Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 26 : Elios


__ADS_3

Sesampainya mereka di istana, Felix yang sudah terbangun dari tidurnya dengan segera meminta Cassandra untuk menemani nya melanjutkan tidur di kamarnya.


Cassandra sedikit gugup di karenakan hal yang baru saja terjadi di dalam kereta kuda, dan raut wajahnya pun masih terlihat sangat tegang.


"Ayo Cassandra, temani aku tidur di kamar," ujar Felix sambil menarik tangan Cassandra.


Pipi Cassandra langsung terlihat merah di karnakan dirinya yang tersipu malu, "Ba-baiklah."


Setelah mereka sampai di kamar, Felix dengan segera menutup pintu kamarnya, dan menguncinya dari dalam.


Ceklek ...


"Eh? kenapa di kunci?" tanya Cassandra.


"Aku sedang tidak ingin di ganggu, jadi ayo temani aku beristirahat," jawab Felix.


Dirinya langsung berbaring lebih dulu di atas ranjang agar Cassandra tidak merasa enggan untuk tidur di sisinya, Entah apa yang di fikirkan oleh pangeran vampir satu ini, setelah mengunci pintu, sekarang ia malah mengajak Cassandra untuk tidur bersama.


"Apa yang kamu lihat? sini tidur bersamaku."


"E-eh iyah-iyah," Cassandra langsung menghampiri Felix, dan tidur di sisinya.


Srett ...


Felix langsung memeluk tubuh Cassandra, "Aku ingin seperti ini hingga aku bangun, okay? jangan pernah lepaskan pelukan ku dari tubuh mu."


Wajah Cassandra lagi-lagi memerah karna Felix, "E-eumm ... baiklah."

__ADS_1


Tuk ... tuk ... !!!


"Tuan! ada berita yang harus saya sampaikan," ucap pengawal yang berada di luar kamar.


Fyuh ...


Felix menghelas nafasnya, "Baru saja aku akan beristirahat. Ada apa?!"


"Di luar gerbang istana ada seorang anak laki-laki yang memaksa kami untuk dapat menemui mu," jawab pengawal tersebut.


"Elios!" ujar Cassandra.


"Baiklah, suruh dia masuk ke istana, dan katakan padanya untuk menunggu sebentar," jawab Felix.


"Baik Tuan!" pengawal tersebut dengan segera langsung pergi setelah mendengar jawaban Felix.


"Tenanglah ... kamu jangan takut untuk menemui adikmu sendiri, bagaimanapun kamu ini adalah kakaknya yang paling berharga, jadi dia tidak mungkin marah padamu, percayalah," jawab Felix sambil mengusap kepala Cassandra dengan halus.


"Eumm ... baiklah."


Ternyata benar anak laki-laki yang ada di depan gerbang istana adalah Elios yang sedang berusaha untuk menemui kakaknya, karena ia telah mendengar semua berita itu dari perawatnya.


"Aku minta tolong kepadamu untuk menemukan ku dengan kakak ku, aku mohon! aku ini adiknya," ujar Elios yang terus memohon kepada pengawal yang menjaga gerbang.


Tidak lama kemudian pengawal yang baru saja menemui Felix datang dan memperbolehkan nya untuk masuk, lalu memintanya untuk menunggu sebentar.


"Biarkan dia masuk, pangeran memperbolehkan nya untuk masuk dan menunggu di dalam istana," ujar pengawal itu.

__ADS_1


"Te-terimakasih banyak!" seru Elios dengan raut wajahnya yang berseri-seri.


Elios begitu sangat menghawatirkan Cassandra, karena ia adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki, maka oleh sebab itu ia memberanikan diri untuk datang ke istana vampir untuk memastikan keadaan nya baik-baik saja.


Tidak perlu menunggu lama Cassandra dan Felix segera turun ke bawah untuk menemui Elios. Tangis Cassandra tidak bisa ia tahan lebih lama ketika melihat adiknya berada di hadapan nya.


"Elios!" teriak Cassandra.


Elios langsung melirik ke arah sumber suara Cassandra, dan berlari menghampiri nya, "Kakak!"


"Apakah kamu baik-baik saja? aku sangat takut jika ada hal buruk yang menimpamu," ujar Elios sambil memeluk erat tubuh Cassandra.


"Tenanglah aku baik-baik saja, karena selama ini aku selalu di jaga olehnya," jawab Cassandra sambil melirik ke arah Felix.


"Ta-tapi mengapa kakak bisa menjadi tawanan darah pangeran Felix?" tanya Elios dengan sedikit rasa takut yang terselup di dalam hatinya.


"Karena aku yang menyelamatkan hidupnya dari serangan vampir di cell tahanan pada saat itu, dan lagi pula aku tidak sering menghisap darah nya, jadi kamu tenang saja," ujar Felix yang secara tiba-tiba langsung menjawab pertanyaan Elios.


"Apakah kamu membenciku Elios?" tanya Cassandra.


Elios menatap ke arah Felix, lalu ia menundukan kepalanya, "A-aku tidak akan pernah membenci kakak sampai kapan pun, jika itu memang pilihan yang kakak pilih, lalu aku bisa apa?"


Ternyata bayangan Cassandra bahwa Elios akan membencinya itu salah, karena hal itu berbanding balik dengan pemikiran Elios. Ia adalah seorang adik yang selalu menghargai segala keputusan dan juga pendapat dari kakaknya, akan tetapi ia hanya menghawatirkan keadaan kakaknya yang sangat ia sayangi.


Elios rela melarikan diri dari pondok hanya untuk memastikan kondisi Cassandra, ia hanya ingin Cassandra baik-baik saja, walaupun sekarang dirinya adalah tawanan darah milik Felix.


Bersambung .....

__ADS_1



__ADS_2