Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 18 : Vampir Penghianat


__ADS_3

Semenjak hari itu para prajurit di perintahkan oleh Felix untuk menelusuri hutan-hutan sekitar untuk mencari keberadaan kaum manusia yang tinggal di dalam hutan.


Singkatnya, setelah hampir tiga bulan lamanya, pencarian markas para manusiapun berhasil di temukan oleh Lucas bersama dengan dua prajurit yang mengikutinya.


"Ternyata selama ini mereka bersembunyi di sini," gumam Lucas.


Ternyata para manusia itu cukup pintar dalam hal memilih tempat persembunyian, mereka mengambil daerah pegunungan tinggi yang berada di sebelah barat laut, di pegunungan tersebut ternyata terdapat gua yang cukup besar, dan mereka semua memilih untuk tinggal di dalam nya. Tempat persembunyian merekapun tidak main-main hebatnya, kamuflase yang mereka buat itu begitu realistis hingga menipu mata.


Pintu besar gua di tutup oleh batu yang begitu besar, namun anehnya lubang gua itu dapat mereka tutup kembali dengan sangat mudah padahal batu itu sangat besar dan juga berat, seratus orang pria pun belum tentu bisa mengangkat nya.


Keesokan harinya, Lucas kembali ke tempat itu sebelum matahari terbit, itu ia lakukan untuk menyelidikan aktifitas para kaum manusia, dan juga bagaimana mereka dapat mengangkat batu besar itu untuk membuka pintu gua.


Ketika matahari sudah terlihat oleh pelupuk mata, batu besar itu tiba-tiba bergeser, dan terbuka akan tetapi ada yang aneh dari hal itu, Lucas melihat seseorang yang sedang membantu para kaum manusia untuk menggeser batu besar itu, dan betapa terkejutnya ia ketika merasakan aura vampir pada seseorang itu, Lucas begitu tidak menyangka ada vampir yang berkhianat pada Felix.


"Aku tidak menyangka, ternyata salah satu dari mereka adalah seorang vampir, dan ia menggunakan kekuatan vampirnya untuk membantu para manusia itu, aku harus segera melaporkan hal ini pada Felix," Lucas pun dengan segera kembali ke istana dan melaporkan semua hal yang telah ia lihat kepada Felix.


Sesampainya di istana Lucas langsung mencari keberadaan Felix, "Felix! aku sudah menemukan tempat persembunyian para kaum manusia di hutan itu."


Felix yang mendengar teriakan Lucas dengan segera turun ke lantai satu untuk menemuinya, "Dimana? lalu hal apa lagi yang telah kamu temukan?"


Lucaspun menceritakan semua hal yang baru saja ia lihat bahwa salah satu diantara manusia yang tinggal di dalam gua itu adalah vampir, akan tetapi Lucas belum tahu pasti apakah dia adalah salah satu seorang dari para pengawal, ataukah rakyat biasa yang masih berada di sekitar.


"Sial! mengapa rakyatku bisa-bisanya berpihak pada kaum manusia? aku tidak percaya jika ia hanya sendirian, pasti ada vampir lain yang mengikuti jalanya, " ujar Felix.


Pada awalnya Felix memiliki rencana untuk langsung menyerang mereka setelah mengetahui tempat persembunyian nya, namun Felix mengundurkan keinginan nya itu dan merubah rencana nya sembilan puluh derajat.


"Sepertinya rencana penyerangan akan aku undur dulu, dan sekarang aku punya rencana baru yaitu untuk menyelidiki vampir penghianat itu," ujar Felix dengan tatapan yang begitu serius pada Lucas.


"Baik yang mulia pangeran," jawab Lucas dengan formal, karena ia tahu dimana tempat ketika dirinya bisa bergurau dan juga kapan ia harus serius.


Namun sayang nya pembicaraan itu tak sengaja terdengar oleh Calestia dari balik tirai, ia mendengar setiap pembicaraan yang di bicarakan oleh Felix dan juga Lucas. Rasanya ia sangat ingin membantu Felix dalam memusnahkan para kaum manusia, akan tetapi dirinya hanya bisa terdiam.


Calestia pun segera pergi dari balik tirai itu, karena ia takut jika dirinya terlalu lama mendengarkan Felix akan mengetahuinya.

__ADS_1


"Felix, aku berjanji padamu suatu saat nanti aku akan ikut berperang dengan mu untuk melawan para kaum manusia itu," gumam Calestia sambil meninggalkan tempatnya berdiri sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tempat, Cassandra sedang berada di dapur untuk memasak makanan untuk Felix, karena ia ingin Felix sesekali tidak terus meminum darah akan tetapi dapat mencoba makanan yang sudah matang seperti steak daging sapi yang ia buat.


