
Setelah beberapa saat berbincang dengan Felix secara tiba-tiba Fidya menghampiri Felix untuk meminta tanda tangan khusus di semua undangan pesta ulang tahun Lucas, semua itu sengaja ia lakukan agar pada saat pesta di mulai tidak ada kekacauan ataupun seorang penyusup yang dapat masuk karena tidak memiliki kartu undangan khusus.
Semua sudut istana sudah mulai di jaga ketat dari hari-hari sebelumnya, maka oleh sebab itu Felix sudah menjamin keamanan di pesta nanti malam.
Setelah dua jam berlalu dan Felix baru saja menyelesaikan semua tugasnya dengan segera ia melihat jam karena masih ada tugas yang harus ia selesaikan, "Jam berapa sekarang? sepertinya aku harus bersiap-siap untuk menjemput Cassandra di asrama,"
Kaiserpun mulai bersiap-siap untuk menjemput Cassandra, ia berpenampilan sangat rapi dan juga harum, "Baiklah Cassandra tunggu aku di asrama."
Singkatnya waktu pulang dari asrama pun tiba, Kaiser sudah menunggu Cassandra di depan gerbang, Cassandra begitu sangat senang ketika melihat Felix yang sudah menunggunya.
"Apa yang terjadi padamu? dimana Lucas? tumben sekali kamu mau menjemputku, apakah kamu tidak sibuk?" tanya Cassandra kepada Felix.
"Kebetulan aku sedang bersantai jadi aku memilih untuk menjemputmu saja," jawab Felix.
"Hahaha ... Baiklah pangeran vampir yang terhormat," ujar Cassandra sambil menundukan kepalanya.
Alasan Felix untuk menjemput Cassandra langsung adalah karena ia ingin memberikan sebuah hadiah spesial untuknya atas keberhasilan nya dalam membuat racikan obat yang terbaru. Obat tersebut dapat menyembuhkan luka hanya dengan waktu 10 menit saja, obat itu di sempurnakan oleh Vivian menggunakan sihir vampirnya, dan pada akhirnya mereka berdua benar-benar berhasil membuat obat itu.
"Selamat atas keberhasilan mu Cassandra, aku sangat bangga padamu," ujar Felix yang mengucapkan selamat kepada Cassandra.
"Terimakasih Felix," jawab Cassandra dengan tersipu malu.
"Naiklah ke kereta kuda," ujar Felix.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan kamu? apakah kamu akan duduk di depan dan menjadi kusirnya?" tanya Cassandra.
"Tentu saja, aku datang kemari tanpa di dampingi seorang kusir," jawab Felix.
Namun sepertinya Cassandra tidak ingin jika dirinya duduk sendirian di dalam kereta kuda, "Kalo begitu aku juga akan ikut bersama mu duduk di depan, biarkan saja kereta belakang kosong."
"Pftt ... kamu benar-benar aneh, tau begitu aku bawa kuda saja," ujar Felix sambil tertawa melihat tingkah Cassandra yang manis.
Mereka berduapun akhirnya pergi menuju ke istana, namun saat di tengah perjalanan Felix tiba-tiba memberikan kotak hadiah untuk Cassandra dan ternyata di dalamnya itu terdapat sebuah kalung dengan berlian berwarna ungu.
"Apa ini?" tanya Cassandra.
"Bukalah, itu hadiah dariku untukmu, semoga kamu suka," jawab Felix.
"Felix? ini untukku? kalung secantik ini untukku?" tanya Cassandra berulang-ulang untuk memastikan.
"Iyah itu untukmu, sangat cantik bukan? itu adalah salah satu kalung kesayangan ibuku," jawab Felix.
Amara cukup terkejut dengan hal itu, akan tetapi ia juga menjadi kebingungan karena kenapa Felix malah memberikan benda peninggalan ibunya itu kepada dirinya.
"Apakah ini tidak apa-apa?" ujar Cassandra sambil menatap kalung tersebut.
__ADS_1
Felix menggenggam tangan Cassandra untuk mempercayakan nya, "Tidak apa-apa, karena benda itu sudah menjadi milikku, jadi aku bebas memberikan nya kepada siapa saja."
Cassandra tersenyum ketika mendengar jawaban Felix itu, ia begitu sangat senang, dan merasa sangat bahagia karena telah di berikan hadiah semewah ini.
Tidak lama dari itu Felix menggunakan waktu luang nya untuk bertanya soal perasaan nya kepada Cassandra, "Eummm Cassandra, bolehkah aku tanyakan sesuatu kepadamu?"
"Tentu saja boleh, apa?" tanya Cassandra.
Felix pun pada akhirnya mulai menyatakan cintanya kepada Cassandra, dan bertanya padanya apakah Cassandra memiliki perasaan yang sama dengan nya atau tidak.
Awalnya Cassandra merasa sangat malu untuk menjawab pertanyaab itu, akan tetapi pada akhirnya ia pun mencoba untuk memberanikan diri, dan setelah beberapa detik kemudian Adiba pun menjawab bahwa sebenarnya ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Felix.
Mendengar jawaban Cassandra, Felix begitu sangat bahagia karena itu tandanya cintanya berarti bukanlah cinta sendiri.
Felixpun mengehentikan kereta kudanya sebentar untuk memeluk tubuh Cassandra sebebas apa yang ia mau, dan ia pun berkata bahwa Cassandra harus berjanji untuk tidak pernah meninggalkan nya apalagi sampai mengkhianatinya.
"Kamu harus berjanji untuk tidak pernah meninggalkan ku," ujar Cassandra.
"Aku berjanji," ujar Cassandra yang langsung tersenyum mendengar permintaan sederhana nya.
Namun terlintas di benak Cassandra apakah menyembunyikan indentitas Adrian adalah sebuah pengkhianatan bagi Felix? akan tetapi ia menghiraukan fikiran nya itu dan menjawab ucapan Felix bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan nya sampai kapan pun.
Bersambung .....
__ADS_1