
Setelah menyelesaikan masalah di kelas Cassandra, Felix mendengar kabar dari para penjaga sekitar bahwa ada dua Vampir penjaga yang mati oleh panah emas yang di lumuri oleh air mawar putih, mendengar hal itu Felix pun dengan segera pergi ke gedung para dewan untuk bertanya secara detail mengenai hal ini.
"Kenapa bisa para manusia itu menyusup ke dalam asrama ini? dan mengapa mereka bisa mendapat senjata emas itu lagi?" gumam Felix sambil berjalan menuju gedung para dewan.
Di peperangan pertama yang di pimpin oleh ayah Felix seluruh emas di semua penjuru sudah di musnahkan, dan juga pemimpin suci kaum manusia pun sudah mereka bunuh pada saat itu, tapi kenapa air mawar putih itu dapat ada kembali? sedangkan yang dapat membuat air mawar putih itu hanya keturunan darah maunusia dari pendeta suci.
Apakah keturunan kaum manusia suci itu masih tersisa? sebenarnya siapakah keturunan manusia suci itu? kejadian ini membuat para bangsa Vampir sedikit resah.
Felix akhirnya sampai di gedung para dewan, ia masuk ke dalam gedung dengan raut wajah yang sedikit marah, "Katakan padaku! sebenarnya apa yang telah terjadi, dan apa informasi yang kalian sudah dapatkan."
"Tenanglah yang mulia Felix, hal yang baru saja terjadi itu di luar prediksi kami," ujar salah satu dewan yang mencoba sedikit meredam Felix.
"Kami sudah mengerahkan para pengawal dengan jumblah besar untuk mengepung dan menelusuri hutan di sekitar, karena kami berpendapat bahwa para kaum manusia penyerang itu tinggal di sekitar hutan," saut para dewan lainnya.
"Baguslah jika kalian semua sudah mulai bergerak, aku harap tidak ada lagi rakyat ku yang terbunuh selain karna peperangan."
Felix pun langsung keluar dari gedung dewan, dan berniat untuk menemui teman nya untuk menyampaikan sebuah tugas untuknya. Ia adalah Lucas, seseorang yang sangat hebat, dan satu-satunya teman baik Felix sejak ia kecil, namun darah nya bukan murni seorang Vampir akan tetapi campuran manusia, di karnakan ayah nya yang manusia dan ibunya yang Vampir.
Walaupun Lucas masih belum bisa mengendalikan kekuatan Vampirnya, akan tetapi teknik bela dirinya sangat hebat dan hal itu layaknya sebuah kekuatan baginya.
__ADS_1
Felix mendatangi tempat latihan Lucas, dan benar saja ia sedang berada di sana untuk meningkatkan kembali teknik bela dirinya. Felix begitu merasa kagum dengan segala kerja keras nya, walaupun ia dahulu sering kali di ejek karna memiliki darah campuran akan tetapi ia sekarang dapat membalikan keadaan, ia di hormati sekaligus oleh di segani oleh seluruh bangsa Vampir.
Felix mendekat ke arah Lucas dengan raut wajah yang sedikit hawatir, "Lucas, beristirahatlah sebentar, jangan paksakan dirimu untuk terus berlatih."
"Hey pangeran Felix, tumben sekali kamu mengunjungi ku, ada apa? bukankah belakangan ini kamu sibuk?" tanya Lucas dengan wajahnya yang berseri-seri ketika melihat Felix.
"Ayolah Lucas ... jangan begitu formal padaku."
Lucas seketika langsung mengerti perasaan sahabatnya itu, dengan raut wajahnya yang sedikit muram dan juga gerak tubuh nya yang berbeda dari biasanya, "Ada apa Felix? tidak biasanya raut wajah mu muram seperti itu, apakah ada tugas yang akan kamu sampaikan untuk ku?"
Pangeran Vampir itu tersenyum menandakan bahwa apa yang di katakan oleh Lucas itu memang betul kebenaran nya. Kejadian kacau ini membuatnya hawatir akan keadaan Cassandra, ia sangat takut apabila Cassandra secara tiba-tiba terlibat masuk ke dalam hal ini di karnakan dirinya.
Dengan rasa gugup Lucas pun menjawab, "He-he ... ya aku sudah tahu mengenai hal itu."
Felix sudah menduga bahwa Lucas pasti sudah tahu semua yang telah terjadi padanya, karna tugas yang di miliki oleh Lucas adalah untuk berjaga-jaga apabila ada serangan mendadak terhadap Felix. Walaupun Felix pasti sudah dapat menangani nya sendiri akan tetapi Felix ingin Lucas selalu mendampingi nya, dari pada ia harus ikut menjaga perbatasan terlarang di utara.
Tatapan Felix menunduk seraya sedikit malu mengatakan sesuatu pada Lucas, "Aku ingin kamu menjaga nya selagi aku tidak ada."
Raut wajah Lucas seketika terkejut, "Apa? ... lalu bagaimana dengan dirimu?"
__ADS_1
Puk ...
Felix memegang pundak Lucas untuk memberikan nya kepercayaan, "Tenanglah, tawanan darah ku itu lebih lemah dariku, jadi lindungilah pihak yang paling lemah, okay?"
Lucas tersenyum kagum, "Baiklah kalo memang itu adalah perintah mu, tentu saja aku akan melaksanakan nya. Karena bagiku perintah mu adalah segalanya."
Felix sebenarnya tidak pernah ingin Lucas merasa bahwa dirinya itu adalah bawahan nya, ia hanya ingin Lucas menganggap nya sebagai saudara nya sendiri, bukan sebagai atasan ataupun menganggap dirinya adalah alat bagi Felix.
Namun Lucas tidak pernah ingin seenak nya dengan Felix karna baginya Felix adalah penyelamat di hidup nya, tanpa hadirnya Felix di kisah hidup nya ia tidak pernah tahu bagaimana takdirnya sekarang, maka oleh sebab itu Lucas sangat ingin melindungi Felix sampai kapan pun.
"Aku ingin kamu melindungi nya sebagaimana kamu sedang melindungi ku, pantau dia dari jarak jauh dan pastikan dia tidak mengetahui keberadaan mu," ujar Felix.
"Baiklah, tenang saja dia akan aman bersama ku," ucap Lucas yang seolah ingin mengatakan bahwa Felix tidak perlu hawatir.
Felix pun tersenyum pada Lucas, sekaligus memberi tatapan kepercayaan yang sangat dalam padanya, "Ku serahkan dia padamu, karna aku tidak bisa menjaga nya setiap saat untuk sekarang, jadi maafkan aku harus merepotkan mu lagi Lucas."
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, Felix adalah seorang pangeran maka oleh sebab itu ia harus bisa menjaga seluruh bangsa nya, dan tidak mementingkan urusan pribadi nya.
Bersambung .....
__ADS_1