Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 44 : Keputusan Yang Tidak Bisa Diubah


__ADS_3

Singkatnya Lima hari kemudian, Felix begitu sangat mengharapkan kedatangan Cassandra kembali ke istana, akan tetapi setelah melewati hari-hari penantian, bukan nya Cassandra yang ia dapati, akan tetapi seekor burung merpati yang datang memberikan nya sepucuk surat dari Cassandra.


"Sudah lima hari berlalu, tapi kenapa kamu tidak kunjung datang kembali ke istana? aku harap kamu akan baik-baik saja di tangan mereka, dan setelah itu kamu akan kembali kepadaku," ujar Felix yang begitu mempercayai Cassandra yang tidak akan menghianati kepercayaan nya.


Kurr ... Kurr ...


Seekor merpati hinggap di tangan Kaiser sambil melepaskan surat yang di taki di kakinya menggunakan paruh nya, dan surat itupun akhirnya sampai di tangan Felix.


"Surat?" gumam Felix yang langsung membuka surat itu, dan betapa terkejut ia ketika mengetahui bahwa surat tersebut di kirim dari Cassandra.


"Felix ... jujur saja aku sangat merindukan mu, akan tetapi semua rasa rindu itu seketika langsung tertutup kembali dengan rasa kecewa yang kamu tuai. Kamu dengan sengaja membantai hampir semua kaum manusia yang ada di gua tanpa berfikir panjang lagi. Aku harap kamu baik-baik saja," ujar Cassandra di dalam surat singkatnya.


Hati Felix seketika langsung patah ketika membaca surat itu, ia langsung tercengang dan mencoba untuk mengingat semua kenangan yang pernah ia buat dengan Cassandra.


Felix seolah langsung terjatuh ke dalam tebing yang sangat curam ketika Cassandra, yaitu harapan terakhirnya melepaskan pegangan tangan nya, dan karena hal itu Felix harus kembali terjatuh ke dalam ruang gelap.

__ADS_1


"Ca-Cassandra ... ini pasti bukan kamu yang menulisnyakan? Hahaha ... aku pasti sedang berhalusinasi," gumam Felix yang kelihatan nya masih belum bisa menerima keadaan nya.


"Tidak! Tidak bisa seperti ini! aku harus segera mencari keberadaan Cassandra," ujar Felix yang langsung menggunakan kekuatan nya untuk melacak keberadaan Cassandra, akan tetapi sayang nya ia tidak berhasil untuk menemukan nya.


Dan ternyata segel di leher Cassandra telah di samarkan oleh Helen dengan kekuatan vampirnya. Walaupun kekuatan Helen tidak begitu sempurna, akan tetapi hal itu dapat membantunya untuk menghilangkan jejak di pelacak Felix.


Duak ... !!!


Felix langsung memukul meja yang ada di hadapan nya hingga terbelah menjadi dua, "Apa! kenapa pelacak ku tidak bisa melacak keberadaan nya? Cassandra ... apakah kamu benar-benar akan meninggalkan ku?"


Namun hal ini menyadarkan Felix sekaligus merubah jalan isi fikiran nya sekarang, bahwa semua manusia adalah makhluk yang sering mengingkari janji.


"Semua manusia memang di ciptakan untuk mengingkari apa yang mereka janjikan, dan hanya sebagian kecil dari manusia yang dapat menepatinya. Cassandra, kamu wanita yang ku cintai, tapi tidak ku sangka kamu akan mengkhianati ku juga," gumam Felix dengan sorot matanya yang langsung berubah menjadi merah menyala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di sisi lain tempat Helen telah menggunakan seluruh kekuatan nya untuk menyamarkan posisi Cassandra, tujuan nya agar Felix tidak dapat mengetahui posisinya. Helen begitu terlihat sangat pucat dan juga lesu setelah itu.


Bruk ... !!!


Helen terjatuh ke tanag karena kakinya yang sudah tidak kuat untuk menopang tubuhnya. Cassandra yang melihatnya dengan segera memanggil Adrian untuk membantu Helen masuk ke gua pesembunyian baru.


"Bibi! apakah kamu baik-baik saja? Adrian! Adrian! bantu aku untuk menggendong bibi ke dalam," teriak Cassandra.


Dan dengan segera Adrian datang untuk menggendong Helen ke dalam, "Dia pasti kelelahan, biarkan aku saja yang menggendong nya."


"Baiklah," jawab Cassandra sambil berjalan mengikuti Adrian dari belakang.


Cassandra sangat merasa bersalah kepada Helen, karena ia merasa telah merepotkan hidup nya yang pada awalnya tenang, dan sekarang seketika berubah menjadi kacau karena kehadiran nya.


Semenjak hari itu Cassandra pun memutuskan untuk menetap bersama sisa-sisa kaum manusia yang telah di latih oleh Helen.

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2