
"Hentikan penyerangan ini, setelah itu berdamailah dengan kaum manusia, dan hilangkan semua dendam mu itu, kita buat cerita baru dalam sejarah," jawab Cassandra.
"Aku tidak bisa, karena aku adalah pewaris dari tahta tertinggi vampir yaitu vampir bulan merah, aku tidak ingin mengecewakan rakyatku," ujar Felix yang menolak mentah-mentah permintaan Cassandra.
"Jadi keputusan mu adalah lebih baik membuatku kecewa?"
"Cassandra, kamu juga membuatku kecewa," ujar Felix dengan sorot matanya yang kembali berubah warna menjadi merah.
"Yasudah kalo begitu bunuh aku sekarang! aku merasa sangat tidak berguna dalam kehidupan ini," bentak Cassandra.
"Baiklah kalo kamu ingin aku bunuh," ujar Felix yang dengan seketika langsung berada di belakang Cassandra.
"Cassandra!" teriak Adrian.
Sebuah pelindung langsung menutupi sekeliling Felix dan Cassandra, itu semua sengaja Felix gunakan karena ia tidak ingin seorang pun mengganggu nya dengan Cassandra.
"Apakah kamy sudah siap?" tanya Felix.
"Cepat bunuh saja aku!" jawab Cassandra.
Bluss ...
__ADS_1
Glek ... Glek ...
Felix malah menancapkan kedua taringnya itu ke dalam leher Cassandra, dan ia pun menghisapnya dengan sangat leluasa seperti seseorang yang sedang merasa sangat kehausan.
"A-argh ... !!!" teriak Cassandra yang kesakitan.
"Bajingan! cepat lepaskan Cassandra!" teriak Adrian sambil mencoba untuk memecahkan pelindung yang di buat oleh Felix.
Singkatnya setelah Felix puas meminum darah Cassandra, dengan segera ia langsung menghilangkan pelindung itu, dan kembali memulai peperangan dengan beberapa manusia yang masih bertahan untuk melawannya berserta pasukan nya.
"Lanjutkan! sudah tidak ada kompromi lagi diantara kita," teriak Felix yang langsung memberi perintahnya kepada seluruh pasukan nya.
"F-Felix mengapa kamu malah melukai hatiku seperti ini?" ucap Cassandra sambil memegangi kalung pemberian dari Felix.
"Cassandra! ayo pergi kesebelah sana, biar aku hadapi mereka setelah aku membawamu ke tempat yang lebih aman bersama Helen," ujar Adrian yang dengan sigap langsung memapah Cassandra.
"Tidak perlu membawaku, bawa saja Cassandra. Ayo kita serang mereka bersama," ujar Helen yang secara tiba-tiba kembali bangkit dari keterpurukan nya.
Adrian tersenyum kepada Helen, "Baiklah, tunggu aku."
Namun sayang nya di tengah-tengah perjalanan Felix tiba-tiba menghadang Adrian untuk membawa Cassandra pergi, mereka sempat adu pedang terlebih dahulu akan tetapi mereka langsung berhenti ketika Cassandra yang tiba-tiba menghalangi Felix untuk menebaskan pedang nya kearah Adrian sehingga dengan tidak sengaja Felix malah membuat luka di punggung Cassandra.
__ADS_1
"Argh ! cepat bawa aku pergi dari sini, vampir ini benar-benar sudah gila," ujar Cassandra sambil menahan rasa sakitnya.
"Cassandra ... maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja melakukan nya," ujar Felix dengan raut wajahnya yang seketika menjadi khawatir.
"Cepat bawa aku pergi!" bentak Cassandra.
Dengan segera Adrian pun langsung menggendong tubuh Cassandra untuk ia bawa pergi menjauh dari Felix, dan Felix pun membiarkan mereka pergi begitu saja tanpa dirinya yang berusaha mengejar mereka lagi, karena Felix berfikir bahwa perkataan Cassandra ada benarnya juga.
"Cassandra benar, aku memang seorang vampir yang sudah gila, jadi sebaiknya ia di jauhkan dari sisiku terlebih dahulu, agar aku tidak melukainya lagi," gumam Felix.
Namun bagaimana pun hati tidak pernah bisa di bohongi, Felix merasa sangat cemburu ketika melihat Cassandra yang di gendong oleh pria lain di hadapan nya, dan ia pun merasa sangat kecewa karena Cassandra lebih memilih untuk pergi meninggalkan nya karena luka yang ia buat, padahal luka sayatan pedang tersebut tidak sengaja ia lakukan.
Singkatnya Felix akhirnya kembali ke medan peperangan, ia juga mulai menikmati peperangan tersebut dan merasa sangat puas karena telah meratakan seluruh kaum manusia pemberontak, akan tetapi sayang nya ia kehilangan jejak Helen yang sama-sama di selamatkan juga oleh Adrian.
"Pria berjubah hitam itu kembali membawa Helen, tapi ada baiknya juga, semoga luka Cassandra akan sembuh jika berada di sisi mereka, setelah itu aku akan mengambil Cassandra kembali," gumam Felix yang pada akhirnya memutuskan untuk pulang ke istana tanpa mencari Cassandra terlebih dahulu.
Felix berharap Cassandra akan pulang dengan sendirinya ke istana, namun jika tidak kunjung pulang ia pun akan dengan segera melacak keberadaan nya tersebut.
Cassandra adalah cinta pertamanya, karena pada saat sebelum-sebelum nya ia tidak pernah merasakan cinta kepada orang lain selain ibu dan ayahnya, maka oleh sebab itu Felix sangat takut kehilangan Cassandra.
Bersambung ....
__ADS_1