Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 11 : Perjodohan


__ADS_3

Hari ini Felix begitu sangat senang melihat Cassandra yang begitu berbeda di bandingkan dengan sebelumnya, akan tetapi entah kenapa hatinya kembali merasa memburuk ketika ia mengingat bahwa dirinya harus pergi ke gedung dewan untuk memenuhi perintah Xenov.


"Ayo pangeran ... kita harus segera pergi," ucap Lucas yang mengingatkan.


Raut wajahnya seketika berubah menjadi datar, "Aku tahu."


"Menurutmu apa yang akan di bicarakan oleh kak Xenov padamu?" tanya Lucas.


"Aku tidak tahu, kita lihat saja nanti," jawab Felix dengan singkat.


Sesampainya di gedung dewan, Felix langsung di sambut oleh para kerabat dekatnya dari wilayah barat. Xenov sengaja memanggil Felix ke gedung dewan agar ia dapat bertemu langsung dengan keluarga Arden.


Keluarga Arden adalah salah satu keluarga kerajaan yang berada di sebelah barat, mereka adalah ras keturunan vampir yang tertua, namun keturunan murninya sekarang hanya tinggal satu orang yaitu Putri Calestia arden.


"Apa yang membawa kalian datang ke sini?" tanya Felix.


"Tenang Felix, duduklah terlebih dahulu, setelah itu akan kami bicarakan," ucap Xenov.


Felix pun dengan segera duduk, dan kembali bertanya, "Jadi? katakan apa keperluan kalian datang ke sini?"


"Maksud kedatangan mereka ke sini adalah untuk membahas perjodohan mu dengan putri mereka," jawab Xenov.


Bola mata Felix seketika langsung mengecil, dan terpancar jelas di wajahnya bahwa dirinya itu sungguh tidak setuju dengan perjodohan ini, "Apa yang kamu katakan kakak?!"


Nicol Sam Arden ia adalah raja dari kerajaan vampir barat. Raja Nicol sebenarnya sudah merencanakan hal ini sejak Felix dan Calestia masih kecil, akan tetapi pada saat itu ayah Felix tidak mengizinkannya karena ia ingin Felix memilih pasangan nya sendiri.


Namun dengan alasan desakan dirinya terpaksa harus menyegerakan pernikahan putrinya, agar ia memiliki penerus tahta, semua itu di sebabkan karna umurnya yang sudah sangat tua, ia ingin menurunkan tahta rajanya kepada suami dari putrinya, dan ia sangat ingin melihat putrinya menikah selagi ia masih hidup.


Namun Felix begitu enggan jika ia harus di jodohkan dengan Calestia, karena Felix sudah menganggap nya seperti adik nya sendiri sejak mereka masih kecil. Sejak Felix dan Calestia kecil mereka tumbuh bersama, dahulu raja Nicol sering kali berkunjung ke istana vampir selatan untuk menemui ayah Felix.


Pada saat itu Felix dan Calestia sering bertemu, mereka juga selalu bermain bersama di taman istana, tepatnya empat belas tahun yang lalu ketika Felix masih berumur enam tahun.

__ADS_1


"Kak Felix! kenapa kamu tinggalkan aku?" teriak Calestia kecil kepada Felix yang meninggalkan nya sendirian di taman.


"Apakah kamu tidak mendengar nya tadi? aku di panggil oleh kak Xenov, dan kenapa kamu memanggilku dengan sebutan kakak terus menerus? padahal kita hanya berbeda satu tahun," jawab Felix kecil.


Calestia kecil menunduk dan memegang kedua tangan nya, "Karena ... ayah bilang padaku walaupun aku dan kamu hanya berbeda satu tahun akan tetapi aku harus menghormati mu sebagai seseorang yang lebih tua padaku."


Felix yang tidak sanggup melihat Calestia merasa bersalah padanya dengan segera ia pun langsung mengusap kepala Calestia dengan halus, "Jangan takut padaku oke? aku tidak akan menghukum mu karna kamu sering memanggilku kakak. Jika kamu ingin ku anggap sebagai adikpun, sepertinya aku tidak keberatan dengan itu."


Calestia kecil tersenyum lebar ketika mendengar hal itu dari Felix, "Terimakasih!"


Semenjak hari itu Felix dan Calestia semakin akrab, setiap harinya dalam waktu yang bertahun-tahun mereka selalu bertemu, namun pada akhirnya alur waktu mengatakan bahwa mereka harus berhenti bertemu.


