
Di sisi lain tempat Natasya yang masih di kurung di dalam kamarnya mulai merasa muak dengan semua aktifitas nya. Dia merasa hidupnya akan berakhir hanya karna dirinya yang di berikan makanan layaknya seorang tahanan, padahal ia layak untuk mendapatkan yang lebih.
Brak ... !! Brak ... !!
"Pengawal sialan! keluarkan aku! setidaknya kamu bisa memberikan makanan yang lebih layak padaku!" teriak Natasya sambil menggedor-gedor pintu.
"Diam! makan saja makanan yang sudah di berikan, jangan banyak menawar!" bentak salah satu pengawal yang berada di luar kamar Natasya.
"Ck ... sial, awas saja Cassandra setelah aku keluar dari sini kamu akan mendapatkan hukuman mu!" gumam Natasya, ia berjanji akan membalaskan dendam nya kepada Cassandra, karena bagaimana pun ia hanyalah manusia biasa jika di bandingkan dengan dirinya yang keturunan vampir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya.
Hari ini adalah hari dimana Cassandra akan di umumkan secara luas sebagai satu satunya tawanan darah yang di miliki Felix.
Tuk ... tuk ...
"Putri Cassandra ... apakah kamu butuh bantuan?" tanya Vidya dari luar pintu kamar.
"Sebentar lagi aku selesai, kamu jangan terlalu memanjakan aku seperti itu dong, aku jadi malu," saut Cassandra.
Setelah menunggu sampai lima belas menit akhirnya Cassandra keluar dari kamarnya untuk pergi ke balkon istana, karena ia akan di umumkan di hadapan semua rakyat.
Kreek ...
Cassandra keluar dari kamarnya, "Bagaimana dengan penampilan ku Vidya?"
Seketika Vidya langsung di buat terdiam ketika melihat kecantikan yang dimiliki oleh Cassandra, "Wah ... putri! kamu sangat cantik. Pangeran Felix pasti akan terpesona melihatmu."
__ADS_1
"Benar, aku sudah terpesona melihatnya," ujar Felix yang tiba-tiba berada di belakang Vidya.
Vidya dan Cassandra seketika langsung panik ketika melihat Felix, "Tuan/Felix!"
"Sejak kapan kamu ada di situ?!" tanya Cassandra.
"Sejak kamu keluar dari kamarmu," jawab Felix sambil mengulurkan tangan nya kehadapan Cassandra.
"Ayo, rakyatku sudah menunggu," ujar Felix.
Cassandra pun tersenyum manis kepada Felix, dan menerima uluran tangan Felix tersebut dengan lembut, "Eumm baiklah."
"Kya ... !! mereka berdua sangat serasi," gumam Vidya.
"Vidya, kamu jangan terlalu mengharapkan mereka akan bersama. Ingatlah bahwa pangeran Felix cepat atau lambat akan di jodohkan dengan putri Calestia," ujar pelayan lain yang tidak sengaja mendengar Vidya bergumam.
"Iyah sih, kita semua memikirkan hal yang sama akan tetapi mau gimana lagi? mereka nggak mungkin bisa bersama."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cassandra pun di bawa oleh Felix menuju ke balkon istana dengan raut wajah yang begitu bahagia, karena Felix telah menunggu waktu yang tepat ini, ia merasa bangga memiliki Cassandra sebagai tawanan darahnya.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Felix.
"Eumm ... aku sedikit gugup, tapi aku sudah siap," jawab Cassandra.
Felix menggenggam tangan Cassandra, dan menuju ke luar balkon, "Sambutlah! tawanan darah ku Cassandra!"
__ADS_1
"Selamat! selamat pangeran!" teriak mereka semua.
"Dia akan menjadi satu-satunya tawanan darahku, dan aku tidak akan pernah menambahnya lagi. Sebelum nya aku minta maaf karena telah merahasiakan semua ini pada kalian, aku harap kalian bisa memaafkan kesalahan ku ini," ujar Felix yang berbicara langsung kepada seluruh rakyatnya.
"Namun ada beberapa permintaan yang ingin aku sampaikan kepada kalian yaitu, semua rakyat harus memperlakukan Cassandra sebaik-baiknya, dan yang terakhir aku tetap ingin Cassandra bisa pergi ke asrama."
Permintaan Felix yang terakhir cukup mengejutkan seluruh rakyatnya, karena pada umumnya manusia yang telah mendaftar untuk masuk ke asrama itu memiliki tujuan untuk kebebasan, namun berbeda cerita jika dirinya sudah menjadi tawanan darah maka ia tidak di perbolehkan bebas terkecuali pemiliknya yang membiarkan nya pergi.
Walaupun kelihatanya mereka begitu tidak setuju dengan permintaan yang di katakan oleh Felix akan tetapi ia tetap ingin menegaskan hal itu.
"Aku tidak peduli kalian semua akan berfikiran seperti apa, akan tetapi aku ingin tawanan darahku itu sangat cerdas, agar dia bisa membantuku suatu saat," ujar Felix yang kembali menegaskan.
Para rakyatpun akhirnya menyetujui permintaan yang telah diajukan oleh Felix, dan akhirnya Cassandra resmi di umumkan sebagai tawanan darah milik Felix.
Cassandra merasa sangat takjub ketika mendengar permintaan Felix kepada rakyatnya, karena Felix benar-benar tidak menganggapnya sebagai mainan, akan tetapi Felix memperlakukan dirinya seperti saudarinya sendiri dan juga selalu memberikan yang terbaik untuknya.
"Sorak selamat untuk pangeran Felix!" seru Lucas.
"Selamat! Selamat! Selamat!" ujar seluruh rakyat yang menyoraki Felix yang pada akhirnya ia dapat mengumumkan tawanan darah nya setelah sekian lama.
"Terimakasih Felix," ujar Cassandra sambil tersenyum manis menghadap Felix.
"Sama-sama kelinci kecil."
Namun di sisi lain Adrian yang juga menyaksikan pengumuman itu merasa sangat kecewa, karena ia ingin identitas Cassandra tersembunyi saja, dan tidak ada yang dapat memilikinya sebagai tawanan darah.
"Felix Arran Gredson ... lihat saja nanti! kamu tidak akan pernah dapat memiliki Cassandra, karena ia adalah milikku!" gumam Adrian yang dengan segera pergi dari kerumunan.
Adrian bertekad untuk membawa Cassandra pergi dari genggaman Felix setelah selesai semester di tahun ini.
__ADS_1
Bersambung ....