
Singkatnya ketika mereka sampai di istana Cassandra pun bertanya, "Felix, kemana kamu pergi tadi?"
"Aku pergi ke gedung dewan," jawab Felix.
Lalu Cassandra kembali bertanya dengan sikap nya yang seolah sangat ingin tahu informasi dari Felix, "Apa yang mereka bahas tadi?"
Felix tidak mungkin berkata jujur bahwa sebenarnya dirinya pergi ke gedung dewan ternyata untuk menemui raja Nicol yang ingin menjodohkan nya dengan putri tunggalnya.
"Aku dan dewan yang lainnya sedang merundingkan tentang penyerangan kaum manusia, dan sedikit membuat trategi apalagi jika mereka sewaktu-watu datang menyerang kembali," ujar Felix yang terpaksa berbohong pada Cassandra.
Namun setelah mendengar hal itu Cassandra tiba-tiba menjadi murung kembali, ternyata ia masih trauma dengan sebuah serangan.
Felix melihat wajah Cassandra yang seketika berubah menjadi murung, ia merasa bersalah karna kebohongan nya Cassandra menjadi seperti itu, akhirnya ia mencoba untuk menenangkan nya, "Jangan takut ... dan jangan khawatirkan aku, percayalah aku akan baik-baik saja, karna terluka di sebuah medan perang adalah suatu hal yang biasa. Kamu juga harus tetap berada di dalam istana agar aman dari serangan."
Cassandra langsung menatap dalam ke arah matanya, ia merasa sangat tenang ketika Felix mencoba untuk menenangkan perasaan kacaunya, "Te-terimakasih Felix, aku sudah tidak khawatir lagi dengan itu, tapi aku berharap jika kamu pergi berperang, kamu juga harus segera pulang."
Felix tersenyum dengan lembut, dan perasaan nyaman itu sungguh terpancar jelas dari tingkah lakunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya Cassandra kembali berangkat ke asrama, namun entah kenapa ia mendengar para gadis di sana sedang gencar membicarakan soal pertunangan, karena Cassandra yang mulai ingin tahu berita tersebut akhirnya Cassandra pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku udah nggak sabar deh buat datang ke acara pertunangan nya pasti akan sangat mewah dan megah," ujar salah satu murid di sana.
Cassandra pun mulai mendekat ke arah salah satu kelompok para murid itu untuk bertanya, "Permisi ... apalah aku boleh bertanya?"
"Hey kutu buku, tentu saja boleh tanyakan saja," jawab salah satu dari keempat orang yang ada di hadapan Cassandra.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Cassandra.
"Apakah kamu sama sekali tidak mengetahuinya?"
Cassandra pun menggelengkan kepalanya, yang bertanda bahwa dirinya memang benar-benar tidak tahu.
__ADS_1
"Sungguh tidak bisa di percaya padahal kamu adalah salah satu orang yang melayani pangeran, tapi kamu malah sama sekali tidak mengetahui nya?" tanya murid lainnya.
"Baik biar aku jawab pertanyaan mu, pangeran kita yaitu pangeran Felix akan segera bertunangan dengan putri kerajaan vampir barat yang bernama Calestia, apakah sudah jelas?" saut murid lainnya lagi.
Cassandra seketika terdiam sekaligus sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh kelompok murid itu, "O-ouh ... begitu ya, terimakasih sudah memberitahu ku."
Cassandra langsung pergi meninggalkan keempat orang itu dengan raut wajah datar, dan tatapan nya yang berubah menjadi kosong.
"Ke-kenapa Felix tidak memberitahu ku tentang ini? kenapa Felix menyembunyikan hal sebesar ini dariku?" gumam Cassandra, hatinya seketika langsung remuk setelah mengetahui berita pertunangan itu.
Dadanya kini terasa sesak karna isak tangis nya yang tidak bisa ia tahan lagi, "Mengapa Felix harus mengatakan bahwa aku adalah satu-satunya? sedangkan ia malah akan bertunangan dengan wanita lain."
