Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 20 : Identitas Yang Terbongkar


__ADS_3

Calestia menatap ke arah Xenov dengan rasa puas karena ia telah membantunya untuk mempermalukan Cassandra, "Terimakasih kak Xenov."


Namun berbeda dengan Felix yang begitu geram pada kakaknya itu, mengapa ia selalu terlihat seperti itu kepada Cassandra, "Kakak! apa salahnya Cassandra menggunakan tirai gorden kamarnya untuk di jadikan pakaian? kain itu memiliki serat benang emas di dalam nya yang tidak perlu sering di cuci, lalu mengapa kamu malah menyebutnya menjijikan?"


"Ia menggunakan barang-barang istana tanpa izin, maka itulah hukuman untuknya," jawab Xenov.


Raut wajah Felix semakin terlihat suram ketika mendengar jawaban yang di ucapkan oleh kakaknya itu, ia pun dengan segera pergi dari meja makan untuk menyusul Cassandra ke kamarnya.


Felix memerintahkan Lucas untuk memanggil perancang busana istana, dan membawa beberapa pakaian untuk dapat Cassandra pilih


"Lucas cepat panggilkan perancang busana istana untuk datang ke kamar Cassandra," ujar Felix dengan tegas.


"Baik, ia akan segera datang dalam lima belas menit," jawab Lucas yang dengan segera memanggil perancang busana tersebut.


Hiks ... hiks ...


Suara tangis Cassandra terdengar hingga keluar kamar, Felix pun masuk ke dalam kamar Cassandra untuk memastikan keadaan nya, "Cassandra ...."


"Untuk apa kamu kesini! pergi!" bentak Cassandra.


Felix menghampiri Cassandra, dan langsung memeluknya dengan cukup erat, "Tenanglah, aku ada di sini ... kakak ku memang sudah berkata kasar padamu, tapi sebenarnya dia orang baik ko, jadi kamu bersediakan memaafkan nya?"


Cassandra hanya bisa terdiam tanpa menjawab apapun ketika Felix memeluknya.


Tuk ... tuk ...


"Felix ini aku, bolehkah aku masuk?" ucap Lucas dari luar kamar.


"Ya kamu boleh masuk."


Para perancang busana yang di panggil oleh Lucaspun ikut masuk ke dalam, dan mereka membawa beberapa baju yang indah untuk Cassandra.


"Apa ini Felix?" Cassandra yang pada awalnya sedang menangis seketika ia berhenti karena kebingungan.


Felix menatap ke arah Cassandra dan tersenyum, "Aku sengaja memanggil semua perancang busana istana untuk membuatkan mu pakaian, dan juga pilihlah pakaian yang telah mereka bawa."


"Se-semua ini kamu datangkan untukku?" tanya Cassandra.


"Tentu saja," jawab Felix dengan senyuman tulus yang terlukis di wajahnya.

__ADS_1



"Pilih semuanya juga nggak apa-apa kok, xixi ..." bisik Lucas.


Cassandra mulai berjalan menghampiri gaun-gaun indah itu, dirinya sungguh tidak menyangka bahwa Felix semanis ini padanya.


Namun tindakan Felix itu sungguh membuat Calestia merasa kesal, mengapa dirinya tidak habis-habisnya memanjakan tawanan darahnya itu?! akan tetapi di sisi lain Cassandra begitu sangat terharu karna Felix telah membawakan begitu banyak hadiah ini padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya ...


Keesokan harinya setelah Cassandra pergi ke asrama, Felix langsung mendatangi Calestia untuk meminta penjelasan atas perbuatan buruknya semalam. Felix sudah menebak bahwa dalang dari robeknya baju-baju Cassandra adalah dirinya, karena tidak mungkin seekor kucing bisa melobek benda dengan serapi itu.


"Calestia ... bisa bicara sebentar?" tanya Felix kepada Calestia yang sedang seru menyiram bunga di taman.


"Tentu saja," jawab Calestia dengan semringah.


"Apakah kamu yang telah merobek semua baju-baju Cassandra kemarin? kucing yang berada di kamar Cassandra juga adalah kucing mu, dan ingatlah kucing tidak akan merobek gaun sedetail itu."


Mendengar hal itu keluar dari mulut Felix dan dengan seketika raut wajahnya langsung berubah menjadi masam, ia begitu kesal karna lagi-lagi aksinya bisa di ketahui oleh Felix, "Kalo itu memang aku, kenapa?!"


"Aku sungguh sangat kecewa dengan perilaku mu sekarang Calestia, kamu tidak sebaik dulu."


"Cih ... kamu bukan lagi adik kecilku Calestia, karena dia tidak akan pernah berani membentak kakaknya sepertimu, bagiku sekarang adikku itu sudah tiada."


Felix langsung pergi meninggalkan Calestia, ia begitu sangat sedih mendengar perkataan Felix yang mencabik-cabik hatinya. Suasana di istana semakin memburuk yang membuat Calestia semakin tidak nyaman, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk segera kembali ke istananya.


