Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 47 : Pelantikan Felix


__ADS_3

Semuanya seolah telah berubah dengan sangat drastis, para kaum manusia yang berada di markas barupun sudah mulai bertambah banyak, begitupun dengan stok air suci yang mulai tak terbatas, karena Cassandra yang dapat kapan saja membuatnya.


"Pertahanan sudah kembali menjadi kuat, dan kitapun sudah kembali mendapatkan seorang pengganti pendeta suci, kalo begitu kapan kita dapat menyerang lagi bangsa vampir?" tanya salah satu murid Cassandra.


Cassandra tersenyum sambil mengusap pundak muridnya itu, "Cepat atau lambat kita akan segera menyerang mereka, akan tetapi tidak untuk saat ini karena masih banyak hal yang harus di selidiki."


"Baiklah kak Cassandra," jawab murid tersebut sambil ikut tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tempat di kerajaan vampir, Felix sedang mengadakan acara yang cukup besar untuk pelantikan nya sebagai raja baru di istana.


Mungkin ada beberapa orang yang bertanya, mengapa tidak pangeran Xenov terlebih dahulu yang di lantik? alasannya karena di dalam silsilah tahta kerajaan vampir, siapapun yang memiliki kekuatan bulan merah itulah yang harus di utamakan untuk menjadi raja, baik itu anak perempuan, anak kedua laki-laki, anak ketiga laki-laki dan seterusnya,


Bangsa vampir menganggap bahwa anak seorang raja yang memiliki kekuatan bulan merah itu sangat berbeda jika di bandingkan dengan anak-anaknya yang lain, karena kekuatan tersebut hanya di miliki oleh keluarga kerajaan murni.


Ada beberapa tingkatan dalam sebuah penempatan tahta di bangsa vampir, yaitu vampir bulan merah, vampir bulan biru, vampir bulan purnama, dan yang terakhir adalah vampir bulan netral.


"Selamat atas pelantikan mu, adikku," ujar Xenov.


"Terimakasih kakak, semoga kedepan nya kamu dapat menjadi penasihat yang lebih baik untukku," jawab Felix.


Sama dengan halnya Cassandra, Felix pun sudah semakin kuat, kekuatan nya sekarang lebih tinggi di bandingkan tahun-tahun yang lalu. Tidak akan pernah ada seorang vampir yang dapat mengalahkan nya, kecuali vampir-vampir yang menggunakan kekuatam hitam untuk menyerang nya.


Selama lima tahun yang lalu Felix sudah memutuskan untuk tidak ingin lagi mendengar nama Cassandra di hadapan nya, dan dirinya telah menganggap Cassandra sebagai seorang pengkhianat yang harus di penjarakan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya Helen secara tiba-tiba memanggil Cassandra keruangan nya untuk menjalankan sebuah misi. Semenjak adanya Cassandra semua hal-hal kecil sudah mulai di tata dengan baik, dan juga dirinya telah membentuk sebuah kelompok-kelompok penyerang untuk suatu hari nanti mereka pergi berperang.


Lima tahun sudah berlalu dan mereka masih tidak pernah mendengar hembusan berita tentang sebuah peperangan, maka oleh sebab itu hal ini ada hubungan nya dengan misi Cassandra kali ini.


Tuk ... Tuk ... Tuk ...


"Masuklah," ujar Helen dari dalam ruangan nya.


"Ada apa bibi? apakah ada informasi yang harus kita diskusikan? bukankah sebaiknya kita menunggu Adrian terlebih dahulu?" ujar Cassandra yang terus-menerus bertanya.


"Tenanglah Cassandra, mungkin ini adalah sebuah informasi penting akan tetapi kita tidak memerlukan Adrian untuk ikut campur di dalam hal ini," jawab Helen.


"Xenov secara tiba-tiba mengadakan acara pesta topeng setelah pelantikan Felix, aku cukup terkejut dengan berita ini, karena Xenov sangat jarang sekali mengadakan pesta atas nama dirinya sendiri," ujar Helen dengan raut wajahnya yang memang kelihatan nya masih begitu kebingungan.


