
Singkatnya keesokan harinya Cassandra pun mulai bersiap untuk berangkat ke istana, namun entah kenapa Adrian terus-menerus memaksa agar ia dapat untuk ikut pergi ke istana bersama Cassandra.
"Cassandra! aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian ke istana, kamu tahukan disana itu sangat berbahaya?" ujar Adrian yang terus menerus membujuk Cassandra.
"Adrian hentikan semua kekonyolan ini! aku bisa menjaga diriku sendiri, apakah kamu tidak mempercayaiku?" bentak Cassandra yang mulai muak dengan Adrian.
"Adrian ... ini adalah hari liburmu di asrama bukan? seharusnya kamu menikmati masa-masa ini sebelum kamu harus masuk kembali ke asrama. Tenanglah, aku akan baik-baik saja," sambung Cassandra dengan nada suara yang lebih lembut.
"Baiklah, aku akan menpercayakan semuanya padamu. Berjanjilah untuk menjaga dirimu baik-baik selama disana, dan setelah misinya selesai, cepatlah pulang karena aku akan selalu menunggumu," jawab Adrian yang lulus dengan tutur kata Cassandra yang lembut.
"Baiklah sayang, aku pergi dulu," ujar Cassandra sambil naik keatas kudanya.
Adrian tersenyum sambil terus memandangi Cassandra hingga akhirnya ia sudah tidak dapat memandanginya lagi, karena penglihatan manusia yang terbatas, "Cepatlah kembali, cintaku."
Selama lima tahun kebelakang Adrian sudah menghabiskan waktunya untuk mengajarkan Cassandra beberapa tehnik dalam mempertahankan diri tujuan nya agar Cassandra dapat lebih kuat, serta mahir dalam menggunakan berbagai senjata.
Singkatnya satu tahun yang lalu Adrian tiba-tiba melamar Cassandra di hadapan Helen, dan hal itu membuat Cassandra cukup terkejut, karena jujur saja hatinya masih belum dapat menerima nama lain selain Felix, akan tetapi di sisi lain ia pun sudah tidak ingin berhubungan dengan pangeran vampir itu, maka oleh sebab itu Cassandra pun pada akhirnya menerima lamaran Adrian.
Adrian adalah pria yang sangat baik dan juga sangat lembut pada Cassandra, ia selalu memperhatikan Cassandra, memberinya begitu banyak cinta yang lebih, namun entah kenapa sudah hampir dua tahun lamanya hubungan mereka berjalan, akan tetapi Cassandra masih belum dapat untuk mencintainya.
"Adrian ... terimakasih, karena kamu sudah mau menungguku selama dua tahun ini, akan tetapi entah kenapa aku masih belum bisa untuk mencintaimu sepenuhnya," gumam Cassandra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkatnya setelah perjalanan yang cukup jauh, Cassandra pun pada akhirnya telah sampai di istana yang sekarang sudah di pimpin oleh Felix sepenuhnya.
__ADS_1
Baru saja selangkah masuk ke dalam istana, Cassandra dengan seketika langsung merasa dejavu dengan semua tempat di istana ini. Karena lima tahun yang lalu ia begitu sangat bebas untuk masuk keluar istana, akan tetapi sekarang ia malah datang sebagai tamu yang harus menunjukan surat undangan.
"Silahkan perlihatkan kartu undangan anda," ujar pengawal yang berjaga di depan gerbang istana.
Cassandra pun dengan segera memperlihatkan kartu undangan tersebut, dan masuk ke dalam istana.
"Mengapa hatiku tiba-tiba berdetak begitu sangat kencang? tenanglah ... Cassandra, identitasmu tidak akan bocor begitu saja, karena kamu menggunakan topeng untuk masuk ke dalam istana ini," gumam Cassandra di dalam hatinya.
Rasa gugup itu begitu sangat terlihat di wajahnya, akan tetapi Cassandra harus tetap tenang agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.
Cassandra pun masuk ke dalam istana, dan pas sekali acarapun di mulai, dengan susunan acara berdansa bersama. Semua orang di sana berdansa dengan seseorang yang mereka tidak ketahui identitasnya, karena mereka ingin semua orang dapat berbaur tanpa harus memandang drajat bulan.
Bruk ... !!!
"Astaga! maafkan aku tuan, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Cassandra yang tidak dengan sengaja malah menabrak seorang pria yang ada di belakang nya.
Cassandra pun menerima tangan pria tersebut yang tandanya ia bersedia, "Baiklah tuan, maafkan aku jika kakimu itu akan terinjak."
"Bukan masalah yang besar."
Mereka berdua pun pada akhirnya mulai menyeiramakan gerakan dansa mereka dengan musik yang begitu lembut, dan juga sendu.
"Suasananya sangat romantis bukan? apakah nona datang kesini sendirian? dimana pria yang harus menjaga gadis semanis dirimu ini?" tanya pria bertopeng itu kepada Cassandra.
"Hahaha ... anda ini sangat lucu tuan, tentu saja aku masih lajang. Bagaimana dengan dirimu? dimana gadis yang seharusnya berdansa dengan pria segagah dirimu ini?" ujar Cassandra yang membalikan semua pertanyaan pria bertopeng itu.
__ADS_1
"Pftt ... nona, kamu itu memang menarik."
Namun di sela-sela pembicaraan mereka saat berdansa, tiba-tiba pasangan dansa yang lain tidak sengaja mendorong Cassandra, hal itu membuat topeng pria itu lepas, dan ternyata pria di balik topeng itu adalah Felix.
Bruk ... !!!
"Aduh!" Cassandra tidak sengaja terdorong oleh pasangan yang sedang berdansa, dan hal itu membuatnya hampir saja terjatuh, namun pria yang sedang berdansa dengan dirinya itu dengan sigap langsung memeluk Cassandra untuk menahan nya agar tidak terjatuh.
"Astaga! maafkan kami, apakah nona tidak apa-apa?" tanya pasangan dansa tersebut.
Namun mereka berdua seketika langsung terkejut ketika melihat wajah pria dari pasangan wanita yang mereka tabrak itu ternyata adalah Felix, tanpa basa-basi mereka berduapun dengan spontan langsung menunduk dan pergi begitu saja dari hadapan Felix.
"Aku baik-baik saja, kamu bisa melepaskan pelukan mu. E-eh kenapa mereka langsung pergi?" tanya Cassandra.
"Sepertinya kamu harus melihatnya sendiri, alasan mengapa mereka pergi begitu saja," jawab Felix.
Cassandra pun memutar badannya dan melihat kearah Felix, "Ma-maksudmu? Astaga! Pangeran Felix?"
"Kamu juga kaget bukan? Itulah alasan mereka langsung pergi begitu saja dari sini, karena mereka takut menggangguku. Maaf nona, sepertinya dansa kali ini harus aku akhiri cukup sampai disini saja," ujar Felix, yang setelah itu ia langsung pergi dari hadapan Cassandra.
Cassandra hanya bisa terus terdiam ketika melihat wajah Felix yang setelah sekian lamanya belum pernah ia tatap kembali, dan ia begitu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan secepat ini melihatnya kembali.
"Felix, wajahmu sama sekali tidak berubah," gumam Cassandra di dalam hatinya.
Namun pertemuan itu tidak memengaruhi Cassandra untuk melaksanakan misinya, ia pun dengan segera berkeliling istana untuk sedikit menenangkan diri sekaligus mencoba untuk mencari informasi yang harus segera ia dapatkan.
__ADS_1
Bersambung .....