
Lilir angin meniup halus rambut Cassandra, hari yang begitu cerah pun seakan mendukung nya untuk terpaku diam di depan taman.
Dari awal kepergian Felix, Cassandra hanya duduk terdiam di bangku taman tanpa berbicara sedikit pun. Hingga akhirnya matahari pun mulai naik, dan ia masih duduk terpaku di tempat yang sama tanpa sedikitpun berbicara.
Lucas yang mulai khawatir akhirnya memerintah salah satu pelayan untuk memberinya makanan, lalu membujuknya untuk makan walaupun itu sedikit.
"Vidya, aku ingin meminta tolong pada mu untuk membawakan beberapa makanan kecil ke taman, lalu bujuklah Cassandra untuk makan walaupun sedikit," ujar Lucas kepada salah satu pelayan setia istana.
"Baik Tuan Lucas segera saya bawakan," saut Vidya.
Vidya pun mulai berjalan ke arah taman dengan membawa nampan berisi makanan ringan seperti beberapa macam kue, dan juga minuman.
"Putri Cassandra ... aku membawakan makanan untuk mu, makanlah walaupun itu sedikit,"
"Mengapa kamu memanggilku dengan sebutan putri?" tanya Cassandra yang kebingungan saat mendengar nya.
"Sesuai perintah Pangeran diriku dan pelayan yang lainnya harus memanggil mu dengan sebutan putri," jawab Vidya.
"Eummm ... tapi maaf, aku hanya ingin diam menikmati kesunyian ini sebelum Felix kembali datang ke istana, karna ini membantu ku untuk menenangkan fikiran, dan aku tidak yakin jika ada Felix aku bisa menenangkan diri, dia pasti akan mengganggu ku," Cassandra hanya ingin sendirian hingga nanti Felix pulang, ia tidak peduli dirinya lapar atau tidak karna hal yang terpenting sekarang adalah ketenangan dirinya sendiri.
"Tapi siang hari ini sudah menjadi sangat panas, aku takut putri Cassandra akan dehidrasi," dengan raut wajah yang begitu khawatir terpampang jelas di wajah Vidya.
Cassandra seketika langsung terkejut saat melihat raut wajah Vidya yang begitu mengkhawatirkan nya, padahal dirinya adalah seorang vampir, tapi mengapa ia malah peduli pada manusia sepertinya, mengapa Vidya tidak membiarkan ku saja? bukankah vampir sangat suka melihat manusia menderita.
__ADS_1
Cassandra pun memberikan senyuman nya pada Vidya, dan senyuman itu berhasil menenangkan kekhawatiran nya, "Tenanglah, aku tidak apa-apa kamu jangan khawatir, cukup tinggalkan aku sendirian itu sudah membuatku jauh lebih baik-baik saja, ya walaupun entah kenapa aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasi tapi mungkin itu hanya ilusi fikiran ku saja."
Lucas langsung terkejut ketika Cassandra mengatakan bahwa ia seperti merasakan kehadiran seseorang yang sedang memperhatikan nya. Mustahil! tapi kenapa Cassandra sangat peka akan kehadiran seseorang? Lucas mulai sedikit kagum dengan kemampuan lebih nya itu.
"Mungkin apa yang aku rasakan ini karna segel yang ada di leher ku, segel ini terhubung langsung dengan Felix, jadi mungkin itulah sebab nya aku merasakan kehadiran orang lain di sini, padahal aku hanya sendirian," ujar Cassandra.
Setelah itu Lucas pun memutuskan untuk pergi sebentar dari taman, ia tidak ingin mengganggu kesunyian yang Cassandra minta. Lucas memilih untuk meninggalkan Cassandra sendiri dengan waktu satu jam kedepan karna ia ingin melihat Cassandra lebih tenang, dan dapat memakan setidaknya sepotong kue di nampan, Lucas pun memerintah semua pelayan untuk menjauhi taman hingga satu jam ke depan.
