Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 23 : Adrian


__ADS_3

"Bisakah aku membantumu untuk mengobati luka di perutmu itu?" tanya Cassandra.


"T-tentu saja boleh," jawab Adrian.


Cassandra pun mulai membuka kembali perban yang ada di perut Adrian secara berlahan, karena lipatan yang di buat oleh Adrian itu salah. Kemampuan Cassandra dalam hal mengobati luka itu sangat terampil rapi dan juga tepat, hal itulah yang membuat Adrian seketika langsung merasa kagum akan dirinya.


"Kamu melipatnya salah, jika seperti tadi luka mu akan lama sembuhnya. Mana berikan aku air mawar putih itu biar aku bantu kamu membalutnya kembali," ujar Cassandra.


Adrian pun memberikan air mawar putih itu kepada Cassandra, "Jangan terlalu banyak meneteskan nya, aku harus berhemat untuk air ini."


"Baiklah," jawab Cassandra dengan senyuman manisnya.


Terlintas di fikiran Helen untuk membujuk Cassandra agar ia mau tinggal di markas, karena keterampilan mengobati yang dimiliki oleh Cassandra itu sangat ia butuhkan.


"Tenaga medis yang kami miliki disini tidak seterampil dirimu, bagaimana jika kamu tinggal disini saja? kami sangat membutuhkan seseorang yang terampil dalam mengobati luka sepertimu."

__ADS_1


Cassandra langsung terdiam saat mendengar hal itu dari Helen, ia merasa sangat bingung karena masih ada janji yang harus dirinya tepati kepada Felix, dan ia tidak ingin Felix kecewa.


"Emm ... biar aku fikirkan nanti."


"Baiklah."


Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat tanda segel tawanan darah yang ada di leher Cassandra, "Cassandra! apakah kamu adalah tawanan darah Felix?"


Raut wajah Adrian seketika berubah, karena ia sengaja tidak memberitahukan hal itu kepada Helen. Namun ternyata pada akhirnya waktu yang akan mengungkap semuanya.


"Iyah, apakah bibi merasa muak saat melihatku sekarang?" tanya Cassandra, sambil terus mencoba untuk fokus mengganti perban yang ada di perut Adrian.


Cassandra menoleh kearah Helen dengan kebingungan, "Tapi kenapa?"


Setelah selesai mengganti perban luka Adrian, Helen langsung menarik tangan Cassandra, dan membawanya pergi menjauh dari gua, karena ia tahu betul jika tanda segel itu dapat di lacak oleh Felix.

__ADS_1


Helen tidak ingin tempat persembunyian nya ini di ketahui oleh bangsa vampir manapun, "Ingat Cassandra, kamu tidak boleh memberitahu siapapun tentang gua itu, okay?"


"Bibi tenang saja, aku tidak akan membocorkan hal itu kepada siapapun," jawab Cassandra.


Helen dengan segera membawa Cassandra ke aliran sungai yang cukup jauh dari markas rahasianya, ia menggunakan kekuatan vampirnya untuk lebih cepat membawa Cassandra ke tempat yang ia tuju.


Sesampainya di sana Helen langsung memberikan kalung miliknya kepada Cassandra, karena ia percaya bahwa kalung itu dapat melindungi nya, "Pakailah kalung ini, aku akan menunggumu hingga para vampir kerajaan itu menjeputmu."


Helen pun pergi cukup jauh dari tempat dirinya meninggalkan Cassandra, dan ia tetap memantau Cassandra dari kejauhan untuk menunggunya di jemput oleh Felix.


Di sisi lain tempat, Lucas yang tidak berhasil menemukan Cassandra pada akhirnya lebih memilih untuk melaporkan hal ini kepada Felix.


"Felix! identitas Cassandra sudah terungkap, semua anak di asrama sudah mengetahui bahwa dirinya adalah tawanan darah mu, dan sekarang ia pergi melarikan diri ke arah hutan kematian," ujar Lucas dengan tergesa-gesa memberitahukan berita ini kepada Felix.


"Apa?! aku akan segera melacak keberadaan nya," raut wajah Felix begitu sangat tegang ketika mendengar hal itu dari Lucas.

__ADS_1


Bersambung .....



__ADS_2