Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 27 : Apakah Kalian Jatuh Cinta?


__ADS_3

Cassandra sangat terharu dengan perkataan yang di ucapkan oleh adiknya itu, "Elios ... kamu memang benar-benar sudah dewasa, aku sangat sayang padamu."


Elios tersenyum pada kakaknya, "Kakak, kamu kemana saja selama ini? hingga baru tahu aku sudah dewasa."


Sebagai adik laki-laki yang baik Elios akhirnya memberanikan diri untuk bertanya seputar kakaknya kepada Felix.


"Pangeran Felix, kamu memperlakukan kakak ku dengan baikan? lalu bagaimana dengan kesehatan nya selama ini? apakah dia pernah sakit?" tanya Elios dengan tergesa-gesa.


Cassandra seketika menjadi sangat panik ketika Elios mempertanyakan semua hal itu, "Apakah kamu bisa tenang sedikit Elios? Felix memperlakukan ku dengan sangat baik, aku sempat sakit tapi itupun gak lama kok, jadi kamu tenang aja."


Felix tersenyum tipis ketika Cassandra mencoba untuk membela namanya di hadapan adiknya, "Apa yang di katakan oleh kakak mu itu benar, tapi ada sebagaian yang salah. Jujur saja aku pernah menyakitinya pada saat gigitan pertama ku di lehernya, dan pada saat ia mengetahui berita palsu tentang pertunangan ku."


"Felix! soal berita itu sama sekali tidak menyakitiku, jadi kamu seharusnya tidak mengatakan nya," ujar Cassandra.


"Tapi kamu menangis," saut Felix.


"Apakah kalian saling mencintai? atau salah satu dari kalian ada uang sedang jatuh cinta?" tanya Elios secara tiba-tiba di karnakan dirinya yang melihat kedekatan Cassandra dan Felix.


"Tidak!" jawab spontan mereka berdua secara bersamaan.


Elios sedikit terkejut dengan jawaban mereka, akan tetapi walaupun mereka berkata tidak ia bisa menilai dari raut wajah mereka.


"Hahaha ... baiklah-baiklah," ujar Elios yang tertawa ketika melihat mereka yang seketika menjadi canggung.


"Ah sudah-sudah sebaiknya kita makan dulu," ujar Cassandra yang mengalihkan topik.


"Jadi siapa tuan rumah di istana ini? aku atau kamu Cassandra?" jawab Felix.


Elios merasa kedekatan mereka itu tidaklah biasa, bukan seperti hubungan tuan dan tawanan nya, ataupun seorang teman biasa, ia merasa bahwa diantara mereka ada perasaan yang belum bisa tersampaikan.


"Apakah semuanya akan baik-baik saja jika seorang pangeran vampir jatuh cinta kepada manusia biasa?" gumam Elios di dalam hatinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya tiga hari setelah hari itu. Cassandra seperti biasa berangkat ke asrama untuk belajar, walaupun rasanya ia masih takut akan tetapi tiga hari yang lalu Lucas sudah memerintahkan para murid untuk tidak menggunjing, jadi Cassandra sedikit lega.


Fyuh ...


"Setidaknya aku bisa belajar dengan tenang, setelah lulus dari asrama aku akan mencoba untuk membujuk Felix agar ia bisa melepaskan ku," gumam Cassandra.


Ketika Cassandra mulai memasuki gerbang asrama, semua orang yang melihatnya seperti biasa saja, dan juga tidak terlihat tanda-tanda rasisme kepada Cassandra. Namun ada yang berbeda hari ini, karena hampir semua murid di asrama sedang membicarakan murid baru.


"Eh katanya murid baru itu ganteng bangetloh! aku tahu dari teman kelas sebelah, katanya dia sudah melihatnya secara langsung," ucap salah satu murid perempuan yang sedang membicarakan murid baru tersebut.


"Raut wajah tampan belum tentu bisa berantem, betul nggak?" jawab murid laki-laki.


"Betul-betul," saut murid laki-laki yang lainnya.


