Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 34 : Menanam Bunga


__ADS_3

Di sisi lain tempat Vivian merasa sedikit aneh kepada Damian, karena ia selalu memperhatikan dirinya dan ayahnya akan tetapi tidak dengan dirinya sendiri. Vivian melihat pergelangan tangan nya yang di balut oleh perban, dan anehnya mengapa ia tidak benar membalut lukanya itu padahal ia selalu sempurna dalam hal mengobati.


"Pria itu! padahal dirinya sendiri sedang terluka, tapi kenapa dia tidak membalut pergelangan tangan nya dengan baik?! membuatku gatal untuk membenarkan nya saja," gumam Vivian.


Satu jam kemudian, Vivian mencari ayah nya kearah taman belakang rumahnya, dan ternyata benar saja ia dan Edward sedang menanam beberapa bunga cantik di taman khusus milik Vivian.


Mereka selalu menanam bunga baru setiap bulan nya untuk Vivian, karena Carlos ingin membuat putrinya itu merasa senang. Walaupun Vivian telah kehilangan cinta ayahnya sejak kecil, akan tetapi Vivian tahu bahwasanya ayahnya itu sangat mencintai nya melebihi siapapun.


Dengan raut wajah Vivian dengan seketika langsung berseri-seri, dan merah di pipinya, ia pun berjalan menuju kearah Carlos, "Pftt ... Ayah, kamu ini sedang apa? satu jam yang lalu kamu merasa sesak tapi sekarang malah cape-capean di sini."


Carlos menoleh kearah belakang nya, "Kejutan ... ! Apakah kamu suka sayang?"


Vivian langsung memeluk erat tubuh ayahnya itu, "Aku selalu suka dengan apa yang ayah buatkan untukku."


Carlos mengusap kedua tangan putrinya itu sambil membayangkan kedua istrinya yang sedang menatap mereka bersama. Carlos selalu membayangkan bagaimana keadaan mereka jikalau kedua istrinya itu masih ada di sisinya.


"Isabella ... Miri ... apakah kalian dapat melihat putri kecil kita ini dari atas sana? dia sudah mulai beranjak dewasa, aku harap dia akan seperti kalian berdua, agar pria yang menjadi suaminya nanti akan merasa beruntung sepertiku," ujar Carlos sambil menatap langit biru di atasnya.

__ADS_1


Vivian langsung menatap kedua bola mata ayahnya itu, karena ia tidak ingin ayahnya merasa sedih, "Ayah ... apakah kamu sedang merasa rindu dengan kedua ibuku? bagaimana kalau kita pergi ke makam mereka?"


"Ide yang bagus, tapi tunggu sebentar sampai ayah menyelesaikan pekerjaan ayah ini," jawab Carlos yang dengan segera melanjutkan menggali tanah untuk menanam beberapa bunga lagi.


Vivian terkadang berfikir bahwa kedua ibunya lebih beruntung karena bisa mendapatkan sosok seorang suami seperti ayahnya. Ia selalu mengusahakan apapun itu demi membahagiakan wanitanya, dan sekarang Vivian merasakan apa yang kedua ibunya rasakan dahulu.


Cinta, dan kasih sayang ayahnya begitu tulus dan dalam kepadanya, ia tidak ingin kehilangan ayah nya sampai kapan pun.


"Lihatlah Vivi, bunga ini sangat cantik sama sepertimu," ujar Carlos.


"Iyah-iyah, ayah selalu berkata seperti itu ketika menunjukan bunga Lily kepadaku," jawab Vivian sambil tersenyum.


"Pak Edward ... kamu repot-repot membawakan ini padahal ada Damian," ujar Vivian yang dengan segera mengambil alih nampan itu dari tangan Edward.


"Nona ... ini tidak masalah untuk ku, Damian awalnya akan membantuku akan tetapi ia sepertinya kecapean karena telah membantu kami untuk menanam semua bunga di sini."


"Apa?!"

__ADS_1


Betapa terkejutnya Vivian ketika mendengar bahwa hampir semua bunga di tamanya itu di tanam oleh Damian, dan pada saat bersamaan Damian muncul untuk kembali membantu Carlos menanam bunga.


"Damian ... ! Terimakasih."


"Ayah ... ayo kita pergi kemakam ibu," ujar Vivian sambil menggandeng tangan ayahnya itu.


"Astaga-astaga! baiklah, tapi pelan-pelan dong."


Damian begitu merasa sangat senang ketika Vivian berani menatap kedua matanya dengan begitu dalam seperti tadi, dan ia pun mengucapkan terimakasih atas jasanya yang telah ia beri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya Vivian dan Carlos sudah berada di makam Isabella dan juga Miri, setelah sampai mereka dengan seketika mulai meneteskan air matanya masing-masing, di karenakan rasa rindu mereka yang sudah sangat menggebu.


"Halo cantik-cantik ku, apakah kalian baik-baik saja di dalam sana?" ujar Carlos.


"Mereka baik-baik saja ayah, dan sekarang ibu Bella dan juga ibu Miri sedang memperhatikan kita, jadi ... lepaskanlah semua rasa rindu ayah kali ini, di sini," ujar Vivian yang berucap seperti sangat dewasa.

__ADS_1


Carlos sangat bahagia karena telah dianugrahi seorang putri yang begitu baik, dan juga cantik seperti Vivian. Vivian memang sangat mirip dengan kedua ibunya, wajahnya yang begitu mirip dengan Isabella, dan juga sikapnya yang begitu mirip dengan Miri.


Bersambung ....


__ADS_2