"Bibi benar! jika di bandingkan dengan Felix yang selalu mengadakan pesta, pangeran Xenov hampir sama sekali belum pernah mengadakan pesta atas nama dirinya sendiri," sambung Cassandra.


"Aku curiga ada sesuatu di dalam pesta itu, karena semua orang pasti berhamburan datang untuk menghadiri pesta tersebut, dan kemungkinan akan begitu banyak bangsawan-bangsawan jauh yang akan ikut datang."


"Jadi apa yang harus aku lakukan bibi?" tanya Cassandra.


"Pergilah ke istana Cassandra, cobalah selidiki hal-hal yang janggal di sana, karena kemungkinan mereka akan membicarakan penyerangan selanjutnya kepada kita," jawab Helen.


Raut wajah Cassandra sedikit terkejut ketika mendengar perintah yang diajukan oleh Helen tersebut, karena ia begitu sangat tidak sanggup jika harus kembali kesana, namun apa boleh buat. Cassandra hanya dapat mempasrahkan diri, dan berusaha terus fokus menjalankan misi yang sudah di tetapkan.

__ADS_1


"Baiklah kalo begitu, aku akan segera pergi kesana," jawab Cassandra dengan tatapan tangguh.


Sebenarnya Helen sudah mempersiapkan semua hal ini sejak dua hari yang lalu, karena dirinya yang tidak sengaja mendapatkan informasi ini dari seorang vampir yang kebetulan lewat menggunakan kereta kuda untuk bertanya mengenai jalan menuju kearah istana.


"Permisi nona ... apakah anda tahu jalan menuju kearah istana keluarga Gredson?" tanya sang kusir yang menjalankan kereta kuda tersebut.


"Istana? apakah anda akan menghadiri pesta pelantikan? seharusnya anda memilih jalan yang mengarah ketimur sebelum masuk ke cabang jalan ini, karena jika anda nekat lewat kejalan ini kemungkinan akan lebih jauh," jawab Helen.


"Tidak menjadi sebuah masalah yang besar nona, jika jalan kesini akan lebih jauh, karena pesta pelantikan raja selanjutnya tidak begitu penting bagi kami. Karena tujuan kami adalah menghadiri pesta topeng yang di adakan oleh Pangeran Xenov," jawab sang kusir.


Dari situlah Helen langsung memiliki niat jahat terhadap sang kusir dan seorang putri di dalam kereta kudanya tersebut.


"Baiklah kalo begitu besok akan aku antar kalian hingga ke permukiman warga, dan sebaiknya kalian beristirahat dahulu di dalam guaku satu malam, karena kebetulan keluarga besarku sedang tidak ada di gua," ujar Helen, yang pada saat itu memang kebetulan gua sedang kosong dikarenakan semua orang yang sedang berlatih di pegunungan yang ada di dalam hutan tersebut.


Singkatnya malam pun tiba, sang putri yang di bawa oleh sang kusirpun ia tempatkan di dalam Cassandra, karena hanya kamar Cassamdra yang cocok dengan kepribadian putri tersebut.


Sedangkan sang kusir masih duduk di aula ruangan tamu sambil mengaggumi gua tersebut, karena baru pertama kalinya ia melihat dalam gua yang seindah ini.


Pada saat berbincang Helen pun mulai menggoda sang kusir, ia mengajaknya ke dalam kamar agar suasana semakin terasa indah. Setelah itu ia pun langsung menghipnotisnya agar sang kusir bersedia memberikan kartu undangan kerajaan kepadanya.


Tidak lupa setelah itu Helen langsung memasukkan sang kusir ke dalam penjara, sedangkan sang putri di pindahkan ke dalam kamarnya untuk di tahan sementara waktu.


Dan sekarang Cassandra pun tinggal mulai bersiap, karena semua hal yang ia butuhkan sudah ada di hadapan nya.


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2