"Cih yaudah sih ... lihat saja nanti."


Waktu masuk kelas pun datang, beberapa menit sebelum guru masuk tiba-tiba seluruh murid perempuan di kelas Cassandra melihat kearah jendela untuk melihat murid baru itu.


"Astaga! astaga! dia ternyata benar-benar sangat tampan!" teriak salah satu teman sekelas Cassandra.


"Kira-kira dia masuk kelas mana ya? aku sangat tidak sabar," saut murid perempuan yang lainnya.


Cassandra melirik kearah teman sekelasnya yang secara tiba-tiba langsung terobsesi dengan murid baru tersebut, "Sebenarnya apa hebatnya murid baru itu? hingga mereka sampai seperti itu, bodo amatlah akupun nggak peduli."


Cassandra terus menerus bersikap dingin hingga sepuluh menit kemudian wali kelas mereka datang ke dalam kelas untuk memperkenalkan murid baru itu, yang ternyata bergabung di kelas yang sama dengan Cassandra.


"Anak-anak semuanya, kelas kita kedatangan murid baru, ayo perkenalkan nama mu," ujar wali kelas mereka yang meminta murid baru tersebut memperkenalkan diri.


Semua murid seketika langsung menjadi ricuh dengan kedatangan murid baru tersebut, akan tetapi berbeda dengan Cassandra yang hanya terdiam dan fokus untuk membaca buku-buku pelajaran tanpa melirik ke arah depan sedikitpun.

__ADS_1


"Halo semuanya, perkenalkan namaku adalah Adrian Orfias, mohon bantuannya."


Betapa terkejutnya Cassandra ketika mendengar suara Adrian, Cassandra langsung melirik kearah depan, dan benar saja itu adalah Adrian yang ia kenal, "A-Adrian?! dia sekolah di asrama ini?"


Adrian juga melirik ke arah Cassandra dan menatapnya sebentar, lalu wali kelas mereka pun menyuruh Adrian untuk duduk di bangku yang masih kosong, semua murid wanita di kelas berharap Adrian duduk di sebelah nya, akan tetapi bangku di sebelah Cassandra pun masih kosong.


Adrian berjalan menuju ke arah bangku Cassandra, dan setelah itu langsung duduk di sebelah Cassandra, "Aku sudah memutuskan untuk duduk di sini."


"Baiklah Adrian, semoga kamu betah di kelas ini, silahkan lanjutkan ke mata pelajaran selanjutnya," ujar sang wali kelas.


Hanya dalam waktu beberapa detik saja Cassandra langsung di tatap sinis oleh seluruh murid perempuan di kelasnya.


"Cih kenapa harus duduk di samping tawanan darah pangeran Felix?" bisik salah satu murid.


"Iyahh padahal aku sudah berharap dia akan duduk di samping ku," saut yang lainnya.


Cassandra membisik kepada Adrian, "Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu malah duduk di sini?"


"Aku hanya ingin duduk di dekatmu, agar aku bisa menjaga mu dari para vampir," jawab Adrian yang juga berbisik.


Cassandra tidak menjawab apapun lagi setelah itu, ia pun sama sekali tidak mengajak Adrian mengobrol sepanjang perlajaran berlangsung. Cassandra masih merasa di buat sangat terkejut oleh kedatangan Adrian, karena ia tidak pernah menyangka bahwa Adrian akan bergabung ke asrama yang sama dengan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga hari yang lalu Helen sedang berusaha berfikir keras bagaimana caranya agar dirinya bisa mengetahui rencana bangsa vampir, hingga pada akhirnya ia pun memiliki ide untuk memasukan Adrian ke asrama yang sama dengan Cassandra.


Ia juga berfikir, jika dengan begitu dirinya bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus yaitu dapat menjaga Cassandra dari jarak yang dekat, dan juga Adrian bisa diam-diam menyelidiki rencana Felix tanpa di curigai.


Bersambung .....


__ADS_1


__ADS_2