
Miri sama sekali tidak mengkhawatirkan Vivian dan juga anak yang sedang ia kandung, karena Vivian adalah seorang vampir, ia pun sudah merasa bahwa anak yang ia kandung itu adalah seorang vampir juga, maka oleh sebab itu Miri hanya perlu berhati-hati ketika berada di sana.
"Apakah kamu baik-baik saja Vivian? maafkan ibu jika mengganggu waktu tidur nyenyak mu," ujar Miri sambil mengusap halus rambutnya.
Vivian sama sekali tidak terbangun dari awal Miri menggendong nya, karena ia di berikan mantra tidur oleh Miri.
"Sepertinya aku harus mencari tempat yang sedikit rindang untuk beristirahat sebentar," ujar Miri sambil terus berjalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya setelah tiga puluh menit kemudian, Miri berhasil menemukan tempat yang lebih rindang dan juga nyaman. Namun hal yang tak tedugapun terjadi, yaitu Xenov yang juga sedang berada disana.
Awalnya Xenov tidak tahu harus bagaimana, akan tetapi Miri langsung bersiap mengeluarkan belati emasnya untuk membunuh Xenov yang pada saat itu masih remaja.
"Xenov!" ujar Miri dengan raut wajah terkejut.
Xenov menatap kearah Miri dengan tatapan dingin, "Cih kenapa kamu ada di sini? kamu itu manusia."
Sret ...
Miri menodongkan belati emasnya kepada Xenov, "Aku hanya ingin beristirahat, kamu jangan mengganggu! sebaiknya kamu pergi dari sini, atau aku akan membunuh mu."
"Ckck ... apakah kamu sedang hamil pendeta suci? anak siapa itu? hahaha ... kamu ini pendeta suci tapi kamu tidak bisa menjaga diri agar tidak dapat di gauli oleh seorang pria."
"Diam kamu!" bentak Miri dengan sangat tegas.
__ADS_1
"Kakak ... !! Kakak ... !! lihatlah aku menemukan kumbang," teriak Felix kecil sambil berlari kearah Xenov.
Miri yang melihat Felix juga berada si sana sungguh tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus itu, dengan segera ia langsung menyergap Felix untuk mengancam Xenov, jika dirinya tidak kunjung pergi maka adiknya yang akan mati.
"Cepat pergi! jika tidak adikmu yang akan ku butuh," ujar Miri yang mengancam.
"Wanita baj1ngan! lepaskan tanganmu dari adiku!" ujar Xenov yang mulai mengkhawatirkan kondisi Felix.
"Ka-kakak! tolong aku!" teriak Felix yang merasa ketakutan, dan hal itu semakin membuat amarah Xenov terbakar.
Kekuatanya pada saat itu masih sangat labil, terkadang Xenovpun belum bisa sepenuhnya mengendalikan kekuatanya itu, namun demi menyelamatkan adiknya ia memberanikan diri untuk menggunakan kekuatan bulan biru agar dapat melemahkan Miri.
Cahaya bewarna biru mulai muncul di tangan Xenov, dan hal itu berhasil membuat Miri sedikit terkejut, karena ia tahu walaupun kekuatan bulan biru tidak sekuat bulan merah akan tetapi itu juga sangat berbahaya.
Tapi, Miri mempercayai dirinya sendiri bahwa ia bisa melawan Xenov, karena kekuatan pendeta suci bisa menandingi kekuatan bulan. Miri dengan segera membius Felix dan menidurkan di bawah pohon bersama Vivian sebelum ia melawan Xenov.
Xenovpun langsung menyerang Miri tanpa jeda, akan tetapi kemampuan nya itu masih di bawah Miri, maka oleh sebab itu ia masih bisa menahan serangan Xenov. Singkatnya setelah satu jam melawan Xenov, Miri mulai kelelahan dan perutnya mulai terasa sakit.
Melihat kondisi lawan yang sudah melemah, Xenov memanfaatkan kondisi ini untuk menyerang Miri dari jarak yang dekat.
Miri yang mulai kesakitan karena keram perut membuat pengawasan nya menurun, ia hanya berfokus untuk menahan rasa sakitnya tanpa memperhatikan kondisi sekitar.
Setelah beberapa menit sakit di perutnya pun bisa ia atasi, "Baiklah Xenov cepat serang lagi! jangan menganggapku lemah!"
Blobss ... !
__ADS_1
Sebuah pedang berhasil menembus perut Miri dari belakang, "Ukh ... !! Uhuk ... Uhuk ... pe-perutku?!"
"Matilah kamu Miri! kamu itu hanya seorang manusia, bukan tandingan bagiku yang seorang vampir," ujar Xenov yang membisikan nya dari belakang.
"Miri ... !!" teriak Carlos yang baru saja datang.
"Ca-carlos ..." panggil Miri dengan penglihatan nya yang sudah mulai kabur.
Xenov melepaskan pedang nya dari perut Miri, dan dengan segera menggendong Felix untuk pulang, "Ouh ... jadi kamu, Letnan Carlos yang telah membuatnya hamil? sungguh mengejutkan."
"Mengapa kamu malah menusuk perut nya!" bentak Carlos.
"Aku tidak peduli, yang aku pedulikan adalah keselamatan adiku," ujar Xenov yang setelah itu ia langsung pergi begitu saja.
Miri langsung menangis diatas pangkuan Carlos, ia meminta maaf kepada Carlos karena tidak bisa menjaga kandungan nya. Nafas Miripun mulai terengah-engah, ia sudah tidak bisa menahan nya lebih lama lagi.
"Ca-carlos ... jadilah ayah yang baik untuk Vivian, a-aku ... uhuk ... uhuk ... minta maaf, karena tidak bisa melahirkan anak kita ini kedunia," ujar Miri sebelum pada akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Air mata Carlos sudah tidak bisa ia bendung lagi, "Miri! Miri! bangunlah, kita masih harus membangun rumah yang jauh dari permukiman dan hidup bahagia di sana. Aku mohon bangun! hiks ...."
Dunia Carlos sekali lagi hancur, takdir selalu merenggut wanita yang ia cintai, dan sekarang ia juga kehilangan calon anaknya. Carlos pun langsung menggendong tubuh Miri dan juga Vivian ke rumah sementaranya, ia langsung memandikan Miri dan memerintahkan pelayan di rumah utamanya untuk membawa Miri secara diam-diam kerumah.
Carlospun meminta para pelayanya untuk mengubur jasad Miri di dekat makam istri pertamanya, dan Carlos meminta semua pelayanya untuk merahasiakan hal ini. Carlos juga menitipkan Vivian kepada salah satu pelayanya agar ia merawatnya di rumah saja, karena Carlos tahu bahwasanya ia akan segera di hukum atas perbuatan nya.
Dan benar saja setelah Carlos sampai di markas besar ia langsung di jatuhi hukuman penjara sekaligus pengasingan tanpa ada kompromi.
__ADS_1
Dari kisah percintaan Carlos kita belajar bahwa kesabaran yang sangat luas adalah kunci dari segalanya, kita hanya perlu berserah diri kepada takdir yang sudah di tentukan.
Bersambung ....