Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 40 : Penculikan Cassandra


__ADS_3

Disisi lain Cassandra langsung dapat menebak bahwa pria berjubah hitam itu adalah Adrian, akan tetapi sepanjang jalan ia terus terdiam tanpa menjawab pertanyaan nya sedikitpun, hingga pada akhirnya Cassandra mengatakan bahwa ia akan membunuh dirinya sendiri jikalau Adrian tidak menjawab pertanyaan nya terus.


"Kamu Adrian kan?! jawab aku cepat! jika kamu terus diam aku bersumpah untuk membunuh diriku sendiri setelah turun dari pangkuan mu," ujar Cassandra yang berusaha mengancam Adrian.


"Iyah ini aku! berhentilah mengoceh, karena aku tidak tahu apakah para pengawal itu masih mengikuti kita atau tidak," jawab Adrian.


"Turunkan aku sekarang! dan berikan alasan yang logis untuk semua tindakan yang kamu ini," bentak Cassandra.


Namun lagi-lagi Adrian hanya diam saja, dan membiarkan Cassandra terus menerus mengoceh sendirian, hingga pada akhirnya Cassandra memilih untuk mengambil belati emas yang ada di dalam saku bajunya untuk mengancam nyawanya sendiri.


"Hentikan! apa yang kamu lakukan?!" bentak Adrian.


"Cepat turunkan aku! jika tidak aku akan membunuh diriku sendiri," ancam Cassandra sekali lagi.


Adrian pun tidak ada pilihan lain, ia dengan segera menurunkan Cassandra di dekat pohon yang sangat rindang, "Apa yang kamu inginkan?"


"Cepat jelaskan apa maksud dari tindakan mu ini?!" ujar Cassandra dengan tatapan nya serius.


"Sial! Karena aku mencintaimu Cassandra! aku ingin memilikimu seutuhnya! aku tidak terima kamu di sentuh oleh vampir bodoh itu, jadi aku ingin membawamu ke markas," ujar Adrian yang tidak sengaja malah menyatakan perasaan nya kepada Cassandra.


Mendengar hal itu Cassandra pun langsung terkejut, ia tidak menyangka bahwa Adrian akan mencinyainya, tapi bagaimanapun karna cintanya sekarang hanya milik Felix, dan di hatinya hanya tertulis nama Felix.


Namun Adrian tidak boleh sampai mengetahui hal itu, Cassandra pun menjawab, "Baiklah! akan tetapi sikap mu ini salah, kamu tidak boleh seenaknya seperti ini, jika kamu ingin mengajakku ke markas maka mintalah bukan malah menculikku."


"Apakah kamu benar-benar akan ikut bersamaku jika aku memintanya?" tanya Adrian dengan penuh harapan.

__ADS_1


"Lepaskan aku sekarang, aku akan kembali ke istana sendirian karena percuman kamu menculikku, sebentar lagi Felix akan datang untuk mencariku, jadi cepat pergilah," ujar Amara yang menghiraukan pertanyaan Adrian.


Adrian menundukan kepalanya sambil bergumam di dalam hatinya, "Hampir saja aku lupa bahwa Cassandra adalah tawanan darah Felix, tentu saja ia dapat dengan mudah di lacak oleh Felix."


"Aku pergi, kamu juga pergi sana ke tempat yang aman," ujar Cassandra sambil berjalan menjauh dari hadapan Adrian.


Adrian pun hanya dapat terdiam, dan berusaha mengihklaskan kembali Cassandra yang pergi dari hadapan nya karena pangeran vampir bulan merah itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya setelah Cassandra hampir sampai, ia malah bertemu dengan Natasya dan juga Widya di sisi hutan.


"Apa yang kalian lakukan di luar istana?" tanya Cassandra.


Awalnya Cassandra mulai percaya dan terketuk hatinya oleh perkataan Natasya itu akan tetapi semuanya dengan seketika langsung kembali buram.


Blus ...


Widya secara tiba-tiba menusuk perut Cassandra dari arah kanan, akan tetapi untung nya reflek Cassandra cepat jadi pisau itu tidak menusuk terlalu jauh ke dalam perutnya.


"Cih ... seharusnya aku tahu ini adalah sebuah pengalihan," ujar Cassandra sambil mencoba terus menahan pisau itu.


"Hahaha ... ternyata dia benar-benar sangat polos ya? kasihan nya dirimu ini Cassandra, sebentar lagi kamu pasti akan mati," ujar Natasya.


Bruk ... !

__ADS_1


Cassandra tidak kuasa menahan sakitnya lagi, ia sampai terjatuh hanya karena kakinya yang sudah tidak kuat untuk menahannya lebih lama, dan berlahan-lahan matanya itu mulai terpejam.


"Racunnya sangat cepat menyebar rupanya, aku kira tidak akan sebagus itu," ujar Widya.


"Sudahlah, ayo pergi sebelum ada yang lihat," ujar Natasya yang dengan segera pergi dari tempat.


Darah Cassandra terus mengalir dan aroma darahnya itu tiba-tiba langsung tercium oleh Felix karena jaraknya yang begitu dekat dengan istana.


Clak ... Clak ...


"Aroma ini?! darah Cassandra! aku harus mencari sumbernya," ujar Felix yang dengan segera pergi meninggalkan istana untuk mencari sumber aroma darah Cassandra itu.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk Felix menemukan keberadaan Cassandra, akan tetapi ia sangat terkejut ketika melihat kekasihnya itu sudah tergeletak tak berdaya di bawah tanah.


"Cassandra! bangun sayang bangun! kenapa ini harus terjadi padamu? aku bersumpah untuk tidak akan pernah melepaskan manusia yang telah melukaimu itu sampai kapan pun! Darah di bayar Darah!" ujar Felix sambil memeluk tubuh Cassandra dengan sangat erat.


Felix pun dengan segera membawa Cassandra ke istana lewat pintu belakang tujuan nya agar ia tidak ketahuan oleh Lucas, dan dengan segera ia pun menggunakan kekuatan nya untuk meregenerasi setiap luka di tubuh Cassandra.


Wush ... Wush


"Cepatlah bangun kelinci kecil," gumam Felix.


Felix masih belum mengetahui bahwa yang sebenarnya melukai Cassandra itu adalah Natasya dan Widya, jadi pelakukan nya bukan para manusia yang memakai jubah berwarna hitam.


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2