Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 7 : Bunga Mawar Biru


__ADS_3

Singkatnya matahari pun akhirnya tenggelam menandakan waktu pulang sudah tiba, Felix meminta Cassandra untuk menunggu dirinya di taman hingga asrama sepi, hal itu Felix katakan sebelum mereka berangkat ke asrama tadi pagi.


Cassandra pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Felix, satu jam ia menunggu akhirnya asrama pun sudah sepi, di karnakan sebagian besar siswa dan siswi asrama yang sudah pulang ke rumah-rumah mereka masing-masing, namun ada juga sebagaian besarnya yang tinggal di asrama.


Tidak lama dari itu Felix datang dengan membawakan bunga mawar biru, warna mawar itu sangat serasi dengan dua bola mata Cassandra yang indah.


Felix nyodorkan bunga itu ke arah Cassandra, "Terimalah, bunga ini sudah langka akan tetapi di kebun istana masih terdapat banyak dan sehat, sebab ibuku dahulu sangat menyukai bunga mawar ini, dan ayahku memerintahkan para prajurit untuk membawakan semua bunga mawar biru yang ada di beberapa penjuru."


Dengan tatapan kosong, Cassandra seolah terhipnotis ke dalam bunga itu, "Terimakasih, aku juga sangat menyukai bunga mawar."


Felix sangat senang karna Cassandra mengatakan bahwa ia menyukai hadiah yang ia berikan padanya.


"Ouh ya, tadi pagi ... mengapa kamu mencoba untuk membela ku?" tanya Cassandra, dengan raut wajah polos nya.


"Karna kamu hanya boleh di perintah oleh ku," singkat saja Felix menjawab pertanyaan Cassandra itu, tanpa menyertakan sebuah alasan.


"Eumm ... terimakasih," ucap Cassandra.


Setelah percakapan singkat itu mereka pun segera pulang ke istana dengan menggunakan kereta kuda yang sama, namun sayang nya hal itu tak sengaja di lihat oleh salah satu teman Natasya.


"Sebenarnya apa hubungan yang ada diantara mereka?" gumam nya sambil kebingungan mencari jawaban.


Menurut bangsa Vampir memberikan bunga mawar berwarna biru kepada seorang gadis adalah pertanda bahwa gadis itu miliknya, dan hal itu di sampaikan langsung oleh Sang Raja sendiri yaitu ayah Felix.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai nya mereka di istana, Cassandra dengan segera kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat, matanya terlihat sayu, gadis itu begitu terlihat kelelahan sekaligus sangat penat dengan semua pelajaran yang baru saja ia pelajari di asrama.


Setelah menutup pintu Cassandra menatap bunga mawar yang di berikan oleh Felix padanya, dan ia pun menyimpan nya di meja dekat tempat tidurnya. Sesaat sesudah ia menyimpan bunga itu dengan baik, Cassandra hendak menyicikan air ke dalam gelas akan tetapi ia tidak sengaja menjatuhkan gelas tersebut.


Prank ... !!!


"Astaga! fokus ku hari ini benar-benar kacau, sebaiknya aku segera membereskan kekacauan ini," gumam Cassandra, sambil memunguti setiap pecahan gelas itu.


Namun sayang nya serpihan kaca tersebut malah melukai jari tangan nya, dan entah kenapa ia langsung menangis ketika melihat darahnya itu mulai keluar dari jarinya. Ternyata ingatan Cassandra langsung mengarah pada saat kedua orang tuanya terbantai tepat di depan matanya, dan darah ibunya tidak sengaja terciprat mengenai wajahnya.


Delapan tahun yang lalu ketika Cassandra baru saja menginjak usia sepuluh tahun, dan adiknya Elios delapan tahun. Di malam yang sunyi itu ibunya sedang membacakan sebuah cerita sebelum mereka tidur, akan tetapi kebisingan itupun tiba-tiba terjadi.

__ADS_1


Brak ... !!!


"Keluar! kalian para manusia bodoh!" bentak salah satu Vampir yang telah mendobrak paksa pintu.


Ayah Cassandra mulai sedikit hawatir akan tetapi ia berusaha untuk tetap tenang, "Istriku tenanglah, jaga anak-anak di kamar ini."


"Suamiku ... !" teriak ibu Cassandra.


Ibu Cassandra sangat ketakutan suaminya akan terluka, maka ia pun memutuskan untuk ikut keluar dan memastikan keadaan suami nya akan baik-baik saja.


"Cassandra, ibu mohon jaga adikmu dengan baik, jangan pernah tinggalkan dia sendirian okay? ibu akan segera kembali dengan ayah mu," ujar ibu Cassandra, ia dengan segera langsung menyusul ayah Cassandra ke bawah.


Cassandra yang pada saat itu masih sangat kecil sungguh merasa ketakutan, dan ia sangat kebingungan dengan hal ini, sebenarnya apa yang sedang di lakukan oleh ayah dan ibu di bawah? Cassandra tak henti-hentinya terus menggengam tangan adiknya itu agar ia selalu berada di sisinya.


Suara-suara dentuman pun mulai terdengar, teriakan ibunya pun terdengar hingga ke kamar, dan hal itu semakin membuat suasana mencengkeram. Cassandra kecil pun memutuskan untuk melihat keluar kamar secara diam-diam, dengan terus menggandeng Elios kecil di belakang nya.


