Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 13 : Aku Bukan Siapa Siapa


__ADS_3

Setelah asrama selesai Cassandra segera pulang bersama Felix ke istana, dan di dalam kereta kuda Felix kembali memberikan bunga mawar berwarna biru kepada Cassandra.


Felix mengambil bunga itu dari belakang punggung nya, dan langsung memberikan nya pada Cassandra, "Bunga ini untukmu, tidak akan ada orang yang melihatnya sekarang, jadi terimalah."



Cassandra mengambil bunga tersebut dari tangan Felix, "Aroma bunga mawar ini sungguh sangat harum, tapi apa alasan mu memberiku bunga mawar biru ini?"


"Karna matamu yang berwarna biru, dan itu sangat mirip dengan warna bunga mawar itu."


Ternyata apa yang di katakan oleh murid-murid di asrama pada saat itu mengenai fakta bunga mawar biru salah besar, karena tidak semua orang yang memberikan bunga mawar biru itu menandakan bahwa dirinya adalah milik seseorang.


Singkatnya setelah sampai di istana Cassandra melihat dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang berbincang dengan Xenov, ketika jarak diantara mereka sudah cukup dekat Cassandra langsung menunduk badan nya ke hadapan wanita yang sedang berbincang dengan Xenov itu.


Sambil menunduk Cassandra mengenalkan dirinya, "Salam nona ... perkenalkan nama saya Cassandra Amalthea."


Sorot mata Felix seketika langsung mengarah ke arah Cassandra, mungkin ia belum tahu wanita yang ada di hadapan nya itu adalah Calestia, "Cassandra! tidak usah menunduk seperti itu, dia bukanlah tamu istimewa."


Cassandra bertanya-tanya di dalam hatinya, mengapa Felix melarangku? dialah yang telah mengajarkan ku untuk memperkenalkan diri ketika ada seorang tamu datang ke istana, tapi sekarang dia malah melarang nya.


"Memang nya kenapa? kamu yang mengajariku untuk sopan," ujar Cassandra berbisik pada Felix.


"Sudah lain kali jangan langsung memberi hormat seperti itu, tunggu aku yang memberi aba-aba," jawab Felix sambil berbisik balik pada Cassandra.


"Memang nya dia siapa?" tanya Cassandra.


"Dia ... Calestia," jawab Felix dengan sedikit keraguan, karna ia tau bahwa Cassandra akan kembali murung ketika mengingat hal yang baru saja terjadi hari ini.


Pandangan Cassandra seketika berubah, saat ia mengetahui bahwa seseorang yang ada di hadapan nya itu adalah Calestia, dirinya langsung menundukan kepala tanpa ingin melihat wajah Calestia.


"Halo Cassandra, apa kabar?" tanya Calestia dengan senyum palsu yang ia lukis di pipinya.


Felix langsung menggenggam tangan Cassandra, dan menarik nya untuk segera menuju ke kamar, hal itu sengaja Felix lakukan karna ia tidak ingin ada hal yang tidak direncanakan terjadi.


"Sial! mengapa wanita itu malah di genggam tangan nya oleh Felix? seharusnya aku yang berhak mendapatkan nya! Cassandra ... lihat saja nanti," gumam Calestia di dalam hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Cassandra bertanya pada Felix, "Mengapa kamu malah menarik ku?"


"Sudah diam, tugasmu sekarang adalah tetap diam di kamar hingga aku kembali ke sini, okey?"


"Emm ... baiklah," jawab Cassandra yang langsung menuruti apa yang di katakan oleh Felix.


Ketika Felix kembali ke lantai bawah ia tidak melihat Calestia ada di sana, di kursi tamu hanya tersisa kakaknya saja yanh sedang meminum teh nya.


"Dimana Calestia?" tanya Felix.


"Dia sedang berjalan-jalan mengelilingi istana, katanya ia ingin mengenang masa kecilnya bersama mu," jawab Xenov.


"Apakah itu alasan Calestia datang ke istana ini? hanya untuk berkeliling?"


"Mungkin," jawab Xenov yang tidak terlalu mempedulikan pertanyaan sang adik.


Namun di sisi lain ternyata Calestia malah pergi ke kamar Cassandra secara diam-diam, dan tanpa permisi ia langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Cassandra.


"Fe-lix kamu sudah ..." ujar Cassandra yang menyangka bahwa yang membuka pintu kamarnya itu adalah Felix, namun ternyata ia salah.


"Hahaha ... berharap aku adalah Felix? lucu sekali, kamu adalah tawanan darah yang tidak tahu diri!" ujar Calestia.


"Siapa kamu hah?! berani beraninya melawan," bentak Calestia yang mulai kesal.


