Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 31 : Miri


__ADS_3

Carlos yang baru saja kehilangan istrinya merasa sedikit terhibur dengan keberadaan Miri di sisinya untuk sekarang. Isabella adalah nama istri Carlos, ia meninggal dunia setelah satu minggu melahirkan Vivian, di saat hidupnya ia adalah wanita yang benar-benar beruntung karena memiliki seorang suami seperti Carlos yang penuh dengan effort.


Kedatangan Miri sungguh membuat keadaan berubah jauh lebih berbeda, Carlos seketika tidak merasa kesepian lagi karena sifat Miri yang begitu mirip dengan Istrinya.


Singkatnya satu bulan kemudian, tidak terasa Miri sudah tinggal cukup lama di rumah Carlos, sewaktu-waktu Miri tiba-tiba menanyakan Vivian kepada Carlos.


"Carlos, jika kamu berada disini lalu bagaimana dengan putrimu?" tanya Miri kepada Carlos.


"Putriku berada di tempat pengasuhan anak, sebenarnya akupun tidak tega meninggalkan nya disana, karena dia baru saja lahir beberapa bulan yang lalu tapi ... apa boleh buat, keselamatan nya akan terancam jika bersamaku," jawab Carlos dengan raut wajah sedih.


"Bagaimana kalo kamu bawa dia kesini? biar aku saja yang menjaganya, karena akupun mampu melindungi diriku dan putrimu," ujar Miri yang memberi saran indah kepada Carlos, karena ia tidak ingin Carlos terlalu lama di pisahkan dengan putrinya.


"Apakah kamu tidak akan kerepotan?" tanya Carlos.


Miri menggenggam kedua tangan Carlos dan menatapnya, "Aku bersungguh-sungguh."


Keesokan harinya Carlos langsung kembali permukiman dan segera membawa Vivian pergi dari tempat pengasuhan anak. Carlos merasa sangat senang, karena ketika nanti ia pulang dari perbatasan dirinya bisa langsung bertemu dengan putri kecilnya itu.


"Putriku sayang, mulai hari ini kamu akan bersama papa terus yah," gumam Carlos.


Sesampainya ia di rumah, Miri langsung menyambut hangat kedatangan Carlos dan putrinya, ia pun membuatkan beberapa makanan untuk Carlos makan.


Miri begitu sangat menyukai anak kecil, maka oleh sebab itu ia tidak merasa kerepotan untuk menjaga Vivian. Carlos yang merasa damai dengan kenyamanan ini seketika langsung bertekad untuk menikahi Miri, karena Vivian pun sangat membutuhkan sosok seorang ibu di sisinya.


Setelah selesai makan Carlos langsung mendekat kearah Miri dan berlutut di hadapan nya sambil menyodorkan cincin milik istrinya kepada Miri, "Miri, apakah kamu mau menikah dengan ku? dan menjadi ibu sambung bagi Vivian?"


Miri sangat terkejut, akan tetapi hatinya tidak bisa ia bohongi bahwa sebenarnya dirinya pun mulai mencintai Carlos, "Eumm ... a-aku mau menjadi istrimu, dan menjadi ibu sambung yang baik untuk Vivian."


"Benarkah?!" seru Carlos.


"Iyahh," jawab Miri.


Carlos langsung memasangkan cincin itu di jari manisnya, dan dengan berlahan wajahnya mulai mendekat kearah Miri.


Cup ...


"Aku mencintaimu Miri," ujar Carlos yang mengecup bibir Miri.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu tahun kemudian, pagi itu Carlos pergi untuk menjaga perbatasan seperti biasanya, dan ia akan kembali pulang setelah petang. Rasanya seperti mimpi ketika ia pulang langsung di suguhi dengan pemandangan seorang wanita yang ia cintai dan juga putrinya sedang tertidur pulas.


Pada saat itupun rasa cinta yang sangat dalam mulai tumbuh diantara Carlos dan Miri, akan tetapi sayangnya semua itu tidak bertahan lama. Carlos di curigai oleh beberapa rekanya karena ia selalu pulang lebih dulu sebelum yang lain, merekapun mengatur siasat untuk mendatangi rumahnya besok sebelum ia pulang.


Tuk ... tuk ...


"Sayang ... aku pulang," seru Carlos.


"Papa! Papa!" suara Vivian mulai terdengar ketika mengetahui ayahnya pulang.


"Sebentar sayang ..." ujar Miri yang langsung membukakan pintu untuk Carlos.


"Papa!" ucap Vivian.


Cup ...


"Halo putri ayah yang udah mulai bawel."


"Aku nggak akan di kecup juga gitu?" tanya Miri.


Setelah itu merekapun masuk kedalam rumah, dan seperti biasa Miri selalu menyiapkan makanan yang lezat untuk Carlos. Semenjak Carlos menikahi Miri, Miri sudah tidak pernah lagi keluar rumah karena ia takut menjadi buronan jika berani keluar, maka oleh sebab itu ia selalu menghabiskan waktu di dalam rumah saja.


