Pangeran Vampire Bulan Merah

Pangeran Vampire Bulan Merah
Bab 14 : Hati Yang Tak Bisa Di Bohongi


__ADS_3

Cassandra mulai meneteskan air matanya sambil duduk di bangku taman, ia begitu sedih dengan apa yang telah terjadi. Melihat respon Felix yang buruk padanya semakin membuat perasaan nya hancur, mengapa pangeran vampir itu tidak mendengarkan penjelasan ku? padahal aku selalu mempercayai semua penjelasan nya.


Tiga puluh menit kemudian, langit seolah ikut bersedih atas penderitaan Cassandra, awan-awan itu mulai berkumpul menutupi langit biru, dan mengubahnya menjadi warna hitam.


Rintik-rintik hujan mulai turun dengan di sertai tiupan angin yang berhembus sangat kencang, namun Cassandra menghiraukan itu semua, karna yang ia inginkan sekarang adalah menenangkan fikiran nya.


Hujan yang pada awalnya hanya rintik-rintik kecil sekarang sudah berubah menjadi badai besar yang menurunkan air hujan yang begitu banyak, akan tetapi Cassandra tetap duduk terpaku di bangku taman tersebut dengan tatapan kosong, namun air matanya masih keluar.


"Apakah Felix lebih mempercayai Calestia dibandingkan dengan diriku? astaga! untuk apa aku memikirkan hal itu?!jikalau mereka akan menyegerakan pertunangan ya silahkan saja, karna pertunangan itu sama sekali tidak ada hubungan nya dengan ku." ucap Cassandra.


Gemuruh suara hujan semakin besar, hingga tubuh Cassandra mulai kedinginan, akan tetapi ia masih bertekad untuk berdiam diri di tengah-tengah badai yang mulai mengacau. Walaupun angin mulai berhembus dengan sangat kencang, Cassandra lebih memilih untuk tidak menginjakan kakinya kembali ke dalam istana, sebelum dirinya dapat membuktikan bahwa ia tidak bersalah.


Diam-diam Felix ternyata melihat Cassandra dari kaca jendela kamarnya, ia hanya terdiam dengan sorot matanya yang memancarkan aura kekecewaan, Felix pun membiarkan Cassandra di luar tanpa ada keinginan untuk menghampiri nya.


"Apakah dia sangka aku akan peduli? setelah perbuatan nya yang benar-benar membuatku kecewa, melukai adikku dengan belati emas, sungguh wanita yang tidak tahu terimakasih," ujar Felix sambil memandang ke arahnya.


Tuk ... tuk ...


"Kakak! teh melatinya sudah siap, ayo keluar dan turunlah, kak Xenov sudah menunggumu," teriak Calestia.


"Iyah ... kakak akan segera menyusul," jawab Felix.


Felix segera turun ke ruang perjamuan untuk minum teh bersama kakaknya, walaupun rasanya ia mulai kembali ke dalam sebuah keutuhan keluarga, akan tetapi rasanya berbeda di karnakan dirinya yang sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Cassandra di sisinya.


Namun walaupun rasanya begitu berat Felix mencoba untuk membiarkan rasa kecewa itu mulai menggebu kembali di dalam hatinya.


"Akhirnya kamu keluar dari kamar," ujar Calestia dengan senyuman di pipinya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan lukamu? apakah lukanya sangat dalam?" tanya Felix yang mencoba untuk sedikit peduli terhadapnya.


"Lukanya sudah membaik kok, aku kan kuat hehehe."


"Duduklah Felix, apakah kamu tidak merindukan teh melati buatan Calestia?" tanya Xenov.


"Eumm... sedikit," jawab Felix yang masih begitu canggung dengan keberadaan Calestia, untuk menghargainya ia pun meminum sedikit teh tersebut.


Singkatnya setelah berbincang-bincang selama satu jam, Felix memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya. Calestia begitu sangat bahagia karna Felix bisa kembali sedekat itu dengan nya.


"Ahh ... teh buatan ku akhirnya habis di minum oleh kak Felix, aku sangat senang melihatnya," gumam Calestia.


