
Keesokan harinya Vivian sedang bersiap-siap untuk berangkat ke asrama, dan seperti biasa Damian selalu mengantarnya akan tetapi sebelum Vivian berangkat ia tiba-tiba panik karena bros pemberian dari ibu sambung nya hilang.
"Damian! Damian!" teriak Vivian dari dalam kamar.
Damian yang mendengarnya dengan segera menghampiri Vivian ke kamarnya, "Ada apa Vivian? apakah kamu terluka?"
"Bukan hiks ... brosku hilang, kamu tahukan itu pemberian dari ibu Miri, bros itu sangat berharga untuk ku," jawab Vivian.
"Sudah jangan menangis, aku akan membantumu mencarinya."
"I-iyah hiks, aku mohon bantu aku."
Damian menatap kedua bola mata Vivian yang sedang berlinang air mata itu dengan sangat dalam, hatinya seolah ikut tergores karena air mata itu.
Damian tahu betul bahwa bros itu sangat berharga untuk Vivian, karena itu adalah barang meninggalan dari ibu sambung nya. Selain bros pemberian Miri, Vivian juga menyimpan sapu tangan rajut milik Isabella, kedua barang itu tidak akan pernah lupa Vivian bawa kemana-mana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah lima belas menit kemudian akhirnya Damian berhasil menemukan bros yang Vivian cari, dan ternyata bros itu berada di meja yang ada di kamar mandi Vivian.
"Astaga ... ternyata bros ini ada di sini. Pftt ... mungkin Vivi lupa membawanya kembali setelah dari kamar mandi," gumam Damian.
Damian pun keluar dari kamar mandi dan menunjukan bros kesayangan Vivian itu di berada tanganya, "Apakah ini yang kamu cari Vivi?"
"Aaa ...!!! Damian, kamu berhasil menemukanya, aku sangat senang, terimakasih!" ujar Vivian, namun saking senang nya Vivian dengan spontan langsung memeluk Damian dengan begitu erat.
__ADS_1
Damian pun dengan berlahan mulai ikut memeluk tubuh Vivian itu, "Syukurlah jika kamu merasa senang."
Namun setelah beberapa detik kemudian Vivian kembali tersadar dan dengan segera melepaskan pelukanya dari tubuh Damian, lalu ia pergi begitu saja dari kamarnya.
"Damian ayo, aku sudah telat," ujar Vivian.
Damian hanya bisa tersenyum, dan merasa bersyukur karena setelah sekian lamanya Vivian baru memeluknya lagi, padahal ketika mereka masih kecil Vivian selalu ingin di peluk olehnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkatnya Vivian pun sudah sampai di asrama, ia merasa begitu sangat senang ketika melihat Cassandra yang sedang berdiri di depan gerbang untuk menunggunya, ia sungguh merasa di istimewakan oleh Cassandra.
"Hai Vivian!" panggil Cassandra.
"Iyah hahaha, aku merasa bosan jika tidak ada kamu, kenapa kamu begitu lama?" tanya Cassandra.
"Barusan aku mencari brosku dulu, jadi lama deh," jawab Vivian.
''Eumm apakah bros itu adalah barang kesayangan mu?" tanya Cassandra.
"Eumm sepertinya begitu karena bros itu adalah pemberian dari ibu sambung ku sebelum dia meninggal," ujar Vivian sambil tersenyum.
"Kalau tidak salah akupun punya bros pemberian dari ibuku tapi sayangnya bros itu di simpan oleh adiku."
"Kamu punya seorang adik? sepertinya kamu harus mengenalkanya padaku," ujar Vivian.
__ADS_1
"Hahaha ... iyah, aku punya seorang adik laki-laki, kapan-kapan aku pasti akan mengenalkan nya padamu. Tapi apakah aku boleh melihat bros kesayangan mu itu?" tanya Cassandra.
"Tentu saja boleh," jawab Vivian sambil membuka tasnya itu untuk mengambil bros tersebut.
"Ini Cassandra," ujar Vivian sambil memperlihatkan bros itu kepada Cassandra.
"Wah cantiknya ... pantas saja kamu tidak ingin kehilangan nya," ujar Cassandra, akan tetapi entah kenapa ia merasa tidak asing dengan bros tersebut.
"Eh Cassandra, sebaiknya kita harus segera ke kelas, jangan sampai telat, ayo!" ujar Vivian sambil menarik tangan Cassandra secara tiba-tiba.
"E-ehh! pelan-pelan, nanti brosnya jatuh."
Cassandra memang merasa tidak asing dengan barang yang bernama bros itu, karena ketika ayahnya masih hidup ia adalah seorang pengrajin perhiasan yang terkenal, Cassandrapun sempat berfikir bahwa bros yang dimiliki oleh Vivian itu mungkin adalah buatan ayahnya juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari dimana Vivian dan Cassandra mulai membuat formula obat yang sudah di tentukan oleh wali kelas mereka, Vivian dan Cassandra berusaha sangat keras demi menghasilkan obat alami yang memiliki hasiat tinggi.
Vivian dan Cassandra memang kombinasi yang sangat tepat untuk mengerjakan tugas kali ini, mereka berdua memang memiliki kemampuan lebih terhadap sebuah pengobatan.
Obat yang mereka buat akan segera di kembangkan di leb dan setelah melewati masa percobaan obat-obat yang mereka buat itu akan segera di pasarkan secara luas.
Bersambung .....
__ADS_1