Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 9 : Pengorbanan Dirinya


__ADS_3

Singkatnya malam pun tiba. Tengah malam yang begitu tenang hingga peringatan penyusup pun terdengar begitu bising di telinga Cassandra, dan istana pun seketika ricuh dengan kedatangan kaum manusia yang membawa senjata berupa tombak.


Kaum manusia itu berbondong-bondong pergi ke istana, dan di dalam kelompok manusia tersebut ada empat orang yang memakai jubah hitam. Mereka begitu brutal melemparkan tombak-tombak itu ke arah para pengawal yang sedang berjaga di benteng istana.


"Para pelayan! segera bawa putri Cassandra ke dalam ruangan perlindungan di perpustakaan!" teriak Lucas sambil tergesa-gesa mengambil pedang nya untuk menyusul para pengawal ke depan benteng istana.


Para pelayan itu pun dengan segera memapah Cassandra ke dalam perpustakaan dengan raut wajah mereka yang begitu khawatir. Cassandra hanya dapat terdiam dan bertanya-tanya di dalam hatinya, sebenarnya penyerangan apa yang sedang terjadi di luar sana?. Terlintas di fikiran nya bagaimana dengan keadaan adiknya Elios, apakah dia baik-baik saja, dan bersembunyi di tempat yang tepat.


Setelah mereka semua berada di dalam ruangan pelindung, Cassandra mencoba untuk bertanya, "Sebenarnya apa yang telah terjadi?"


"Di luar sedang ada penyerangan dari kaum manusia, mereka begitu brutal ingin menghancurkan istana, tapi putri Cassandra tenang saja karna kita memiliki seorang panglima yang benar-benar hebat menghadapi segala penyerangan," jawab Vidya.


Cassandra melihat ke arah jendela luar yang ternyata terdapat sihir di jendela tersebut karna jika di lihat dari luar itu bukanlah jendela akan tetapi tembok. Ia melihat Lucas yang melawan para manusia yang mencoba untuk memberontak, hatinya sedikit rapuh ketika melihat hal itu karna bagaimana pun dirinya juga adalah manusia.


Setelah dua jam berlalu, kaum manusia berhasil membunuh satu pengawal hebat dan enam pengawal primer. Salah satu pengawal kerajaan berhasil pergi menyusul Felix yang sedang bertugas.


Hingga pada akhirnya kekacauan itu di sampaikan oleh sang pengawal kepada Felix. Felix yang marah sekaligus khawatir seketika langsung menaiki kuda hitam nya itu dengan sangat cepat agar bisa kembali ke istana dengan waktu yang singkat.


Keadaan Casandra, adalah faktor utama mengapa Felix memutuskan untuk segera kembali, dan ia pun begitu marah mengapa kakak nya tidak memberitahukan nya lewat merpati pengirim pesan seperti biasanya.


Walaupun ia sudah tahu bahwa Cassandra akan baik-baik saja di karnakan Lucas ada di sisi nya, namun dia tetap tidak akan pernah tenang sebelum dirinya berada di sisi Cassandra.


Sesampainya Felix di depan gerbang istana tidak tanggung-tanggung ia langsung di serang oleh para kaum manusia yang sudah siap siaga untuk menyerang bangsa vampir. Namun bagi sang pangeran vampir mereka semua hanyalah hembusan debu yang dengan mudahnya dapat ia terbangkan begitu saja.


Semua manusia yang ada di sana seketika langsung terbunuh di karnakan Felix yang menggunakan kekuatan kilat petir nya, dan mereka semua mati tersetrum hanya dengan beberapa detik saja. Namun masih ada empat orang berjubah hitam yang masih berdiri di depan nya, dan menantang Felix untuk bertarung.


Salah seorang diantara keempat orang berjubah hitam itu melangkah maju ke arah Felix, "Wah ... wah ... dasar bangsa vampir yang terkutuk, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun kamu telah membunuh semua manusia yang ada di sini, tapi sayang nya kekuatan mu itu masih bisa kami atasi, walaupun kami sedikit menerima luka bakar karna kekuatan mu itu."


Warna bola mata Felix langsung berubah menjadi warna merah pekat ketika melihat keempat orang itu, "Apa yang kamu inginkan? jika kalian tidak membawa para manusia ini ke sini, mungkin mereka masih bisa hidup hingga sekarang."


"Mereka hanya ingin sebuah kebebasan. Jika pangeran bersedia, lawanlah kami sekarang, dan cobalah untuk membunuh kami jika kamu benar-benar ingin melakukan nya," ucap salah satu dari mereka yang menantang.

__ADS_1


Felix pun menyanggupi tawaran nya itu, "Jangan tanyakan aku bersedia atau tidak, aku pasti akan mempertahankan tahta ku."


