sangat sedih ketika mendengar cerita dari kakaknya itu, akan tetapi ia juga merasa sangat senang karena ia dapat bertemu dengan adik dari ibunya.


"Apakah Felix belum menceritakan nya padamu?" tanya Cassandra.


"Belum, tapi apakah kamu tahu kak? Kak Felix masih sangat baik kepadaku, akan tetapi ketika aku bertanya tentang dirimu kepadanya, ia selalu menjawab bahwa dirimu sedang berada di asrama, dan tidak akan pulang selama satu bulan," jawab Elios.


"Eumm ... yasudah ayo kita pergi," ujar Cassandra sambil menggenggam tangan nya.


"Tunggu kak! ada barang yang ketinggalan, aku harus membawanya," jawab Elios yang dengan segera masuk ke dalam ruangan rawatnya dan mengambil gelang pemberian dari Felix yang tertinggal di dalam.


"Ayo kak!" ujar Elios yang sudah mengambil gelang tersebut.


"Barang apa yang tertinggal?" tanya Cassandra.

__ADS_1


"Hanya gelang kesayangan ku saja," jawab Elios tanpa memberitahu bahwa gelang tersebut adalah pemberian dari Felix.


Besambung .....


__ADS_2