Sesampainya Cassandra di bawah ia langsung bersembunyi di belakang sofa, dan beruntung nya ibu mereka melihat mereka, karena takut anaknya terbunuh akhirnya ibu Cassandra berpindah tempat ke sisi sofa.


"Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari kami Vampir?!" teriak ayah Cassandra.


Srak ...


"Suamiku!"


Cassandra yang melihat ayah nya terjatuh, dan berdarah seketika terdiam, "A-ayah ..."


Srak ...


"Kau juga sebagai istrinya sangat tidak berguna! matilah da susul lah suami itu!" sekali lagi para prajurit itu mengambil nyawa orang tuanya, dan cipratan darah ibu Cassandra itu tak sengaja mengenai wajah nya.


Setelah melihat ayah dan ibunya di bantai ia masih bersembunyi di balik sofa hingga para Vampir itu pergi.


"Kakak ... apakah kamu mau melukis sesuatu? wajah mu tertutupi cat warna merah," ujar Elios yang pada saat itu masih begitu polos. Cassandra menangis tersedu, dan langsung memeluk erat tubuh kecil Elios itu.


Arghh ... !!!


Teriak Cassandra dengan begitu keras hingga terdengar ke luar, dan terdengar oleh salah satu pelayan di sana. Pelayan tersebut pun dengan segera melaporkan hal ini kepada sang pangeran.

__ADS_1


Felix dengan segera datang ke kamar Cassandra untuk menenangkan nya, "Cassandra! apa yang telah terjadi?"


Dengan tatapan sendu, dan air mata yang bercucuran, Cassandra melirik ke arah Felix, "Hiks ... hiks ... Felix, aku mohon kembalikan ayah dan ibuku kepelukan ku."


Raut wajah Felix seketika berubah, dan langsung mengerti apa yang sedang Cassandra rasakan. Ia pun berlahan mulai mendekat dan memeluk erat tubuh Cassandra, "Tenanglah, aku di sini ... aku berjanji akan membalaskan penderitaan mu. Tenanglah Cassandra ... aku di sini dan tidak akan pernah meninggalkan mu."


Pelukan hangat yang di berikan oleh Felix itu begitu nyaman dan tenang, hingga Cassandra berhasil di buat tertidur di pangkuan nya.


"Dasar gadis yang lemah," gumam Felix.


Singkatnya keesokan harinya, asrama di liburkan sementara di karnakan keadaan di sekitar yang masih terancam. Para dewan hawatir akan ada banyak korban yang berjatuhan jika asrama tetap di jalankan.


Cassandra terbangun dari tidurnya, kelopak matanya mulai terbuka dan pupil matanya sedikit membesar saat melihat terang nya mentari pagi yang indah. Setelah itu ia langsung menuju ke arah taman untuk menikmati udara segar.


Felix yang melihat Cassandra sedang berada di taman, dengan segera ia mendekat ke arahnya untuk meminta bagian darah nya, "Cassandra hari ini sudah waktunya aku meminta darah mu, ini sudah terlalu jauh dari terakhir kalinya."


"Aku tidak mau," jawab Cassandra dengan raut wajah datar.


"Apa maksud mu?" tanya Felix yang terkejut.


"Aku tidak bisa memberikan darah ku padamu! apakah kamu mendengar itu Pangeran Felix?!" bentak Cassandra yang menolak mentah-mentah permintaan Felix itu.


Felix cukup terkejut dengan sikap Cassandra yang secara tiba-tiba kembali keras di bandingkan hari sebelum nya. Walaupun hal itu membuat Felix sangat tidak senang, akan tetapi Felix mencoba untuk tetap sabar untuk menghadapi sikap nya.


"Baiklah, mungkin hari ini kamu sedang kelelahan dan merasa lemah, sebaiknya kamu pergi ke kamar mu sekarang untuk kembali beristirahat."


"Tidak perlu," jawab singkat Cassandra.


"Eumm ... baiklah. Ouh ya, aku ingin memberitahu mu bahwa hari ini aku akan pergi, dan akan kembali besok pagi, di karnakan ada tugas yang harus aku selesaikan di luar. Jadi apakah kamu bisa menjaga diriku sendiri selagi aku tidak ada di sisi mu?" tanya Felix dengan nada suara lembut.


Namun sayang nya Cassandra hanya terdiam tanpa menjawab ataupun melirik ke arah Felix sedikit pun. Felix sedikit cemas dengan kondisi nya hari ini akan tetapi ia menyerahkan semuanya kepada Lucas untuk menjaga Cassandra selagi ia tiada.


"Baiklah kalo begitu sampai jumpa, jaga baik-baik dirimu selagi aku tidak ada di istana," ujar Felix sambil mengelus halus rambut panjang Cassandra.


Setelah Felix pergi Cassandra tiba-tiba langsung melirik ke arah pintu keluar, ia berharap Felix tidak pergi dan berada di sisinya seperti tadi malam. Namun Cassandra tidak ingin meminta nya, karna ia tahu bahwa Felix akan segera membatalkan kepergian nya jika ia memintanya untuk tetap di istana.


"Berhati-hatilah di perjalanan Felix," gumam Cassandra.

__ADS_1


Bersambung .....



__ADS_2