
Singkatnya setelah mereka hampir sampai, Elios tiba-tiba bertanya kepada Cassandra soal perasaan nya terhadap Felix.
"... Kakak, apakah aku boleh bertanya?" ujar Elios dengan tatapan nya yang menunduk ke tanah.
Cassandra langsung menoleh kearah adiknya itu sambil menegakkan kepalanya yang menunduk, "Tanyakan saja, jangan pernah merasa takut."
"Eumm ... apakah kakak benar-benar tidak pernah sempat mencintai kak Felix? E-eh ... maksudku pangeran Felix," tanya Elios yang tidak tahu apa-apa soal percintaan mendalam hubungan mereka pada saat ini.
Mendengar pertanyaan itu Cassandra hanya dapat terdiam tanpa menjawab nya, karena ia merasa perasaaan nya akan tetap sama, tapi keadaan nya yang sudah merubah semuanya.
"Elios, tidak terasa kita sudah hampir sampai di rumah baru kita, apakah kamu lihat gua yang ada di sana? Itulah rumah baru kita," ujar Cassandra yang langsung berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
Elios kembali menunduk dan bergumam di dalam hatinya, "Sudah ku duga kakak akan mengalihkan pembicaraan ini."
Sesampainya di gua, Elios langsung di pertemukan dengan Helen, ia begitu sangat senang ketika melihat sosok adik perempuan ibunya tersebut.
__ADS_1
Melihat tubuh tingginya Elios, Helen langsung merasa terkagum-kagum karena ia memang benar-benar sangat mirip dengan ayah nya.
"Elios?! apakah itu kamu?" tanya Helen yang terkejut.
"Bibi! kamu benar-benar masi hidup!" saut Elios yang langsung berlari menuju kearah Helen untuk memeluknya.
"Hiks ... aku sangat bersyukur karena kalian berdua bisa menjaga diri dengan sangat baik hingga sekarang, jujur saja pada awalnya aku mengira kalian berdua juga sudah tiada," ujar Helen yang tidak kuasa menahan tangisnya.
"Tenanglah bibi, kami baik-baik saja selama ini, jadi jangan khawatirkan kami lagi mulai sejak ini karena kami akan selalu ada di samping bibi," jawab Elios yang semakin erat memeluk tubuh Helen.
Cassandra pun mendekat kearah, "Elios ... Selamat datang di rumah baru kita."
Elios pun tersenyum gembira karena mendengar kakaknya yang mengucapkan kata selamat datang kepada dirinya, "T-terimakasih kakak."
Kali ini kehidupan mereka seolah di atur ulang kembali, karena sekarang mereka bukan lagi tinggal di lingkungan yang begitu ramai dengan kehadiran banyak orang, akan tetapi mereka akan terus bersembunyi tanpa ada orang yang mengetahui.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkatnya 5 tahun setelah hari itu.
Kini Cassandra sudah berubah menjadi sosok wanita dengan pendirian baru, yaitu ia yang sudah mengetahui jati dirinya, serta kekuatanya sebagai pendeta suci.
Pada awal mula Cassandra mulai menyadari akan kekuatan nya tersebut adalah, ketika jarinya yang tidak sengaja tertusuk oleh duri dari sebuah tangkai bunga mawar, dan anehnya luka tersebut secara tiba-tiba langsung sembuh ketika Cassandra tidak sengaja meneteskan air matanya keatas luka tersebut.
"Apa?! luka di jariku seketika langsung sembuh hanya karena tertetes oleh air mataku sendiri," gumam Cassandra yang mereasa kebingungan.
Dan semenjak itulah Cassandra pun mulai belajar mengenai ilmu pendeta suci, ia juga di latih oleh Adrian untuk dapat lebih mahir dalam hal bela diri, dan hasilnya sekarang ia sudah jauh lebih kuat sekaligus pintar, tidak lupa ia juga sudah sangat mahir dalam hal menggunakan berbagai macam senjata tajam.
"Eumm ... Diriku yang dulu memanglah sangat lemah, akan tetapi aku sangat puas dengan diriku yang sekarang. Terimakasih, karena sudah terus berusaha untuk lebih baik lagi Cassandra," gumam Cassandra di hadapan cermin.
Bersambung ....
__ADS_1