Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 37 : Natasya Yang Sudah Kembali


__ADS_3

Singkatnya satu minggu kemudian Natasya dan Widya sudah di bebaskan dari hukuman mereka, masa hukuman Widya di perpendek karena permintaan Natasya dengan alasan dirinya dan Widya akan bersikap baik tanpa mengulangi kesalahan mereka yang sebelum nya.


"Akhirnya aku bisa keluar dari kamar kematian itu dan kembali menghirup udara segar di pagi hari ini lagi, terimakasih Natasya, kamu memang sahabatku yang paling baik," ujar Widya.


"Yaps, karena aku sangat membutuhkan mu untuk balas dendam ku nanti," jawab Natasya dengan senyuman liciknya.


"Hahaha ... tentu saja aku akan membantumu Natasya."


Natasya dan Widya pun bergegas pergi ke kelas mereka untuk kembali belajar seperti biasanya, namun betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat Vivian yang sangat akrab dengan Cassandra.


"Hahaha ... kamu ini sangat lucu Cassandra," ujar Vivian yang sedang tertawa ria bersama Cassandra.


"Hey hey! Natasya dan Widya sudah kembali dari kamar tahanan nya hahahaha, bagaimana rasanya? lain kali jangan suka membully lagi dong, emang nya mau masuk tahanan lagi?" ujar salah satu murid di dalam kelas mereka.


Raut wajah Natasya dan Widya begitu murung ketika mereka masuk ke dalam kelas, namun ketika Natasya menggenggan tangan Vivian untuk mengajak nya duduk bersamanya lagi, akan tetapi dengan kasarnya Vivian melepaskan genggaman tangan Natasya.


"Lepaskan aku! kamu bukan lagi sahabatku Natasya!" bentak Vivian.

__ADS_1


Natasya tersenyum masam kearah Vivian dengan raut wajahnya juga yang merasa bingung, "Ayolah Vivian maafkan kami."


"Tidak terimakasih! sekarang aku punya Cassandra yang bisa menerimaku dengan baik, dan tidak pernah menyalahkan sahabatnya untuk kesalahan nya sendiri," ujar Vivian sambil menggandeng tangan Cassandra.


Natasya sangat terkejut melihat sahabat dekatnya sekarang di rebut oleh Cassandra, ia sangat sedih akan tetapi rasa kesalnya itu lebih besar di bandingkan dengan rasa sedihnya.


Natasya pun mulai bersandiwara menangis di hadapan Cassandra, sekaligus ia pun meminta maaf kepada Cassandra, ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan nya lagi.


"Hiks ... Cassandra, maafkan aku atas kesalahan ku yang lalu, kamu tidak benar-benar akan merebut Vivian dariku kan? mengapa kita tidak mulai bermain bersama saja?" ujar Natasya.


Cassandra memiliki hati yang sangat lembut dan juga begitu polos, maka ia pun langsung menyangka bahwa Natasya mengatakan semua hal itu karena bersungguh-sungguh, akan tetepi Vivian tidak setuju jika mereka harus bermain bersama.


Cassandra pun tersadar bahwa dirinya tidak boleh menilainya begitu cepat hanya karna air mata, "Natasya kamu tenanglah karena aku sudah memaafkan dirimu dan juga Widya, akan tetapi jangan harap untuk mendapatkan kesempatan secepat itu."


Hal itu sungguh membuat Natasya sangat kesal, namun ia tetap harus lebih sabar untuk menghindari kejadian yang sebelum nya terjadi.


"Sabarlah Natasya, kamu tidak boleh sembrono lagi dalam berbuat," gumam Natasya sambil tersenyum kearah Cassandra.

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih," ujar Natasya yang setelah itu ia langsung duduk di bangkunya bersama Widya.


"Kenapa kamu begitu lemah di hadapan mereka?" desis Widya kepada Natasya.


"Kamu tunggu saja permainan nya, karena permainan ini baru saja dimulai," jawab Natasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tempat Felix sedang sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun Lucas, karena Felix sudah terbiasa untuk merayakan ulang tahun Lucas setiap tahun nya.


"Semuanya harus di letakan sesuai dengan ketetapan ku, ayo ... ayo lebih cepat," ujar Felix sambil memerintah para pelayan nya untuk menyiapkan semua hiasan ulang tahun Lucas dengan segera.


Tak lama dari itu Lucas pun datang menghampiri Felix, "Bro! kenapa kamu harus merayakan ulang tahun ku terus?"


"Karena kamu sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri Lucas, jadi kamu jangan pernah merasa bahwa kita memiliki hubungan darah yang tak sama lagi, okay?" ujar Cassandra yang berusaha menghiburnya.


Semua ini Felix lakukan hanya karena ia ingin Lucas dapat merasakan bagaimana rasanya keluarga yang sesungguh nya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2