Dan keempat manusia berjubah hitam itu langsung menyerang Felix, "Serang!"


Prank ... !!!


Suara gesekan pedang yang tertahan itu terdengar jelas. Namun permainan pedang para manusia belum bisa menandingi kelihaian para bangsa vampir, kemampuan mereka masih bisa di atasi oleh Felix dengan mudah.


Namun entah kenapa ada satu orang yang membuat Felix seketika langsung tertegun karna tenaga nya yang begitu kuat hampir setara dengan vampir, tapi ia tidak tahu siapa orang itu karna wajahnya tertutupi cadar hitam.


Pertarungan itu menghabiskan waktu satu jam, Felix mulai sedikit kelelahan karna para manusia itu masih bertekad menyerang nya walaupun mereka sudah cukup terluka dengan parah.


"Apakah kalian tidak lelah manusia?!" bentak Felix sambil terus melawan mereka yang terus mencoba untuk menyerang nya.


"Cih ... !! vampir sombong."


Ternyata serangan terus menerus itu memanglah sudah di rencanakan dari awal, karna mereka sengaja ingin membuat Felix sedikit lengah, agar salah satu dari mereka dapat dengan mudah nya menusukan belati emas ke arah Felix. Namun sesaat ketika Felix hampir saja lengah, Lucas tiba-tiba datang untuk menghadang salah satu dari mereka yang akan menusukan belati emas itu.


Wush ... Prank ... !!


Belati emas itu terjatuh, Lucas datang tepat waktu sebelum belati itu menusuk Felix, "Mau cari mati?!"


Felix melirik ke arah belakang nya, "Lucas! terimakasih kamu sudah menyelamatkan ku."


Pertarungan pun berlanjut hingga kericuhan suara pedang pun terdengar kembali ke telinga Cassandra yang sedang berada di ruang perlinduangan. Cassandra langsung melihat ke arah luar, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Felix yang sedang bertarung melawan keempat manusia berjubah hitam itu.


"Felix!" teriak Cassandra dengan raut wajah nya yang begitu khawatir, dan keringat dingin pun seketika bercucuran.


"Aku harus menyusulnya kesana, mana bisa vampir sebodoh dia itu bertarung hingga sekeras itu," ujar Cassandra.


Namun sayang nya para pelayan menghadang nya untuk keluar, dan membujuknya untuk tetap di ruangan perlinduangan, "Putri jangan! di luar sangat berbahaya."

__ADS_1


Namun Cassandra menghiraukan larangan mereka, ia langsung kabur begitu saja, dan mengunci para pelayan itu dari luar. Cassandra tergesa-gesa menuruni tangga, di tambah dengan detak jatung nya yang berdegup dengan sangat kencang, ia hanya ingin menghentikan pertarungan ini.


Cassandra langsung berlari keluar istana untuk menghentikan pertarungan itu, "Felix! hentikan!"


Felix melirik ke arah Cassandra dengan raut wajah yang seketika berubah menjadu cemas, "Ca-cassandra?"


Kesempatan tersebut di manfaatkan dengan sangat baik oleh salah satu seorang manusia berjubah hitam itu, namun Cassandra yang ternyata sudah menyadari nya dengan segera berlari ke arah Felix untuk menghadang pria berjubah hitam itu, dan ketika Felix hendak di tusuk oleh belati emas Cassandra langsung menghadang nya sehingga belati itu akhirnya mendarat masuk ke perut Cassandra.


Bluds ... !


"Uhuk! uhuk ... ! Fe-lix, jangan lengah!" ucap Cassandra yang mengorbankan dirinya demi Felix.


"Cassandra!"


Ternyata yang menusukan belati itu adalah pria yang sama dengan pria berjubah hitam yang baru saja menghampiri Cassandra tadi, dan setelah menyadari bahwa dirinya salah sasaran, pria berjubah hitam itu dengan segera pergi dengan pancaran matanya yang penuh dengan rasa bersalah.


"Maafkan aku," ucap pria itu sebelum akhirnya ia pergi.


Bruk!


Cassandra yang tak tahan lagi untuk berdiri akhirnya terjatuh karna kesakitan, "Cassandra! bertahanlah ... aku mohon tetap buka matamu."


Felix langsung menggendong tubuh Cassandra itu ke dalam istana, dengan tatapan nya yang begitu mengkhawatirkan keselamatan Cassandra.


"Fe-lix ... apakah aku akan mati? tolong sampaikan ...."


Felix langsung membungkam mulut Cassandra, ia tidak ingin mendengar sepatah katapun soal kematian di telinga nya, "Diamlah! jangan banyak bicara."


Bersambung .....


__ADS_1


__ADS_2