
Di sisi lain pesta ulang tahun Lucas masih berjalan hingga acara penutupan pukul jam dua belas malam tepat, singkatnya setelah pesta berakhir Lucas segera menuju ke kamar Cassandra dengan wajahnya yang begitu khawatir.
"Felix! apakah semuanya sudah baik-baik saja?" tanya Lucas.
"Tidak ada yang baik-baik saja disini, Cassandra punya luka yang tidak terlalu dalam di sebelah kanan perutnya, akan tetapi hal itu cukup fatal untuk Cassandra," jawab Felix sambil terus menggenggam tangan Cassandra dengan sangat erat.
"E-eumm ... lalu bagaimana dengan hari ini? apakah kamu sudah berhasil menyatakan cinta padanya?" tanya Lucas untuk sedikit menghibur Felix.
Felix tersenyum dengan menatap kearah wajah Cassandra, "Lihatlah kalung nya, itu adalah tanda bahwa aku sudah berhasil menyatakan cintaku padanya, dan ternyata Cassandra pun memiliki perasaan yang sama dengan ku."
"Aku sangat bersyukur atas itu, tapi Felix ... aku tidak tahan ingin membunuh manusia berjubah hitam itu, ia bukan hanya menghancurkan pertas akan tetapi ia juga berani melukai Cassandra," ujar Lucas sambil mengepal tangan nya karena kesal.
Felix pun mulai berfikir untuk menyerang markas para kaum manusia berjubah hitam itu, dan setelah beberapa saat kemudian ia langsung memutuskan untuk menyerang markas kaum manusia pada besok pagi, ia juga berjanji akan membuat markas mereka itu hancurkan berkeping-keping.
"Lucas, sepertinya aku sudah menemukan ide bagus untuk sebuah pembantaian baru," ujar Felix sambil tersenyum menyeringai jahat sekaligus warna kedua bola matanya yang seketika berubah menjadi warna merah.
Tanpa harus di jelaskan lebih detail Lucas seketika langsung mengerti apa yang di ucapkan oleh Felix itu, "Baiklah, aku pergi dulu untuk mempersiapkan pasukan."
Singkatnya mataharipun mulai sedikit terlihat di pelupuk mata, Felix begitu sangat khawatir dengan kondisi Cassandra yang juga belum bangun hingga saat ini, Felix harap kaum manusia bisa membayar luka Cassamdra tersebut.
Tidak lama dari itu Felix langsung berangkat menuju kearah markas para kaum manusia, sesampainya di sana Felix dan Lucas mulai menyerbu ke dalam markas bangsa manusia.
Serbu ... !!!
__ADS_1
Teriak Felix dengan begitu kencang nya, "Musnahlah kalian semua."
Semua prajurit langsung menyerang, dan peperangan kecil pun akhirnya di mulai. Di sisi tempat lain yaitu di istana, Cassandra tiba-tiba terbangun dari pingsan nya, baru saja ia terbangun akan tetapi entah kenapa ia langsung mencari keberadaan Felix, namun sayang nya ia tidak dapat menemukan nya dimana-mana.
"Felix! Felix! kamu dimana?" teriak Cassandra sepanjang lorong istana.
Vidya yang mendengar teriakan Cassandra dengan segera menenangkan nya, "Tenanglah putri ..."
"Vidya! dimana Felix? kenapa dia tidak menjawab panggilan ku?" tanya Cassandra dengan raut wajah khawatir.
"Pangeran Felix pergi menuju ke markas kaum manusia untuk menyerang mereka, karena salah satu dari mereka sudah membuat putri terluka," jawab Vidya.
"Sudah ku duga, tapi sebenarnya yang menusuk ku itu bukan pria berjubah hitam, akan tetapi Widya dan Natasya. Sebaiknya aku harus menyusul mereka sebelum semuanya semakin kacau,"
"Tapi aku harus menegakkan kebenaran, jangan sampai kaum manusia itu menderita karna kesalah fahaman ini," ujar Cassandra yang dengan segera pergi meninggalkan istana.
"Tunggu putri! aku ikut, demi memastikan keselamatan mu," teriak Vidya.
Cassandra tersenyum sambil memgulurkan tangan nya, "Baiklah, ayo."
Di saat Cassandra baru saja mau berangkat ke markas kaum manusia Felix sudah menyerang gua tersebut secara brutal walaupun awalnya mereka kesusahan membuka pintu gua tersebut karena batu tersebut di lapisin oleh kekuatan seorang vampir, akan tetapi mereka berhasil membobol batu besar itu.
Setelah batu gua sudah terbuka lebar-lebar para manusia yang ada di dalam nya seketika langsung berhamburan keluar.
__ADS_1
"Dimana pemimpin kalian?! suruh dia keluar!" teriak Felix.
Dan tidak perlu menunggu lama Helen pun langsung keluar dari gua, "Sudah lama tidak bertemu, Felix. Apa salah kami hingga kamu memporak porandakan tempat tinggal kami?"
Felix begitu sangat terkejut ketika menerima aura vampir yang terpancar dari Helen, karena bagaimana pun dahulu Helen adalah seorang manusia seutuhnya, tapi ia tidak tahu penyebab Helen berubah menjadi seorang vampir.
Namun walaupun dahulu Helen adalah sosok yang paling ia sayangi akan tetapi sekarang Felix sudah menganggap nya sebagai penghianat karena seharusnya setelah ia berubah menjadi vampir ia harus kembali ke lingkungan bangsa vampir bukan malah masuk ke dalam Kaum manusia.
"Tidak kusangka ternyata kamu pergi mungkin karena kamu yang sudah menjadi vampir bukan? cih lalu kenapa kamu harus menyatukan diri dengan mereka?" ujat Felix.
"Bagaimanapun dahulu aku adalah seorang manusia, dan aku adalah salah satu pendeta suci yang harus mereka miliki, jadi jangan harap aku akan bergabung dengan bangsa sampah mu itu," jawab Helen dengan tegas.
Felix yang sudah terbakar emosi tak kuasa menahan amarahnya lagi, dan dengan segera ia langsung menyerang Helen dari arah depan, akan tetapi tidak sampai di situ saja Adrian dengan sigap langsung menghadang serangan Felix itu menggunakan perisai.
"Sebaiknya kamu pergi!" bentak Adrian.
Melihat penampilan Adrian yang memakai jubah hitam Felix langsung dapat mengenalinya bahwa dirinya adalah sosok pria berjubah hitam yang kemarin ada di dalam pesta, "Kamu! kamu yang sudah melukai Cassandra, aku tidak akan mengampunimu!"
"Apa? Cassandra terluka?" tanya Adrian yang seketika menjadi khawatir.
"Adrian! segera pergi dari sini! amankan beberapa orang untuk pergi dari tempat ini, setelah itu cepatlah kembali, dan sekarang serahkan saja pangeran vampir itu kepadaku," ujar Helen.
Mau tidak mau Adrian harus menuruti apa yang di katakan oleh Helen, karena bagaimana pun Helen adalah pemimpin kaum manusia, "Baik, bertahanlah sebentar."
__ADS_1
Bersambung .....