Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 30 : Putri Sang Mantan Panglima


__ADS_3

Tidak lama kemudian kereta jemputan Vivian datang, dan seorang pelayan pria membukakan pintu kereta untuk Vivian.


"Silahkan masuk nona Vivian," ucap sang pelayan.


Vivian pun masuk kedalam kereta kuda tersebut, "Terimakasih."


Setelah itu sang pelayan bertanya tentang kondisi fisiknya sekaran, karena beberapa hari yang lalu ia sempat jatuh sakit.


"Bagaimana dengan kondisi nona sekarang? apakah sudah baik-baik saja?" tanya sang pelayan.


Vivian melirik sinis kearah sang pelayan, "Itu bukan urusan mu! cepat jalankan kereta kudanya, aku ingin segera pulang."


"Baiklah," jawab sang pelayan yang dengan segera menjalankan kereta kudanya. Ia hanya dapat terdiam ketika melihat raut wajah Vivian yang begitu terlihat jelas bahwa dirinya sangat tidak suka dengan pertanyaan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vivian Lancarlos adalah nama lengkap dari nama Vivian, ia adalah putri dari seorang panglima tempur terdahulu. Carlos Lanbian adalah salah satu panglima besar diantara kelima panglima tempur lainnya, ia di lantik menjadi panglima pada saat peperangan pertama dimulai.


Namun sayang nya semua perjuanganya itu seketika hancur di karenakan seorang wanita, ia di anggap sebagai pengkhianat dan diasingkan di dalam penjara dalam kurung waktu tujuh tahun lamanya.


Hal yang membuatnya berada di dalam penjara yaitu karna dirinya yang sempat menyembunyikan seorang wanita dari golongan kaum manusia, dan lebih parahnya wanita itu ternyata seorang pendeta suci dari kaum manusia yang pada saat itu sedang terluka parah.


Pendeta suci itu bernama Miri Amalthea, ia adalah kakak dari ibu Cassandra dan juga Helen. Miri adalah anak pertama dari tiga bersaudara, kedua orang tua Miri meninggal dunia pada saat ia berusia tujuh belas tahun, sedangkan adik-adik nya berusia lima belas tahun dan juga tiga belas tahun.

__ADS_1


Pada saat itu peperangan sedang sangat ricuh-ricuhnya, Miri berhasil melarikan diri dari medan perang walaupun pada saat itu perutnya sedang terluka parah. Ditengah-tengah hutan yang rimbun ia menemukan sebuah rumah yang terlihat terbengkalai, dan ia pun memutuskan untuk bersembunyi di dalam rumah itu sambil menyembuhkan lukanya.


Miri yang sudah tak kuasa menahan sakit terurama di perutnya dengan segera langsung masuk kedalam rumah tersebut, namun betapa terkejutnya ia ketika melihat isi rumah yang begitu rapi, berbanding balik dengan kondisi luar rumah.


"Apakah rumah ini ada penghuninya? jika memang ada aku pasti akan sangat berterimakasih padanya," gumam Miri, ia sempat berfikir bahwa pemilik rumah tersebut sepertinya memiliki ide kamuflase yang sangat baik untuk menipu seseorang.


Tiga puluh menit kemudian, seorang pria masuk kedalam rumah tersebut dan ternyata pria itu adalah Carlos, ia begitu sangat terkejut ketika mendapati seorang wanita cantik sedang tertidur pulas di tempat tinggal sementaranya.


Carlos menatap dalam kearah Miri, "Si-siapa wanita ini? kenapa ia bisa menemukan rumah persembunyian ku ini?"


Miri yang menyadari akan kehadiran seseorang dengan segera membuka kelopak matanya, ia cukup terkejut karena di hadapanya sekarang berdiri seorang pria yang sedang menatapnya.


Miri menundukan kepalanya untuk memberi hormat, "Apakah kamu pemilik rumah ini? kamu tenang saja aku tidak mencuri apapun disini, aku hanya menumpang beristirahat."


"Tidak usah tu ... Agrhh !" luka di perut Miri masih belum sembuh total akan tetapi ia malah memaksakan diri untuk berdiri, untung saja Carlos langsung menahan tubuhnya agar ia tidak terjatuh.


Heup ...


"Duduklah, istriku sudah tiada empat bulan yang lalu, jadi kamu jangan merasa sungkan, tunggu sebentar aku akan membawakan mu pakaian," ujar Carlos sambil mendudukan Miri secara berlahan.


"Eumm baiklah," padahal Miri hanya tidak ingin merepotkan nya saja, bukan berfikir kearah bahwa istrinya akan marah jika pakaian miliknya di pinjamkan ke wanita lain.


"Dia cukup kritis, istrinya sangat beruntung memiliki seorang suami sepertinya," gumam Miri.

__ADS_1


Lima menit kemudian Carlos membawakan beberapa pakaian dan juga peralatan pengobatan, "Apakah perutmu yang terluka?"


Miripun membukakan kain yang membelit perutnya, karena ia tidak bisa berbohong bahwa memang perutnyalah yang terluka paling parah.


"Perutku tertusuk pisau beracun milik bangsa vampir," ujar Miri.


Carlospun meminta izin untuk mengobati luka di perutnya, karena ia tahu penawar racun dari pisau beracun itu, dan Miripun mengizinkan Carlos untuk mengobati perutnya.


Carlos cukup kagum dengan pengetahuan nya tentang bagaimana caranya menahan darah, tapi ia mulai keheranan mengapa Miri masih bisa bertahan yang padahal dirinya hanyalah manusia biasa.


Setelah beberapa saat kemudian, pengobatan herbal yang digunakan Carlos pada Miri ternyata berhasil. Miri sudah mulai merasa bahwa perutnya sudah sedikit tidak terasa sakit, dan ia pun sudah mulai bisa meregenerasi tubuhnya kembali dengan menggunakan kekuatan nya.


Carlos begitu sangat terkejut ketika melihat kekuatan yang dimiliki oleh Miri, ia pun mulai menyadari bahwa wanita yang ada di hadapan nya itu adalah bukan manusia biasa melainkan seorang pendeta suci.


"Ka-kamu ...."


"Iyah kamu benar, aku adalah pendeta suci, apakah sekarang kamu berubah fikiran? dan akan mencoba membunuhku seperti vampir lain?" tanya Miri dengan raut wajah yang sedikit murung.


Carlos terdiam sesaat, lalu menjawab, "Tidak, tapi tinggalah disini sampai lukamu sembuh, setelah itu kamu boleh pergi."


Miri sedikit terkejut dengan respon yang diberikan oleh Carlos padanya, akan tetapi entah kenapa Miripun langsung mempercayai Carlos tanpa rasa curiga sedikitpun, karena ia tahu bahwa raut wajahnya mencerminkan sebuah ketulusan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2