"Umm ... baunya begitu harum, semoga saja Felix menyukainya. E-eh ... aku lupa! Lucas juga pasti akan kesini, jadi aku harus membuatkan nya juga steak," ujar Calestia.


Tidak lama kemudian Felix dan Lucas pun datang ke dapur. Lucas begitu tergiur dengan penampilan steak yang sangat cantik itu, "Wah ... wah ... aku jadi jangan lapar melihat steak di meja makan itu."


Plak ... !!


Felix memukul kepala Lucas, "Kamu ini, itu masakan kelinci kecilku."


"Apa? kelinci kecil? hahaha ... lucu sekali panggilan mu itu," ujar Lucas yang tertawa lepas ketika mendengar panggilan Felix kepada Cassandra.


Plakk ... !!


Lagi-lagi Lucas terkena hantaman tangan Felix di kepalanya, "E-ee ... sakit tahu!"


Merekapun dengan segera duduk dan mencoba masakan Cassandra, ketika mereka mencoba makanan yang yang ia buat Cassandra tiba-tiba terpaku dengan warna mata Lucas yang berbeda.


"Hoek ... !!" Lucas memuntahkan kembali steak yang sedang ia makan, karena rasanya yang hambar, aneh, dan juga belum matang.


"Lucas?! ada apa? apakah steak ku tidak enak?" tanya Cassandra dengan raut wajah khawatir.


"Hahaha, tidak-tidak ini sangat enak ..." ujar Lucas sebelum Felix memotong ucapan nya.


"Jujur saja Cassandra, kamu tidak pintar memasak steak," ucap Felix secara terang-terangan tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Lucas seketika melihat ke arah Felix dengan tercengang, "Felix! tidak boleh seperti itu, bagaimana jika ..."


Lagi-lagi ucapan Lucas terpotong akan tetapi kali ini oleh Cassandra, "Hehehe ... aku memang pertama kalinya memasak steak, maafkan aku."

__ADS_1


"Astaga! dua mahkluk ini sepertinya memang tercipta untuk saling melengkapi, termasuk melengkapi keanehan nya masing-masing," ujar Lucas di dalam hatinya.


Felix tetap menghargai Effort Cassandra, dan sekarang giliran Cassandra yang di perintahkan oleh Felix untuk duduk menunggunya memasak.


"Baiklah kalo begitu sekarang giliran ku untuk memasak makanan untukmu," ujar Felix yang langsung menuju ke arah dapur.


"Akhirnya aku bisa mencoba masakan Felix lagi setelah sekian lama," gumam Lucas.


Setelah 30 menit menunggu akhirnya makanan pun sudah matang, lalu di sajikan oleh Felix di meja makan.


"Wah! sepertinya ini sangat enak, kamu sangat pintar memasak ya Felix?" tanya Cassandra.


"Tentu saja."


Baru saja Cassandra mencicipinya satu suap steak buatan Felix, matanya seketika langsung berbinar-binar, karena rasa masakan Felix yang begitu sangat enak, ia pun sedikit terheran-heran mengapa seorang vampir sepertinya bisa memasak dengan keahlian nya sangat jauh di atas dirinya.


"Jika kamu ingin tahu mengapa aku bisa memasak maka ini jawabanya, ketika usiaku masih sembilan tahun aku pernah merasa bosan jika hanya meminum darah saja, maka dari situlah aku memutuskan untuk mulai belajar memasak, dan mahir ketika usiaku sebelas tahun."


"Ya betul sekali, dulu Felix sering membuat kue-kue manis untukku," jawab Lucas.


"Sungguh sulit di percaya ternyata vampir juga bisa bosan dengan darah," ujar Cassandra.


"Hahaha ... cobalah kamu tanyakan pada Felix, karena dia adalah vampir murni dari sejak ia kecil jika di bandingkan dengan ku yang baru saja menjadi vampir murni," ujar Lucas yang tidak sengaja mengucapkan hal itu di hadapan Cassandra, padahal Felix ingin Cassandra tidak mengetahui hal itu terlebih dahulu.


Ups !!


Tatapan sinis itu seketika terpancar dari mata Felix, akan tetapi untung nya Cassandra tidak mengerti apa maksud yang di katakan oleh Lucas.


Calestia lagi-lagi melihat mereka secara diam-diam dari kaca jendela, ia begitu merasa sangat cemburu karena Felix yang dapat tertawa sekaligus tersenyum jika berada di sisi Cassandra, namun tidak dengan dirinya.


"Felix, mengapa dirimu tidak pernah tertawa dan tersenyum lagi kepadaku? sungguh semua ini karena kehadiran nya!"


Bersambung .....

__ADS_1



__ADS_2