Namun setelah beberapa detik mengatakan hal itu Cassandra tersadar bahwasanya ia hanyalah tawanan darah Felix, dan bukan seseorang yg berharga bagi Felix.
Tapi bagaimana pun ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, air mata itu tidak bisa ia hentikan untuk mengalir. Cassandra pun mulai menebak-nebak mungkin penyebab Felix melupakan nya kemarin adalah karna dirinya yang sedang sibuk mengurus pesta pertunangan nya.
"Memang sudah seharusnya aku tidak boleh mempercayai satu orang pun dari bangsa vampir, mereka semua hanya akan memainkan manusia. Sudahlah Cassandra sekarang kamu harus fokus pada dirimu sendiri, dan sepertinya tinggal dua hari lagi aku bisa menemui Elios," gumam Cassandra pada dirinya sendiri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Trang ... ! trang ... !
Suara bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba, Cassandra dengan segera pergi ke taman belakang Asrama untuk memakan bekalnya. Namun ketika dirinya telah sampai di taman, ia baru menyadari bekal yang di bawanya itu adalah buatan Felix.
"Apakah Felix hanya ingin menjadikan aku seorang budak?" tanya Cassandra sambil memandang bekalnya.
Namun ternyata di sisi lain Felix sedang mencari keberadaan Cassandra ke seluruh tempat di asrama karna ia khawatir Cassandra mendengar gosip-gosip tidak benar itu, ia pun mencoba melacak keberadaan nya dengan memanfaatkan segel yang ada di lehernya, dan benar saja sesuai dengan dugaan nya, Cassandra sedang berada di taman belakang asrama.
Sesampainya Felix di sana, ia langsung mendekat ke arah Cassandra, "Cassandra ..."
"Berhenti! jangan coba-coba untuk mendekat," seru Cassandra.
Felix begitu terkejut dengan sikap Cassandra yang tiba-tiba kembali memberontak padanya, "Cassandra ... aku bersumpah berita itu tidak benar, kamu jangan mempercayai nya, okay?"
__ADS_1
"Diam vampir! apakah kamu sangka aku akan percaya begitu saja padamu?"
Sorot matanya begitu tajam ketika melirik ke arah Felix, "Aku bersumpah padamu, bahwa berita itu adalah kebohongan! aku mohon Cassandra percayalah padaku."
Cassandra yang pada awalnya tidak ingin mendengarnya, namun ketika Felix mengucapkan sumpah Cassandra seketika terdiam, dan tertegun. Apakah aku harus mempercayai vampir ini lagi? setelah kebohongan yang ia katakan padaku.
"Berjanjilah untuk tidak pernah berbohong lagi padaku, setelah itu barulah aku akan mempercayaimu," ucap Cassandra.
"Aku berjanji padamu, apakah sekarang aku sudah boleh mendekat?"
Cassandra menganggukan kepalanya.
Felix pun mendekat ke arah Cassandra dan langsung memeluknya agar ia lebih tenang, "Kamu sangat menakutkan jika marah seperti itu."
"Seorang pangeran vampir takut dengan manusia sepertiku? yang benar saja," jawab Cassandra.
"Tentu saja benar, aku sudah berjanji padamu untuk tidak berbohong, apakah kamu meremehkan ku?"
"Tidak, aku mempercayaimu, tapi cepat lepaskan pelukan mu ini, aku tidak terlalu menyukai di peluk vampir."
"Cih manusia sombong, aku pergi dulu karna kamu sudah jauh lebih tenang."
Cassandra memutarkan bola matanya, "Terserah, pergi sajalah aku tidak peduli padamu."
Felix pun pergi dari taman untuk kembali ke ruangan nya, karna masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan sekarang, terutama tentang peperangan, dan ada beberapa hal yang harus ia selidiki.
Namun sayang nya kejadian itu tidak sengaja di lihat oleh Calestia yang ternyata ia juga ada di taman itu, pelukan Felix yang begitu hangat membuat Calestia sangat kesal, dan iri pada Cassandra.
"Dasar manusia perebut! dia sungguh tidak tahu diri," gumam Calestia dengan raut wajahnya yang begitu kesal.
Bersambung .....
__ADS_1