"Usia kandungan ku sudah enam bulan, dalam waktu tiga bulan lagi kamu akan segera mempunyai seorang anak lagi," ujar Miri sambil membawakan makanan yang ia buat kearah meja makan.


Carlos dengan sigap langsung membantu istrinya itu untuk membawakan makanan nya keatas meja, "Pelan-pelan sayang ... aku tahu sebentar lagi aku akan menjadi ayah dari anakmu, terimakasih karena kamu sudah menjadi sosok ibu yang baik untuk Vivian."


Miri memberikan senyuman manisnya kepada Carlos, "Sama-sama sayang."


Keesokan harinya, Carlos berangkat menuju keperbatasan untuk kembali berjaga, namun diam-diam tiga orang rekanya melihat ada seorang wanita di dalam rumah Carlos.


Setelah menunggu tiga puluh menit, ketiga orang itu mulai mendatangi rumah Carlos.


Tuk ... Tuk ...


"Kenapa sayang? apakah ada barang yang ketinggalan?" tanya Miri dari dalam rumah.

__ADS_1


Pada awalnya ketiga rekan Carlos itu merasa senang karena ternyata diam-diam Carlos sudah mempunyai wanita pengganti setelah istrinya, akan tetapi betapa terkejutnya ia ketika melihat wanita itu ternyata adalah pendeta suci yang selama ini mereka cari.


Miri sangat terkejut dengan kedatangan ketiga rekan Carlos yang secara tiba-tiba berada di depan rumahnya, dengan segera Miri langsung kembali menutup pintu rumahnya rapat-rapat dan menggendong Vivian untuk kabur lewat pintu belakang yang sengaja ia buat tanpa sepengetahuan Carlos.


Brakk ... !!!


"Cih ! Kita terlambat, wanita itu sangat cerdik, dia berhasil kabur."


"Wanita itu sedang hamil? apakah itu adalah anaknya dan Carlos? ia sungguh sudah gila! membuat darah campuran bersama seorang pendeta suci," ujar salah satu rekan Carlos.


"Sudah sebaiknya kita cari wanita itu, ini akan lebih mudah karena tidak ada perlindungan di sisinya."


Ketiga rekan Carlos tersebut dengan segera mencari keberadaam Miri, mereka tahu bahwa Miri sedang hamil yang menandakan bahwa ia akan lebih lemah jika di bandingkan dengan sebelum nya, namun sepertinya dugaan mereka itu salah, karena Miri masih sekuat dahulu walaupun ia sedang hamil.


Salah satu rekan Carlos melaporkan kemarkas bahwa gadis pendeta suci sudah kembali di temukan, seketika semua pengawal di kerahkan untuk mencari keberadaan Miri.


Hingga satu jam kemudian berita itu terdengar oleh Carlos, dengan segera Carlos pulang ke rumahnya untuk memastikan bahwa itu bukanlah Miri, akan tetapi sesampainya di sana Miri sudah tidak ada, Carlos pun dengan segera ikut mencari keberadaan Miri untuk menyelamatkan nya.


"Miri kamu dimana? aku tidak akan pernah membiarkan mereka menangkapmu!" gumam Carlos.


Di sisi lain Miri langsung berlari kearah hutan kematian agar ia tidak dapat ditemukan, karena hutan itu di kenal sangat mematikan bagi manusia, namun sayang nya di tengah-tengah perjalanan ia ketahuan oleh ratusan pengawal vampir.


"Jangan mendekat!" seru Miri sambil menodongkan pedang emasnya, ia sama sekali tidak kelihatan kesulitan walaupun ia sambil menggendong Vivian, kehamilan nya pun sama sekali tidak mengganggunya untuk tetap bertarung.


"Jangan dengarkan dia! lihatlah wanita itu sedang menggendong seorang anak, dan ternyata ia juga sedang hamil. Cepat serang!" ujar pemimpin pasukan yang langsung memerintahkan pasukan nya untuk menyerang Miri.


Amarah mulai membara di dalam dirinya hingga akhirnya ia menggunakan kekuatan dasyat nya untuk melindungi Vivian dan calon anaknya. Sinar terang berwarna putih mulai mengelilingi tubuhnya, dan membentuk lingkaran menutupi seluruh tubuhnya.


Boom ... !!!


Sebuah ledakan sangat besar berhasil dibuat oleh Miri, dan ledakan tersebut dengan seketika langsung menewaskan seluruh pasukan bangsa vampir yang berada di dekatnya. Getaran tanah dari ledakan itu sangat terasa oleh Carlos, ia pun dengan segera menelusuri getaran tersebut karena dirinya tahu betul bahwa getaran itu di buat oleh istrinya.


"Miri kamu dimana? mengapa kamu mengeluarkan kekuatan sebesar ini? padahal kamu sedang hamil, aku sungguh sangat mengkhawatirkan mu," gumam Carlos sambil terus berlari mencari keberadaan Miri.


Di sisi lain Miri merasa sangat puas karena kekuatan yang ia miliki ternyata sangat besar, "Cih! sudah ku bilang jangan mendekat."


Setelah itu Miripun dengan segera kabur kearah hutan kematian untuk bersembunyi.

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2