
Dokter Dimas tentu saja merasa prihatin setengah mati ketika melihat kondisi fisik maupun mental yang ditunjukkan oleh Malisa terhadap dirinya itu, selama ini laki-laki tersebut tidak menyangka bahwa salah satu pasiennya yakni Malisa menyimpan beban hidup yang demikian berat di mana bahkan pada situasi seperti ini Mona yang selaku istri kedua dari Doni seolah-olah bertindak tidak tahu apa-apa dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan Malisa bahkan cenderung menganggap bahwa tidak pernah ada yang namanya seorang Malisa di kediaman tersebut selain merupakan Melissa yang dijadikan sebagai pembantu cadangan.
"Aku akan membawa Malisa ke rumah sakit. Dia butuh perawatan atas kondisi fisiknya yang mulai melemah." Dokter Dimas memberikan penjelasan singkat seraya menatap Mona dengan tatapan yang tidak dapat diartikan sama sekali
Tampaknya bahkan laki-laki yang satu itu juga merasa kesal akibat sikap Mona yang salah benar-benar seenaknya saja terhadap Malisa, di mana pada akhirnya seolah tidak ingin berkelahi sama sekali Dokter Dimas lantas pergi untuk menaiki mobilnya sendiri guna membawa Malisa ke rumah sakit terdekat bersama Katy agar dua wanita tersebut bisa diurus dan dijaga dengan baik oleh lelaki yang satu itu.
Di dalam mobil, dalam diam Dokter Dimas secara hati-hati mengamati wajah Malisa yang terlihat benar-benar kelelahan tersebut, di hati laki-laki yang satu itu entah mengapa dirinya meletakkan sebuah rasa kasihan yang aneh terhadap Malisa di mana tidak seharusnya Malisa mendapatkan nasib seburuk itu, tetapi di sinilah Malisa saat ini tergeletak pingsan di kursi belakang mobil Dokter Dimas yang sedang bergerak menuju Rumah Sakit tempat di mana laki-laki tersebut bekerja dengan Katy yang berada di dalam gendongan sang Dokter.
__ADS_1
Ketika mobil Dokter Dimas masuk ke dalam parkiran Rumah Sakit tersebut, Dokter Dimas lantas langsung mengeluarkan dan membawa Malisa ke salah satu unit gawat darurat agar setidaknya wanita yang perlahan-lahan ia sukai tersebut dapat mendapatkan perawatan yang sesuai dengan apa yang Malisa butuhkan di mana tentu saja hal pertama yang dibutuhkan oleh Malisa ialah cairan infus untuk mengganti gizinya yang mungkin saja tidak pernah didapatkan wanita tersebut dengan layak.
Setelah menyelesaikan berbagai pemeriksaan singkat dengan Melissa yang masih dalam kondisi kehilangan kesadarannya, Dokter Dimas lantas menghilangkan nafas panjang tidak habis pikir, bagaimana bisa semua hal semacam ini benar-benar terjadi kepada seorang Malisa yang berjuang keras demi keluarganya itu dan secara serta-merta begitu saja kalah dengan seorang babysitter yang datang ke kehidupan Malisa lantas dengan sangat mudah sekali memenangkan hati Doni hanya karena mudah diajak berhubungan badan.
Dokter Dimas tentu saja tahu betul apa penyebab di balik mengapa Malisa yang kekurangan gizi dan kekurangan waktu istirahat itu, apalagi kalau bukan karena apa yang telah dilakukan oleh Mona dan Doni terhadap wanita yang malang tersebut, tetapi apa yang membuat Malisa tetap bertahan di kondisi yang dapat dikatakan sangat-sangat tidak aman tersebut adalah sesuatu yang masih membuat Dokter Dimas merasa cukup penasaran gimana laki-laki yang saat itu hanya merasa tidak wajar bahwa kenyataan bahwa Malisa secara konstan dan terus-menerus mau-mau saja bertahan di kondisi tidak aman itu seolah-olah membiarkan jiwa dan raga wanita tersebut hancur seiring waktu berlalu tanpa dapat diperbaiki oleh siapapun sama sekali.
Dokter Dimas tentu saja merasa khawatir setelah mati atas kondisi tubuh yang dimiliki oleh Malisa saat ini, di mana wanita tersebut terlihat benar-benar kurus bahkan ketika Dokter Dimas memeriksa tubuh Malisa dengan sesama dirinya dapat merasakan bahwa tulang rusuk di tubuh Malisa yang mulai secara perlahan-lahan timbul dan tampak dari punggung dan bagian bawah dada wanita tersebut membuat Dokter Dimas semakin merasa prihatin setengah mati terhadap kondisi Malisa yang semakin memburuk saja seiring waktu berjalan.
__ADS_1
Bagi Dokter Dimas, rasanya cukup-cukup setelah dirinya menyadari dan melihat apa yang telah terjadi kepada Malisa ketika Malisa sedang merawat Katy yang terkenal demam berdarah di rumah sakit di mana ketika Katy dalam kondisi gawat tersebut bahkan tidak pernah sekali saja Doni datang ke rumah sakit tersebut untuk sekedar menjenguk Katy ataupun mungkin sekadar menemui Malisa untuk menanyakan kondisi anaknya itu, atau sekadar menanyakan bagaimana perasaan dan kondisi Malisa kala itu alih-alih demikian Dokter Dimas sendiri bahkan tidak tahu kemana kepergian Doni ketika istri dan anaknya itu sedang berada di dalam masalah yang cukup besar dan dapat dikatakan masalah yang kritis.
Sebagai seorang laki-laki sejati, tentu saja Dokter Dimas merasa sangat-sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Doni, di mana menurut laki-laki yang satu itu, apa yang telah dilakukan oleh Doni itu merupakan sesuatu yang hanya akan dilakukan oleh seorang pengecut yang tidak dapat bertanggung jawab dengan cara menjaga komitmennya terhadap pasangan.
Walau Dokter Dimas tidak tahu betul apa yang sebenarnya melatari mengapa Malisa tidak ingin segera menjauh dari tempat yang sangat-sangat beracun tersebut, tetapi alasan dibalik mengapa Doni memilih untuk mendua dengan wanita lain tersebut merupakan sebuah perlakuan yang hanya diambil oleh laki-laki pengecut yang tidak dapat dan tidak berani dalam hal menjaga komitmen yang telah Ia janjikan terhadap pasangannya sendiri.
"Dasar laki-laki pengecut." Dokter Doni mengumam pelan seraya melirik ke arah Malisa yang masih berada dalam kondisi tidak sadarkan diri, tampaknya wanita tersebut benar-benar merasa kelelahan sehingga kesadarannya tidak bisa kembali dengan cepat membuat Dokter Dimas seolah-olah mau tidak mau mewajarkan apa yang terjadi terhadap Malisa.
__ADS_1
Walaupun tentu saja apa yang terjadi terhadap Malisa tersebut merupakan sesuatu yang tidak wajar dan tidak seharusnya terjadi bagi seorang wanita sekuat Malisa terutama apa yang telah dilakukan oleh Doni terhadap wanita yang malang itu.
Entah apa yang terjadi sebelumnya tetapi tentu saja Dokter Dimas merasa keheranan setengah mati, bagaimana bisa Malisa jatuh pingsan di pagi hari dan tubuhnya bisa terkurus itu serta lingkaran hitam di matanya seolah semakin hitam seiring waktu berjalan menandakan bahwa memang akan terjadi sesuatu yang salah di dalam rumah tersebut tetapi kita tidak ingin mengatakannya sama sekali.