
Kini Felix mengetahui bahwasanya Cassandra adalah target kaum manusia berjubah hitam untuk dapat menghianatinya, mereka akan terus berusaha menghasut Cassandra hingga mereka mendapatkan informasi penting tentang istana.
Satu-satunya hal yang ia takutkan adalah Cassandra akan di culik oleh para manusia berjubah hitam itu, maka sejak hari itu Felix akan semakin mengetatkan menjagaan Cassandra.
Setelah pria berjubah hitam itu pergi Cassandra pun bertanya pada Felix, "Sebenarnya apa yang akan mereka perbuat padaku? apakah mereka akan melukai ku juga setelah kejadian ini?"
"Tenanglah ... kamu akan baik-baik saja selama ada di dalam istana," jawab Felix sambil mengusap halus kepala Cassandra, dan matanya yang menatap ke arahnya dengan begitu tulus.
Namun ketika Lucas mendengar kata-kata penenang yang di ucapkan oleh Felix untuk Cassandra, entah kenapa rasanya ia masih merasa bersalah padanya, karena dirinya yang telah lengah menjaga Cassandra, dan membiarkan nya sendirian pada saat itu.
"Yang mulia tuan Felix! mohon maafkan saya atas semua kelalaian yang telah saya perbuat," ujar Lucas yang secara tiba-tiba berlutut di hadapan Felix.
Cassandra cukup terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Lucas, karena tingkahnya yang begitu sangat formal padanya. Namun berbanding balik dengan Felix, karena ia sudah terbiasa dengan sikap Lucas yang seperti ini, salah satu alasanya melakukan hal ini adalah ketika dirinya sedang merasa bersalah pada Felix.
"Berdirilah Lucas, kamu tidak bersalah atas kelalaian apapun, dan aku sama sekali tidak kecewa padamu, karena tindakan mu aku jadi tahu motif rencana busuk para kaum manusia itu," jawab Felix sambil memegang pundak sahabat kecilnya itu.
"Felix, mengapa kamu selalu berkata bahwa aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun? sejak kecil kamu selalu begitu," ujar Lucas.
Felix memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat, "Kita bukan lagi anak kecil, tapi memang benar keputusan mu pada saat itu memang langkah yang tepat."
Lucas selalu di buat terkagum-kagum dengan sifat rendah hati yang dimiliki oleh Felix. Dahulu ketika mereka masih kanak-kanak Felix selalu membela Lucas dikala anak-anak vampir lain sedang membully nya, hingga pada usia Felix menginjak tujuh belas tahun dirinya membawa Lucas ke istana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selepas itu Felix memutuskan untuk pergi ke asrama untuk melaporkan beberapa hal kepada para dewan dengan kejadian yang baru saja terjadi di istana, akan tetapi Lucas tidak membersamai Felix dan Cassandra di karenakan dirinya yang ingin berlatih keahlian pedang nya agar dapat lebih di andalkan oleh Felix.
__ADS_1
"Ayo Cassandra kita harus segera menuju asrama atau tidak kamu akan terkena hukuman," ujar Felix.
"Tenang saja ... karna di sisiku ada pangeran Felix yang akan membelaku," jawab Cassandra.
"Jika terus seperti itu apakah kamu tidak takut identitas barumu terungkap? ayo cepat!"
"Ahh ... kamu ini," ujar Cassandra dengan raut wajah yang mengeluh.
"Felix ... hari ini aku tidak ikut bersamamu, aku sedang ingin berlatih pedang hari ini," ujar Lucas.
Felix tahu betul bahwa sahabatnya itu hanya ingin menenangkan diri bukan untuk berlatih pedang saja, tanpa basa basi Felix pun langsung memberikan izin padanya, dan merekapun berangkat menuju ke asrama tanpa di dampingi oleh Lucas.
Singkatnya hari yang cerah pun telah berubah menjadi gelap, Felix dan Cassandra belum juga pulang di karenakan mereka yang berkunjung terlebih dahulu ke pondok rehabilitas kesehatan untuk melihat kondisi adiknya Cassandra.
Namun di sisi lain tempat, Lucas yang sedang berlatih keahlian pedang nya di halaman khusus dirinya dan Felix berlatih secara tiba-tiba di menghampiri manusia berjubah hitam dengan membawa senjata berupa tombak, dan ternyata dia adalah manusia yang sama dengan yang tadi pagi Felix tusuk perutnya, akan tetapi kini ia terlihat baik-baik saja.
"Siapa kamu?! berani-beraninya menyusup ke dalam lingkungan istana," benyak Lucas.
"Wah wah ... lihatlah ada makhluk keturunan campuran disini, mengapa kamu tidak bergabung saja dengan kami? karna kamu lebih cocok menjadi manusia di bandingkan vampir, hahaha." jawab pria berjubah hitam itu dari atas benteng istana.
"Aku tidak akan pernah bergabung dengan kaum manusia licik sepertimu! karena bagaimanapun aku adalah bagian dari bangsa vampir," jawab Lucas dengan tegas walaupun sebenarnya ia sedikit sedih dengan perkataan nya itu, dan Lucas tiba-tiba teringkat dengan perkataan ayahnya dahulu yang hampir sama persis seperti apa yang dikatakan olehnya.
Namun Lucas menghiraukan semua fikiran nya itu, dan mulai berfokus untuk melawan manusia sombong di hadapan nya itu, "Walaupun aku adalah keturuan campuran, tapi hal itu tidak akan membuatku lemah sepertimu!"
Pria berjubah hitam itu segera turun dari benteng istana, dan langsung menyerang Lucas secara brutal, akan tetapi secepat apapun gerakan yang ia mampu tebaskan ke arah Lucas, tetap saja dirinya itu masih kalah jauh jika di bandingkan dengan kemampuan kecepatan tebasan yang dimiliki oleh Lucas.
__ADS_1
Pertarungan by one itu begitu sangat sengit, hingga mereka bertarung sampai ke atas menara lonceng yang letaknya tidak jauh dari tempat awal mereka bertarung, namun naasnya Lucas sedikit lengah karna ia yang sedang berusaha menahan dirinya agar tidak terjatuh dan pada akhirnya membuat dirinya tidak dapat menghindar dari tusukan belati emas.
Prank ... prank ... !!!
"Kamu boleh saja lebih cepat dariku, tapi apakah kamu bisa mengalahkan kemampuan keseimbangan ku?" ujar pria berjubah hitam itu.
Lucas pun menjadi tahu maksud dirinya memancing nya untuk bertarung hingga ke atas menara, ternyata sebelum nya ia sudah tersudut dan mencari cara lain untuk mengalahkan nya.
"Manusia licik!" ucap Lucas, sambil berpegangan ke seutas tali di sisinya.
"Matilah kamu manusia andalan Felix!" seru pria berjubah hitam itu sambil menusukan belati emas ke arah dada Lucas.
"Cighh ... !! aku adalah vampir bukan manusia! dasar manusia licik!" ujar Lucas sebelum dirinya di dorong oleh manusia berjubah hitam itu.
Walaupun Lucas adalah keturunan campuran, akan tetapi belati emas itu tetap berpengaruh padanya, hingga membuat Lucas seketika lemas karna belati itu sudah menembus tubuhnya.
Wush ...
"Tugasku ... sudah selesai," ucap Lucas dengan mata yang tertutup dan tersenyum sebelum akhirnya tubuhnya menyentuh tanah.
Bruk ... !!
Bersambung ....
__ADS_1