Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 17 : Vampir Murni


__ADS_3

Di sisi lain tempat Cassandra sedang sangat bahagia karna pada akhirnya ia dapat bertemu dengan adiknya yaitu Elios, "Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?"


"Hahaha ... aku juga sangat senang bisa melihat kakak, keadaan ku sekarang mulai membaik kak, berkat pertolongan pondok ini akhirnya aku tidak sering merasakan sakit," jawab Elios.


"Ouh ya Elios, kakak datang ke sini tidak sendirian, Felix masuklah," ujar Cassandra.


"Hai Elios," ujar Felix yang menyapa nya dengan senyuman.


Namun Elios begitu sangat terkejut melihat bola mata Felix yang memiliki pupil mata yang berdiri, itu menandakan bahwa dirinya adalah seorang vampir, raut wajah Elios pun seketika berubah menjadi murung karena takut melihat Felix.


"Kakak ... mengapa kakak bisa berteman dengan seorang vampir?" tanya Elios.


Cassandra yang tidak ingin Elios merasa ketakutan, dengan segera ia mencoba untuk menjelaskan sekaligus mempercayakan nya bahwa Felix adalah seorang vampir yang baik, dan memberitahu Elios bahwa Felix lah sosok yang telah memfasilitasi semua hal ini untuknya.


"Elios kamu jangan takut, dia benar-benar vampir yang sangat baik, dan dialah sosok yang telah membantu kakak untuk memfasilitasi kamu untuk berobat di pondok ini," ujar Cassandra dengan nada yang membujuk.


Elios yang pada awalnya begitu takut ketika melihat Felix sekarang ia mulai tersenyum padanya, "Maafkan aku kakak Felix. "

__ADS_1


Felix pun kembali tersenyum dan menjawab nya bahwa dirinya tidak perlu meminta maaf seperti itu, dan singkatnya malam pun tiba waktu begitu tidak terasa padahal mereka sudah satu jam setengah berada di pondok.


"Elios kami pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik! jangan lupa makan, minggu depan aku pasti akan menemuimu lagi di sini," ujar Cassandra sambil berpamitan pada Elios.


"Kami pasti akan kembali minggu depan, okey?" sambung Felix sebelum akhirnya mereka keluar dari ruangan Elios.


Felix dan Cassandra pun pergi dari pondok untuk segera pulang ke asrama di karenakan hari yang sudah larut. Felix sedang memandangi cincin yang baru saja ia buat hari ini, dan cincin itu akan ia berikan kepada Lucas ketika dirinya telah sampai di istana.


Di dalam cincin itu murni di isi oleh kekuatan yang Felix miliki, ia sangat ingin Lucas memakainya agar Lucas dapat bertambah kuat. Sejak Lucas kecil ia sangat ingin bisa mengendalikan kekuatan vampir yang ia miliki, akan tetapi kekuatan itu masih belum muncul hingga ia dewasa, dan semoga saja dengan menggunakan cincin itu impian nya dapat terwujud.


Sesampainya Felix di istana, ia dengan segera mencari keberadaan Lucas, akan tetapi tidak ia temukan keberadaan Lucas dimanapun, hatinya mulai terasa tidak enak, dan pada akhirnya ia pun mencari Lucas ke tempat latihan.


Betapa terkejut nya ia ketika melihat Lucas dengan tubuh nya yang bersimbah darah, "Lucas! apa yang telah terjadi padamu? dimana para pengawal tidak berguna itu?"


"Maafkan Lucas ... aku terlambat," gumam Felix dengan raut wajah nya yang begitu sedih.


"Akulah yang telah membunuhnya," ujar seorang pria di atas menara yang setelah itu langsung menghilang.

__ADS_1


"Kau!" Felix sangat ingin mengejarnya akan tetapi ia lebih mementingkan Lucas di bandingkan balas dendam.


Hanya ada satu cara untuk Lucas dapat kembali hidup, yaitu dengan cara memberikan Lucas darahnya untuk ia minum, karna di dalam buku legenda vampir di sebutkan bahwa keturunan campuran dapat berubah menjadi vampir murni apabila dia dapat meminum darah dari seorang vampir pewaris tahta bulan merah, maka dirinya akan langsung berubah menjadi sosok vampir murni.


Sewaktu mereka masih kecil Felix pernah beberapa kali menawarkan Lucas untuk berubah menjadi vampir murni akan tetapi Lucas selalu menolaknya, karena dirinya yang mengetahui kosekuensi yang harus Felix ambil, karena ia akan menjadi sangat lemah, dan kehilangan kendali atas kekuatan nya dalam waktu yang tidak dapat di tentukan.


Namun kali ini Felix akan memaksakan Lucas untuk menjadi vampir murni di karnakan dirinya yang tidak ingin Lucas mati, ia pun melukai tangan nya, dan darah yang keluar ia teteskan ke dalam mulut Lucas agar ia dapat sedikit menelan nya, benar saja cahaya berwarna merah itu langsung mengelilingi tubuh Lucas setelah setetes darah yang di telan oleh Lucas.


Setelah cahaya merah itu menutupi seluruh tubuh Lucas tiba-tiba tubuh nya itu mengeluarkan asap tebal dari cahaya merah itu, dan setelah cahaya itu menghilang Lucas terbangun, lukanya pun seketika kembali sembuh seperti awal mula.


Namun di karnakan perubahan genetik itu tidak dapat di ubah secara keseluruhan, mata Lucas yang awalnya berwarna coklat sekarang telah berubah menjadi dua warna, sebelah kanan menjadi warna merah dan sebelah kiri tetap berwarna coklat.


"Apa yang kamu lakukan Felix?!" bentak Lucas yang baru tersadar bahwa dirinya telah di bangkitkan dengan cara merubah nya menjadi vampir murni.


"Aku sudah menerima segala konsekuensi nya, karena aku akan melakukan apapun demi dirimu agar tetap berada di samping ku. Lucas ingat kamu tidak boleh mati sebelum aku mati," ujar Felix yang merasa lega karna Lucas bisa kembali.


Betapa bersyukurnya Lucas memiliki seorang sahabat seperti Felix yang rela mengorbankan dirinya untuk Lucas. Felix dan Lucas pun mulai membuat rencana untuk melacak keberadaan kaum manusia yang ada di dalam hutan, untuk sewaktu-waktu mereka menyerang.

__ADS_1


Bersambung .....



__ADS_2