Pertemuan terakhir mereka adalah pada saat Calestia yang sedang merayakan pesta ulang tahun nya yang kelima belas tahun, dan Felix datang memberikan nya sebuah kado kalung liontin berwarna hijau padanya.


Felix sengaja meninggalkan Calestia, dan enggan bertemu dengan nya lagi di karnakan dirinya yang akan sangat sibuk dengan perang jika mulai dewasa, Felix tidak ingin Calestia mengganggu nya saat berlatih seperti terakhir kalinya.


Di saat Felix yang sedang berlatih sendirian di taman belakang istana, dan Calestia yang tiba-tiba datang untuk melihatnya berlatih, akan tetapi Calestia tiba-tiba memiliki ide untuk menguji respect pedang Felix dengan cara menyerang nya dari belakang, namun Felix tidak mengetahui bahwa yang menyerang nya itu adalah Calestia.


Raut wajah Felix seketika berubah menjadi panik ketika melihat Calestia di hadapan nya, dan tangan nya terluka parah oleh pedang nya. Maka oleh sebab itu Felix lebih memilih untuk tidak bertemu lagi dengan nya.


"Perjodohan ini akan tetap di laksanakan, kamu akan menjadi penguasa istana barat dan juga selatan Felix, jadi apa alasan mu untuk menolak lamaran dari raja Nicol?" tanya Xenov pada Felix.


"Aku tidak akan pernah menikahi adikku sendiri!" seru Felix dengan tatapan tajam nya.


"Apakah kamu tidak ingin melihat Calestia yang sekarang? aku percaya kamu seketika akan jatuh cinta padanya," ujar raja Nicol.


"Calestia ... tunjukan lah dirimu pada Felix sekarang," Xenov seolaj sangat memaksa Felix untuk bersama dengan Calestia, walaupun ia sudah mengetahuinya dari awal bahwa dia tidak akan pernah ingin bersama nya.


Putri cantik itu akhirnya keluar dari balik tirai, dan benar saja ia memang begitu sangat cantik dan juga menawan pada saat ini.


__ADS_1


Calestia memandang Felix dengan penuh harapan, dan senyum yang tulus, "Halo kakak ... akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan mu."


"Cukup!" bentak Felix.


"Sekali lagi akan ku tegaskan pada kaliam, bahwa aku tidak akan pernah menikahi adikku sendiri! dan jika yang mulia raja ingin menikahkan Calestia, sebaiknya jodohkan saja dia dengan pria lain."


"Felix! lancang nya kamu!" bentak Xenov.


"Jika putri mu ingin bahagia jangan pernah menikahkan nya dengan ku, karena aku pernah hampir membunuhnya. Lucas ayo pergi," ujar Felix yang langsung pergi meninggalkan gedung dewan.


"Kakak! tapi itu hanya sebuah kecelakaan!" teriak Calestia, akan tetapi hal itu sia-sia karena bagi Felix ialah yang bersalah.


Lucas mencoba untuk menenangkan Felix, akan tetapi ia masih di penuhi dengan amarah, "Felix tenanglah, jangan anggap semua itu sangat serius, mereka pasti akan mendengarkan mu."


Felix hanya terdiam tanpa menjawab sepatah katapun, namun tak sengaja mereka malah bertemu dengan Cassandra dan ternyata ia sedang mencari Felix karna hari ini kelas berlangsung hanya sebentar.


"Felix, kamu kemana saja? aku mencarimu," ujar Cassandra sambil mendekat ke arah Felix.


Amarah Felix seketika menurun ketika ia melihat Cassandra yang sedang mencarinya, "Maafkan aku, aku lupa bahwa hari ini kelas berlangsung lebih singkat dari hari biasanya, apakah kamu menungguku?"


"Tentu saja, bukankah sekarang aku sudah tinggal di istana bersamamu?"


Felix tersenyum dengan raut wajah yang lebih tenang, "Iyah ... kamu sudah tinggal di istana sekarang, ayo kita pulang."


Melihat amarah Felix yang dengan cepatnya terluluhkan hanya dengan melihat Cassandra sungguh membuat Lucas tertegun, ia pun merasa bahwa Cassandra memang sudah menjadi pelengkap hidupnya walaupun ia baru saja beberapa hari bersama Felix.


"Dua makhluk yang awalnya sangat bertentangan, sekarang dengan tiba-tiba malah saling melengkapi," gumam Lucas.


Bersambung .....


__ADS_1


__ADS_2