"Kamu sudah tahukan siapa aku? lalu mengapa kamu bertanya lagi? Cassandra Amalthea, tawanan darah dari pangeran Felix, apakah sudah jelas?"


Tidak kuasa menahan kesal Calestia pun mencekik Cassandra menggunakan kekuatan nya, "Cih ... mengapa kamu tidak mati saja?"


Cassandra yang merasa terancam dengan cepat ia langsung mengambil belati emas yang ada di bawah bantalnya, dan menodongkan belati itu pada Calestia.


"Ckck ... cepat lepaskan aku!" ujar Cassandra sambil menodongkan belatinya.


Betapa terkejutnya Calestia ketika melihat Cassandra yang menodongkan belati emas padanya, "Lucu sekali kamu ini, tawanan darah sang pangeran bisa-bisanya menyembunyikan senjata terlarang."


"Ini demi kepentingan ku menjaga diri dari serangan vampir sepertimu, bukan untuk melukai siapapun," jawab Cassandra.

__ADS_1


Terlintas di fikiran Calestia untuk memfitnah Cassandra, dengan cara melukai tangan nya dengan belati emas itu. Calestia langsung mengambil belati emas yang ada di tangan Cassandra itu, dan dengan cepat ia langsung menggoreskan belati emas tersebut pada tangan nya sendiri.


Arghh ... !!


Teriak Calestia yang berakting kesakitan karna ulah Calestia, dan langsung melempar kembali belati itu ke tangan Cassandra.


"Apa yang kamu lakukan Calestia?!"


Teriakan Calestia begitu keras sampai terdengar oleh Felix dan Xenov, mendengar teriakan itu mereka dengan segera menuju ke lantai atas.


"Kericuhan apa yang kalian buat di sini?" tanya Xenov.


Pandangan Felix langsung tertuju pada Cassandra yang sedang memegang belati emas di tangan nya, "Cassandra ... apakah yang ada di tangan mu itu adalah belati emas?"


"Kak Xenov! lihatlah tangan ku ini hiks ... semua ini karna Cassandra, aku hanya ingin menyapanya tadi, tapi entah kenapa ia malah mengeluarkan senjata terlarang itu dari bawah bantalnya dan menggoreskan nya pada tangan ku, hiks ... untung saja aku bisa menghindar," ujar Calestia yang masih bersandiwara karna ingin menjatuhkan Cassandra.


"Cassandra! katakan padaku dari mana kamu mendapatkan senjata itu?!" bentak Felix.


"Dia adalah seorang penghianat kakak! jangan tanyakan lagi padanya, langsung saja masukan dia ke dalam penjara," seru Calestia yang semakin memanaskan suasana.


Cassandra ingin mencoba untuk menjelaskan pada Felix akan tapi Calestia seolah terus menerus menghalangi nya untuk berbicara.


Hati Felix mulai bertanya-tanya, apakah benar Cassandra adalah seorang penghianat? rasa takut di dalam hatinya kini mulai kembali membelenggu, ia sangat takut Cassandra akan sama seperti seseorang di masa lalunya, ia menghianati Felix, dan setelah itu ia pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya.


"Felix! bukan aku yang melukainya tapi dirinya sendiri yang telah melukai tangan nya sendiri, aku memang mempunyai belati emas itu, tapi percayalah aku tidak akan pernah melukai siapapun," ujar Cassandra yang mengeluarkan semua suaranya untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi pada Felix.


Namun Calestia menyelanya lagi berkata, "Cukup Cassandra! akulah calon istri kak Felix! dan kamu hanyalah tawanan darahnya, jadi jangan mencoba untuk menjelaskan apapun lagi karna kamu bukan tunangan nya."


Kata-kata itu sungguh menusuk hati Cassandra, tanpa berbicara sedikitpun lagi Cassandra langsung berlari ke luar kamar sambil menangis, dirinya ingin meluapkan amarah nya di taman belakang istana.


Namun ketika Cassandra melewati Felix, ia sama sekali tidak melihat ke arahnya ataupun mencoba untuk mengejarnya, karna rasa kepercayaan nya yang telah hancur karna Cassandra.


"Padahal ia tau jelas bahwa senjata itu sangat terlarang, tapi mengapa ia masih menyimpan nya!" gumam Felix di dalam hatinya.


Melihat hubungan Felix dan Cassandra mulai ada retakan Calestia sungguh merasa puas, itu berarti luka yang ada di tangan nya tidak sia-sia. Sedangkan Xenov sedang terdiam dan menunggu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, karna sudah ia duga bahwa Cassandra hanya akan mendatangkan kekecewaan terhadap Felix, namun ada beberapa persen sifat Cassandra yang akan membantu Felix berubah.

__ADS_1


Bersambung ....



__ADS_2