Namun sayang nya baru saja Lucas meninggalkan Cassandra lima belas menit, tak di sangka waktu luang itu malah di manfaatkan oleh penyusup untuk masuk dan menghampiri Cassandra.
Seorang laki-laki berjubah tiba-tiba menghampiri Cassandra setelah meloncati benteng istana, hal itu sungguh membuat Cassandra sangat ketakutan.
Cassandra seketika terperanjat dengan raut wajah yang pucat, dan juga hawatir akan keselamatan nya, "Siapa kamu?! jangan mendekat!"
"Apa bukti nya aku bisa mempercayai mu?!" tanya Cassandra sambil membentak lelaki yang ada di depan nya itu.
Pria itu mengeluarkan belati emas yang ada di saku bajunya kepada Cassandra, "Simpan lah benda ini, jangan sampai para vampir mengetahuinya, kamu pasti akan membutuhkan benda ini sewaktu-waktu jika para vampir itu mencoba untuk menyerang mu."
"Ta-tapi ... siapa kamu sebenarnya?" tanya Cassandra.
"Siapa aku? itu adalah hal yang tidak penting, tidak wajib kamu ketahui," ujar sang lelaki berjubah itu, dan ia pun dengan segera langsung pergi dari istana,
Singkatnya satu jam kemudian raut wajah Cassandra sudah berubah, dan ia mulai menyirami tanaman di sekitar taman bukan lagi hanya duduk terdiam, ia pun sesekali memakan kue yang di tinggalkan para pelayan untuknya. Hal itu membuat Lucas sangat senang ketika melihatnya, karena Cassandra sudah kembali ceria, dan tidak murung lagi.
__ADS_1
Namun tak lama dari itu terdengar suara para pengawal yang seketika gencar, dan seperti menembakan busur-busur panah nya ke arah luar istana. Hal itu membuat Lucas hawatir akan keselamatan Cassandra, ia pun langsung menghampiri Cassandra dan meminta nya untuk kembali ke dalam kamar terlebih dahulu.
"Tuan putri ..." ucap Lucas yang berdiri tepat di belakang Cassandra.
"Siapa kamu?" tanya Cassandra.
"Akan saya jawab nanti, sekarang saya minta tuan putri masuk ke dalam istana terlebih dahulu, karna sepertinya ada penyerang di luar benteng istana, saya hawatir akan keselamatan tuan putri," jawab Lucas.
Cassandra pun menuruti apa yang di katakan oleh Lucas, di jendela kamar nya ia melihat tiga orang yang memakai jubah hitam seperti seseorang yang baru saja memberikan nya belati emas, dan benar saja salah satu dari mereka adalah pria yang sama dengan pria yang baru saja ia temui di taman.
Cassandra pun bertanya pada Lucas, "Sebenarnya siapa mereka itu?"
"Mereka adalah kaum manusia yang berbeda dari manusia lain, mereka memiliki darah yang spesial. Walaupun sebenarnya mereka tidak begitu kuat seperti bangsa vampir tapi mereka mempunyai alat untuk melumpuhkan para vampir yaitu senjata yang terbuat dari emas sekaligus yang di basuh dengan air mawar putih."
Casaandra kembali bertanya, "Apa air mawar putih itu?"
"Air mawar putih adalah air yang hanya bisa di buat oleh pemimpin mereka, dan sering di sebut juga sebagai pendeta suci. Namun entah kenapa air mawar putih itu bisa kembali ada sedangkan pendeta mereka sudah terbunuh oleh kakak pangeran Felix," jawab Lucas.
Cassandra pun menjadi tahu maksud dari pria tadi itu, mungkin ia hanya ingin dirinya menjaga diri baik-baik selagi masih tinggal di istana, karna tidak ada yang tahu kejahatan vampir walaupun kini Felix selalu menjaga nya.
Cassandra pun dengan segera berpaling dari jendela itu, dan dengan segera menyembunyikan belati emas itu di bawah bantalnya, karna ia percaya bahwa Felix ataupun para pelayan tidak akan berani untuk mengusiknya jika sedang berada di dalam kamar.
Bersambung .....
__ADS_1