
Malam ini di adakan makan malam bersama termasuk Cassandrapun di undang untuk makan malam bersama di meja makan besar. Cassandra yang mengetahui hal itu dengan segera menyiapkan pakaian terindahnya untuk di pakai saat makan malam itu, dan ia pun tidak tanggung-tanggung ikut membantu para pelayan menyiapkan makanan.
Ketika Cassandra sedang sibuk dengan pekerjaan nya, tidak sengaja Calestia melihatnya, dan terlintas di benaknya untuk sedikit menjahili Cassandra,"Cih ... gadis itu memang lebih cocok menjadi seorang pelayan."
Di saat Cassandra sedang sibuk dengan pekerjaan nya Calestia diam-diam masuk ke dalam kamarnya, dan merobek semua pakaian Cassandra.
Krek ... krek ...
"Robek semua! robek! hahaha ... ternyata hal kecil ini bisa membuatku puas juga, " ujar Calestia dengan raut wajah yang terlihat seperti sikopat.
Karena ia tidak ingin di curigai Calestia pun menaruh kucing kesayangan nya di dalam kamar Cassandra, "Ketty kamu diam di sini okay?"
Calestia dengan segera keluar dari kamar Cassandra, setelah beberapa saat kemudian Cassandra pun hendak mandi dan mengganti pakaian nya di kamar, namun betapa terkejut nya ia ketika melihat semua pakaian nya sudah robek dan rusak.
"E-eh?! kenapa baju-bajuku?!"
Cassandra berjalan ke arah baju kesayangan nya itu dengan langkah nya yang sempoyongan karena baju itu adalah satu-satunya peninggalan yang ia miliki dari adik ibunya, "Ga-gaun ku! robek? hiks ... kenapa ini bisa terjadi?"
Meow ... meow ...
Cassandra langsung melirik ke arah suara kucing yang begitu dekat dengan nya, "Kenapa kamu di sini?"
Lalu Cassandra melihat kucing itu mencakar cakar karpet yang ada di depan nya, Cassandra pun tersenyum melihat kucing itu, dan berkata,"Oh jadi ini semua adalah kekacauan yang di perbuat oleh mu? mengapa kamu melakukan nya? aku jadi sedih tahu. "
Cassandra tidak bisa marah kepada kucing, karena dirinya bisa di sebut sebagai pecinta anabul. Sambil mengusap halus kucing itu, ia memutar otaknya untuk tetap bisa berpenampilan rapi saat makan malam nanti.
__ADS_1
Cassandra melirik ke arah gorden yang ada di hadapan nya, dan terlintas di fikiran nya untuk memanfaatkan gorden itu untuk ia jadikan pakaian simple untuk makan malam.
"Apa keterampilan menjahitku masih ada? seharusnya aku bisa mencobanya terlebih dahulu," gumam Cassandra.
Dengan segera Cassandra melepas gorden itu, motifnya cukup indah jika di jadikan pakaian, ia pun mulai mengukur tubuhnya dengan perkiraan nya hingga akhirnya setengah jam sudah berlalu dan baju yang ia buatpun sudah selesai.
"Ahh ... akhirnya aku bisa selesai tepat waktu, untung saja di kamar ini ada mesin jahit, sekarang waktunya aku mandi, dan setelah itu aku harus dengan segera turun ke bawah."
Di sisi lain tempat Calestia dan yang lainnya sudah berada di ruang makan, akan tetapi Cassandra belum juga menunjukan kehadiran nya.
"Dia pasti kebingungan harus memakai baju apalagi hahaha, habisnya si udah tau miskin sosoan ga mau nerima pakaian yang di kasih Felix. " gumam Calestia di dalam hatinya.
Singkatnya Cassandra pun telah selesai, dan ia pun dengan segera turun ke bawah, karena ia tahu bahwa sebentar lagi dirinya akan terlambat waktu makan malam.
"Wah ... Cassandra berpenampilan berbeda di bandingkan biasanya," bisik Lucas di telinga Felix.
"Dia memang cantik," jawab Felix.
"Baju itu? aku tidak melihatnya di kamar tadi! kenapa ia bisa memakai pakaian sebagus itu?" gumam Calestia di dalam hatinya.
Dngan percaya diri Cassandra segera turun untuk menuju ke meja makan, semua orang di sana sangat terkejut dengan penampilan Cassandra yang begitu cantik.
Namun dengan kejelian yang dimiliki oleh Xenov, ia bisa mengetahui bahwa bahan baju yang di pakai oleh Cassandra adalah tirai gorden di kamarnya akan tetapi walaupun itu hanya gorden tapi bahan nya terbuat dari beberapa benang emas.
__ADS_1
"Ternyata ia cukup hebat dalam menjahit pakaian," gumam Xenov.
"Semuanya ... maafkan aku, karena telah datang terlambat di makan malam ini, sungguh ini adalah kecerobohan ku," ujar Cassandra sambil menunduk.
"Angkatlah kepalamu, duduk dan makanlah," jawab Xenov.
Setelah makan malam selesai Xenov bertanya kepada Cassandra, "Apakah kain dari pakaian mu itu terbuat dari tirai gorden yang ada di kamarmu?"
Cassandra tersenyum, dan pelan-pelan mulai manjawab pertanyaan Xenov itu, "Iyah, aku menjahitnya setengah jam sebelum makan malam, seekor kucing masuk ke dalam kamarku dan merobek semua pakaian ku. Jadi terpaksa aku harus memakai tirai gorden ini untuk di jadikan pakaian, eumm ... tapi apakah aku terlihat menjijikan?"
"Aku apresiasi tingkat kekreatifan mu itu, akan tetapi jujur saja itu sangat menjijikan, dan mengapa kamu tidak meminta para pelayan untuk membawakan mu beberapa pakaian yang layak?"
"Apakah kamu tahu gorden itu di cuci satu minggu sekali? debu debu pasti masih tersisa di pakaian mu itu, sungguh memalukan!" ucap Xenov sambil membentak Cassandra, ia mengomentari penampilan Cassandra dengan sangat sarkasme.
Raut wajah Cassandra seketika berubah menjadi suram, ia mulai menundukan kepalanya, dan sungguh dirinya merasa bahwa ia tidak akan pernah cocok jika harus terus tinggal di istana.
"Ma-maafkan aku jika membuatmu muak, dan mengira pakaian ku ini sangat jorok," ujar Cassandra yang setelah itu langsung berlari menuju kearah kamarnya.
"Cassandra!" teriak Felix.
"Kakak ... kamu sungguh keterlaluan!"
bersambung .....
__ADS_1