
Singkatnya satu bulan kemudian. Cassandra mulai sibuk mempersiapkan semua keperluan praktek pengobatan nya di asrama, selama satu bulan terakhir ia terus menerus memperlajari hal baru tentang pengobatan. Waktu siang dan malam nya ia pergunakan untuk terus belajar, hingga terkadang Felix menegurnya untuk segera beristirahat.
Hari ini Cassandra sedang berada di laboratorium untuk mengamati macam-macam obat yang akan ia buat di minggu berikutnya.
"Wah ... Akhirnya praktek yang sudah ku tunggu-tunggu," gumam Cassandra.
Tidak lama dari itu guru pembimbing Cassandra datang ke laboratorium, dan meminta semua muridnya agar berpasangan untuk projek pembuatan obat.
"Baik anak-anak sekalian, hari ini adalah hari pertama kalian berada di laboratorium untuk mempelajari macam-macam obat yang nantinya harus kalian buat. Namun sebelum itu ibu meminta kalian untuk berpasangan, sekarang maju kedepan untuk mengambil nomer, kalian akan berpasangan dengan murid yang nomer bangkunya sama dengan kalian."
Setelah sepuluh menit kemudian semua murid telah mendapatkan patnernya masing-masing, dan ternyata Cassandra berpasangan dengan Vivian, ia adalah salah satu teman dekat Natasya setelah Widya.
"Astaga ... yang benar saja? dua semester kedepan aku akan berpasangan dengan dia?" gumam Cassandra di dalam hatinya, sebenarnya ia sedikit merasa takut kepada Vivian, akan tetapi Cassandra mengubur semua rasa takutnya itu dalam-dalam, dan berfikiran positif bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.
"Halo, Vivian," sapa Cassandra.
"Halo juga Cassandra, semoga kita bisa menjadi patner yang baik selama beberapa semester kedepan," jawab Vivian.
Cassandra menatap tulua kearah Vivian, lalu tersenyum, "Eumm, pasti!"
Vivian sebenarnya berbeda dengan Natasya dan Widya, ia tidak pernah ingin membully siapapun apalagi para kaum manusia, hanya saja ia terpaksa melakukan itu karena desakan mereka.
__ADS_1
Vivian memiliki kepribadian yang pendiam, dan juga lemah, lembut. Ia juga pintar dalam hal obat-obatan sama halnya dengan Cassandra, maka oleh sebab itu guru mereka sengaja memasangkan mereka berdua karena kecocokan nya.
Pada hari itupun Cassandra mencoba untuk mulai berkomunikasi dengan Vivian, dan ternyata setelah berbincang sedikit mulai sedikit Cassandra mulai merasa bahwa Vivian itu memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan teman-teman nya yang lain.
"Apa warna kesukaan mu?" tanya Cassandra.
Vivian menoleh kearah Cassandra dengan raut wajah kebingungan, "Apa? mengapa kamu menanyakan hal yang seperti itu tiba-tiba?"
Cassandra seketika langsung membatu ketika melihat raut wajah Vivian yang malah terlihat kebingungan dengan pertanyaan sederhananya, "E-eh? a ... aku hanya ingin bertanya padamu."
Vivian tersenyum tipis ketika melihat Cassandra yang seketika menjadi canggung, "Aku suka warna ungu, kalau kamu?"
Vivian menatap tulus kearah Cassandra, "A-aku kira yang memiliki pemikiran seperti itu hanya aku saja, karena teman-temanku selalu menganggapku aneh jika mencocokan warna seperti layaknya pasangan."
Dari jawaban itulah Cassandra menjadi tahu sifat Vivian begitu manis dan juga anggun. Cara bicaranya begitu sangat lembut, gerak-geriknya juga begitu anggun layaknya seorang putri dari kerajaan yang memiliki tatacara dalam melakukan apapun.
"Tapi menurutku kamu tidak aneh Vivian, semua orang memiliki imajinasi yang berbeda-beda, seharusnya teman-teman mu itu dapat mengerti," ujar Cassandra.
Mendengar hal itu Vivian dengan seketika langsung mengagumi Cassandra karna kebijakan nya dalam berfikir kritis, ia jadi sangat ingin berteman dekat dengan nya. Begitupun sebaliknya Cassandra juga sangat mengagumi keanggunan dan juga kelembutan yang dimiliki oleh Vivian.
"E-eumm ... lain hari ayo kita ke taman, kamu suka bungakan?" tanya Vivian yang mencoba untuk membuat topik pembicaraan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tentu saja! kalo kamu mau ayo kita pergi ke taman setiap hari sebelum kelas di mulai," jawab Cassandra dengan sangat berantusias.
"Hmmm ... baiklah," ujar Vivian sambil tersenyum lebar karna merasa sangat senang.
Singkatnya pelajaran pun di mulai, Cassandra dan Vivian mulai memperlajari beberapa obat yang nantinya akan mereka coba buat. Di sisi lain Xenov tetap memperhatikan pergerakan Cassandra secara diam-diam, karna ia pun ingin memastikan keamanan nya.
Tidak terasa tiga jam sudah berlalu dan waktu pulang pun sudah tiba. Cassandra dan Vivian keluar dari asrama bersama, mereka kelihatanya mulai semakin dekat, obrolan merekapun kelihatanya semakin luas.
Sebelum Cassandra masuk ke dalam kereta kuda istana tiba-tiba Vivian berkata, "Cassandra! ma-maaf ... karena teman-teman ku sempat membully mu, tapi aku mohon jangan samakan aku dengan mereka, okay?"
Cassandra pun tersenyum lalu berkata, "Aku tau kamu berbeda dengan mereka, jadi jangan pernah merasa kesepian yah mulai hari ini."
Vivian kembali di buat berdebar hatinya karena sikap Cassandra yang masih bisa menerima dirinya walaupun sebelum nya ia adalah salah satu dari orang yang pernah menyakitinya.
Cassandra pun pergi dari asrama meninggalkan Vivian sendirian di gerbang yang belum di jemput oleh kereta kuda rumahnya.
"Selamat tinggal Vivi!" teriak Cassandra, yang sengaja mengubah nama Vivian agar hubungan mereka semakin dekat.
"Selamat tinggal juga Sandra!" jawab Vivian, yang juga ikut mengubah nama Cassandra.
Bersambung ....
__ADS_1