Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 21 : Pelarian Diri


__ADS_3

"Aku harus segera keluar dari asrama ini!" gumam Cassandra sambil terus berlari.


Hey ... !!!


Teriak beberapa murid yang masih mengejar Cassandra, "Berhenti! jangan sampai kami harus melemparimu benda keras!"


"Dasar tawanan darah tidak tahu diri! berani-beraninya ia masih belajar di asrama ini, cepat berhenti!" teriak mereka sambil terus berusaha mengejar Cassandra.


Dengan sekuat tenaga Cassandra terus berlari kearah gerbang asrama, dan setelah beberapa saat yang menegangkan ia akhirnya berhasil keluar dari asrama.


Tanpa fikir panjang Cassandra langsung berlari kearah hutan, agar murid-murid yang sedang mengejarnya itu kehilangan jejaknya.


"Sial! dia malah lari kearah hutan, sudahlah sebaiknya kita kembali ke dalam asrama," ujar salah satu dari mereka yang akhirnya menyerah untuk mengejar Cassandra. Merekapun lebih memilih untuk segera kembali ke dalam asrama.


Huft ... huft ...

__ADS_1


"A-apakah mereka sudah berhenti mengejarku?" gumam Cassandra dengan nafasnya yang masih terengah-engah.


"Fyuh ... sekarang aku aman, tapi dimana ini?" ujar Cassandra sambil melihat ke sekeliling nya.


Asrama seketika langsung heboh dengan kabar yang mulai tersebar luas begitu sangat cepat. Lucas yang kebetulan sedang berada di asrama mendengar berita itu dari anak-anak yang ada di sana.


"Hey tau gak gadis kelas dua belas yang bernama Cassandra? ternyata dia adalah tawanan darah milik pangeran Felix, sangat mengejutkan," ucap salah satu murid perempuan yang sedang bergosip.


Lucas yang diam-diam mendengarkan percakapan para murid perempuan itu sangat terkejut, "Mengapa identitas baru Cassandra bisa terbongkar?"


"Iyah ih ... dengar-dengar dia melarikan diri ke arah hutan, apa dia nggak takut yah ke hutan sendirian? apalagi hutan itu terhubung langsung dengan hutan kematian, kalo aku sih fikir-fikir dulu," saut murid perempuan lainnya.


"Hutan itu sangat berbahaya bagi seluruh kaum manusia, karena disana terdapat banyak tumbuhan yang sangat beracun bagi tubuh manusia. Menghirup aroma bunga yang ada di sana pun bisa membuat mereka langsung kejang, aku harus segera menyelamatkannya!" gumam Felix sambil terus berjalan dengan tergesa-gesa menuju pintu keluar asrama.


Di sisi lain Cassandra terus berjalan mengikuti aliran air sungai yang ada di sana, dan ternyata hal mengejutkan pun terjadi, di tepi air terjun terdapat batu besar yang di tengah nya terdapat seorang wanita bercadar yang sedang duduk di atas batu tersebut.

__ADS_1


Di kedua tangan wanita itu mengalir air yang begitu jernih dan tercium aroma wanginya, wanita itu sangat terkejut ketika melihat Cassandra yang berada di hadapan nya.


"Mengapa kamu bisa masuk ke dalam hutan ini?!" tanya wanita itu dengan sedikit membentak.


"A-aku ..." wanita tersebut dengan segera turun dari batu besar itu, dan langsung menarik tangan Cassandra untuk segera mengikutinya.


"Cepat ikuti aku! hutan ini sangat berbahaya bagi manusia, mengapa kamu begitu berani masuk ke dalam hutan kematian ini? dasar gadis bodoh."


Wanita itu dengan segera membawa Cassandra pergi dari hutan kematian, ia terus menerus menggenggam tangan Cassandra seolah ia tidak ingin kehilangan Cassandra.


"Siapa kamu ini? kamu begitu menawan duduk di atas batu itu, lalu kekuatan apa yang kamu miliki tadi?" tanya Cassandra yang masih terpukau dengan hal yang ia lakukan.


"Jangan banyak bicara! cepat turuti apa yang aku perintahkan, sekarang kamu harus terus berjalan hingga aku kembali memerintahkan kamu untuk berhenti."


Wanita itu terlihat tidak asing di matanya, seolah-olah dia pernah bertemu dengan nya akan tetapi dimana? tangan nya begitu lembut, dan juga genggaman tangan nya yang begitu nyaman, sebenarnya siapa wanita ini? dia sungguh-sungguh membuatku merasa terlindungi.

__ADS_1


Bersambung .....



__ADS_2