"Felix! kenapa sih?! hiks ... apa kekurangan ku jika di bandingkan dengan tawanan darah mu itu?!" teriak Calestia yang ingin Felix kembali kepadanya untuk menenangkan dirinya.


"Awas saja Cassandra! mungkin sekarang aku lebih memutuskan untuk kembali ke istana ku, tapi lihatlah nanti! aku akan membalas rasa sakit ini berkali-kali lipat!" gumam Calestia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain tempat, Cassandra sedang berapa di perpustakaan untuk mengembalikan beberapa buku yang sudah selesai ia baca.


"Eumm ... sekarang buku apalagi yang harus aku baca? sepertinya aku sudah membaca semua buku-buku pelajaran, apakah aku harus meminjam buku soal?" gumam Cassandra sambil melihat-lihat buku di sekitar.


Brak ... !! Glugh ...

__ADS_1


Seorang murid perempuan tidak sengaja menabrak Cassandra, dan minuman yang ia bawa tak sengaja menumpahi pakaian Cassandra tepat di kerah bajunya.


"Astaga!" teriak gadis itu.


"E-eh apakah kamu baik-baik saja?" tanya Cassandra.


"A-aku baik-baik saja, maafkan aku kak! aku sungguh tidak sengaja! biar aku bersihkan," ujar gadis itu yang langsung mengelap leher Cassandra yang basah.


"Tidak perlu!" bentak Cassandra, karena ia takut cat kulitnya luntur.


"Tidak apa-apa kak, biar aku bersihkan, ini adalah bentuk permintaan maafku," gadis itu terus menerus memaksa Cassandra untuk mengizinkan nya membersihkan pakaian nya.


Cassandra semakin panik, karena cat kulit yang ia gunakan untuk menutupi segelnya itu mudah luntur.


"Eh ... bukankah ini adalah segel tawanan darah?" tanya gadis itu pada Cassandra, dan ucapan nya itu terdengar oleh orang-orang yang ada di sekitar.


Cassandra langsung menutupi lehernya dengan tangan nya, "Bu-bukan!"


Benar saja tanda segel di lehernya itu terlihat oleh banyak orang, para vampir di sana seketika langsung mengenali segel itu, karena segel yang dimiliki oleh keturunan istana itu sangat berbeda jika di bandingkan dengan segel tawanan darah yang dimiliki vampir biasa.


"Hey lihatlah! dia tawanan darah milik keluarga istana!" teriak salah satu orang yang ada di perpustakaan, dan seketika Cassandra langsung di serbu oleh orang-orang yang ingin melihatnya.


"Wah! dia benar-benar tawanan darah milik keluarga istana, apakah dia tawanan darah pangeran Xenov?" saut salah satu dari mereka yang menebak-nebak.


Semua orang di sana seketika langsung menebak-nebak, sebenarnya Cassandra itu tawanan darah milik Xenov atau Felix? awalnya mereka menyangka bahwa Cassandra adalah salah satu tawanan darah milik Xenov, hal itu dikarenakan dirinya yang suka terus-menerus menambah tawanan darah hingga kini ia memiliki tujuh orang tawanan darah yang tidak di ketahui tempat tinggal mereka itu dimana.


Sebaliknya dengan Felix yang terkenal dengan keturunan vampir istana yang tidak pernah memiliki tawanan darah selain tawanan darah pertamanya dahulu, semenjak tawanan darah pertamanya itu menghianatinya Felix kecil menjadi trauma dan tidak pernah ingin untuk menambah tawanan darah baru.


Namun ada pembeda dari tanda tawanan darah Xenov dan Felix, gambar bulan nya ada di segel tawanan darah Xenov itu berwarna biru sedangkan yang ada di leher Cassandra adalah berwarna Merah.


"Hey! dia bukan tawanan darah pangeran Xenov akan tetapi dia adalah tawanan darah milik pangeran Felix, coba lihatlah segel bulan yang ada di lehernya itu berwarna merah bukan berwarna biru," ujar salah satu murid di sana.


Seluruh vampir di sana seketika menjadi ricuh, dengan pertanyaan-pertanyaan mengapa Felix tidak pernah mengumumkan hal ini secara umum? sedangkan seharusnya setiap tawanan darah baru itu wajib di perkenalkan kepada seluruh rakyat, agar tidak ada lagi vampir yang berani merebut tawanan darah nya.


"Pangeran Felix itu memang berbeda jika dibandingkan dengan pangeran Xenov, tapi kenapa malah dirinya yang mewarisi kekuatan bulan merah? padahal menurutku pangeran Xenov lebih cocok."


Cassandra tidak tahan mendengar ocehan-ocehan dari mereka semua, karena dirinya yang mulai merasa tersudutkan. Cassandra dengan segera melarikan diri dari kerumunan, dirinya sungguh merasa sangat sedih karena identitas barunya kini telah terbongkar.


"Hey! dia melarikan diri, cepat kejar dia!"

__ADS_1


Bersambung .....



__ADS_2