
Kaiser tersenyum licik kepada Helen, "Baiklah, mari kita lihat kekuatan yang kamu miliki sekarang."
"Cih ... sikapmu itu memang selalu arogan, ayo tunjukan kekuatan mu padaku," ujar Helen yang menantang Kaiser.
Peperangan pun akhirnya semakin ricuh karena pertarungan Felix dan Helen, keduanya memang sama-sama kuat, akan tetapi Felix tetap menjadi yang paling kuat karena ia adalah seorang vampir yang akan dapat menguasai kekuatan bulan merah.
Hingga pada akhirnya setelah dua jam pertarungan, Cassandra tiba-tiba datang dengan menaiki seekor kuda, "Felix ... !!! hentikan ini semua!"
Felix dengan seketika langsung kelirik kearah Cassandra, dan begitupun dengan Helen.
"Cassandra!" ujar mereka berdua.
Cassandra mulai turun dari kudanya, dan setelah itu dengan segera ia berjalan menuju kearah Felix.
Plak!
Cassandra langsung menampar keras pipi Felix, "Bajingan! kenapa kamu malah menyerang mereka? yang melukaiku bukan pria berjubah hitam itu! akan tetapi Natasya."
"Kenapa kamu tidak menungguku bangun dulu?!" tanya Cassandra sambil membentak.
"Aku tidak butuh pendapatmu untuk tindakan ku. Tapi maaf Cassandra, aku sama sekali tidak peduli mereka itu salah atau tidak, jadi kamu tenanglah setelah peperangan ini berakhir aku akan segera menghukum Natasya," ujar Felix yang sudah di butakan oleh hasrat membunuhnya.
"Asal kamu tahu Cassandra, jauh sebelum hari ini aku memang sudah mempunyai rencana untuk menyerang mereka," sambung Felix dengan raut wajahnya yang sudah berubah menjadi seorang vampir liar, matanya berubah menjadi merah, dan pupil matanya tegak lurus.
"Felix! aku mohon lepaskan mereka!" bentak Cassandra.
__ADS_1
"Tidak akan! jangan melawan ku!" ujar Felix yang membentak balik Cassandra.
"Lucas! jaga dia agar tidak mendekat kearah ku," ujar Felix sambil membawa pedang nya kearah Helen.
"Baik Tuan," jawab Lucas yang langsung memegangi kedua tangan Cassandra.
Dan setelah jaraknya sudah cukup dekat dengan Helen, Felix mulai mengayunkan pedang nya kearah lehernya, sedangkan Helen hanya bisa tertunduk diam, karena dirinya yang sudah kelelahan melawan Felix.
"Matilah kamu Helen!" ujar Felix sambil tersenyum jahat.
Prank ... !!!
Suara pedang Felix yang di tahan oleh pedang milik Adrian, ia secara tiba-tiba datang kembali di waktu yang sangat tepat.
"Coba lihatlah siapa yang datang, ada pahlawan kesiangan rupanya," ujar Felix.
Bugh ... !!!
"Minggir kamu!" ujar Felix yang langsung menendang Adrian dari hadapan nya.
Cassandra langsung melepaskan genggaman tangan Lucas dari kedua tangan nya, dengan segera Cassandra langsung berlari menuju kearah Adrian, setelah itu ia langsung mengambil pedang emas milik Adrian dari tangan nya, lalu Cassandra dengan beraninya menodongkan pedang itu kearah Felix.
Srett ...
"Berhenti!" bentak Cassandra sambil menodongkan pedang emas milik Adrian itu kepada Felix.
__ADS_1
Dan dengan seketika mata Felix yang awalnya berwarna merah berubah kembali menjadi hitam, "Apa yang kamu lakukan Cassandra?"
Felix begitu sangat terkejut melihat wanita yang sangat ia cintai secara tiba-tiba menodongkan sebuah pedang yang dapat membunuhnya dengan seketika, hatinya begitu sangat sakit ketika melihatnya seperti itu. Felix merasa kebingungan dengan situasi saat ini, perasaan yang tidak dapat ia tebak sendiri antara rasa kecewa dan takut.
"Turunkan pedang itu," ujar Felix dengan nada suara yang lembut.
"Maaf Felix, aku tidak tahu hatimu saat ini sangat sakit atau bagaimana, tapi aku tidak akan pernah tinggal diam jika kamu berani menyakiti bibi ku sendiri!" ujar Cassandra yang dengan berlahan mulai menurunkan pedang nya.
"Bibi? maksudmu Helen?" tanya Felix.
"Iyah, bibi Helen adalah adik dari ibuku yang sudah meninggal, aku tidak pernah tau dia masih hidup atau tidak. Pada saat identitasku terungkap disitulah pertemuan pertama kami, dan dialah yang sudah membantuku keluar dari hutan kematian," ujar Cassandra yang mulai meneteskan air matanya.
"Felix, aku tidak akan membiarkan kamu membunuhnya! karena hanya dialah sisa dari keluarga kami!" sambung Cassandra yang kembali menodongkan pedang nya kearah Felix.
"Tapi dia pernah mengkhianatiku Cassandra, aku ingin dia juga merasakan hal yang lebih sakit di bandingkan dengan apa yang aku rasakan," jawab Felix yang semakin tak berdaya melihat Cassandra yang seolah akan membunuhnya pada saat itu juga.
"Jika kamu berani membunuhnya, bunuhlah aku lebih dulu!" ucap Cassandra yang merasa sangat kecewa kepada Felix, karena ia hanya mementingkan dendam nya saja.
Setelah menyerang, dan membunuh sebagian besar kaum manusia yang berada di gua apakah ia tidak puas? semua vampir memang haus dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan darah, dan pembantaian. Cassandra merasa sangat sedih sekaligus kecewa karena tampang Felix yang terlihat tetap sangat ingin membunuh Helen.
"Apa ada yang salah dengan logikamu itu Felix?! akupun salah satu dari kaum manusia, bagaimana rasanya jika bangsa mu di bunuh secara brutal oleh kaum manusia? sangat sakit bukan?" tanya Cassandra.
"Lalu apa yang kamu mau?" ujar Felix yang kembali bertanya kepada Cassandra.
Bukan hanya Cassandra saja yang merasa kecewa, akan tetapi Felix juga merasa kecewa padanya, karena perbuatan Cassandra itu secara tidak langsung telah mengkhianati kepercayaan nya juga.
__ADS_1
Bersambung .....