Sesampainya Felix di kamarnya, dengan segera ia langsung mengecek kembali ke arah kaca jendela, karna bagaimana pun hati tidak akan pernah bisa di bohongi, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Cassandra yang masih duduk terdiam di bangku taman, tanpa bergeser sedikitpun.


"Mengapa gadis bodoh itu masih berada di sana? apakah ia sudah tidak peduli lagi dengan kesehatan nya?" Felix langsung kembali turun ke lantai bawah untuk segera menuju ke taman.


"Kakak! kamu kembali ke bawa?" seru Calestia.


Namun Felix sama sekali tidak merespon nya, karna ia terfokus untuk segera menghampiri Cassandra.


"Cassandra Amalthea! ayo masuk ke dalam istana!" bentak Felix sambil menarik paksa tangan Cassandra.


"Lepaskan aku!" bentak balik Cassandra sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Felix.


Felix sudah tak kuasa untuk menahan kekesalnya lagi, semuanya seolah sudah memenuhi hati, dan fikiran nya, "Apakah kamu ingin mati?! ingatlah bahwa kamu itu hanya manusia lemah yang akan mati karna kedinginan! cepat masuk! sebelum kesabaran ku habis."


Cassandra kembali memberontak, dan berusaha melawan setiap perkataan Felix padanya, "Biarkan saja aku mati! bukankah itu hal yang kamu mau?! lalu mengapa kamu tidak membunuhku saja?"

__ADS_1


Felix tercengang mendengar hal itu keluar dari mulut Cassandra, karna Cassandra berkata sambil meneteskan air mata sedih nya. Felix langsung mendekat ke aras Cassandra, dan ikut duduk bersamanya di bawah hujan yang deras ini.


"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Cassandra.


Tanpa basa basi Felix langsung memeluk erat tubuh Cassandra, "Diamlah! kamu benar-benar gadis bodoh yang pernah aku temukan di dunia ini."


Namun entah kenapa Felix malah terpancing untuk menghisap darahnya, ia dengan segera membuka kerah baju Cassandra, agar ia dapat lebih mudah menghisap darahnya.


"Apa yang akan kamu lakukan?!" tanya Cassandra yang mulai panik.


"Diam!" sambil memeluk erat tubuh Cassandra di bawah derasnya hujan, Felix langsung menancapkan taring nya itu ke leher Cassandra, dan menghisap darah nya seperti seseorang yang sedang kehausan. Dirinya tidak peduli jika Cassandra merasa kesakitan, karena ia menganggap hal ini adalah sebuah hukuman untuknya.


"Arghh ... !! F-Felix ... kamu menghisap nya terlalu cepat! aku mohon mentikan ini!" teriak Cassandra.


Namun bagaimanapun Cassandra mencoba untuk melepaskan taring Felix dari lehernya, ia tetap tidak akan bisa melakukan nya, karena tenaganya yang sudah menipis.


Lagi-lagi kejadian itu di liat langsung oleh Calestia bersama dengan Xenov, Calestia begitu sangat kesal melihat pemandangan tidak enak itu.


"Kesal! kesal! kesal! mengapa kak Felix malah datang kembali pada manusia itu, dan tidak membiarkan nya mati kedinginan saja," Calestia begitu sangat iri dengan pelukan yang Felix berikan pada Cassandra, karna semasa kecilnya hingga sekarang ia belum pernah di peluk oleh Felix, tapi kenapa Cassandra bisa mendapatkan pelukan nya? padahal mereka baru saja bertemu beberapa hari yang lalu.


Namun berbeda dengan Xenov ia hanya tersenyum, dan mulai menebak-nebak apakah mereka akan tetap bersama ataukah akan saling menghancurkan satu sama lain.


Di sisi lain Lucas yang melihat Felix begitu bersemangat untuk menghisap darah Cassandra bukan semata-mata karna ingin, akan tetapi ia sedang meluapkan emosinya dengan cara menghisap darah Cassandra.


"Fe-Felix ... !!! aku tidak kuat ...."


Bersambung .....

__ADS_1



__ADS_2