
Semua hal itu terlihat oleh dokter Dimas dia bahkan tidak tahu harus bertindak bagaimana lagi selain mengatakan bahwa Malisa adalah pasiennya. Jika ia sampai mengatakan hal ini bisa saja dituntut dan akan berujung Malisa yang akan mendapatkan masalah lagi tetapi, sekarang melihat bagaimana Katy di bawah pergi membuat dokter Dimas bisa merasakan bagaimana perasaan Malisa saat ini terlebih iya tahu bahwa Malisa mungkin memikirkan bagaimana putri kecilnya di rumah. Terlebih iya tahu bagaimana sifat dan juga watak dari Doni.
Sembari menenangkan Malisa dokter Dimas kemudian kembali memberikan Malisa ke atas tempat tidur dan memasangkan kembali infus setelah membersihkan darah yang telah menyebar ke mana-mana. Dokter Dimas bisa tahu dengan jelas bahwa Malisa begitu sangat merasa sedih anaknya di bawah pergi memang itu adalah suaminya tetapi Malisa belum bisa berhenti menangis walaupun ia sudah terbaru di atas tempat pembaringan, Malisa rasanya tidak bisa begitu saja membiarkan hal ini terjadi dia merasa jika tadi iya memeluk erat putri kecilnya pasti suaminya tidak kan bisa mengambilnya tetapi sekarang masih sudah menjadi bubur Katy sudah dibawa pergi.
Malisa tentu tidak bisa berharap banyak sekarang ia hanya bisa menangis. Bahkan ia tidak tahu bagaimana nanti Doni mengurus Kartu di rumah. kenapa baru saja dia sedikit lega karena sudah menceritakan beberapa hal yang menyakitkan selama ini dalam hidupnya kepada dokter di hadapannya tetapi, sekarang malah masalah baru muncul walaupun pipinya masih terasa panas akibat tamparan yang dilakukan oleh suaminya tadi.
Tetap saja putri kecilnya telah dibawa pergi. Malisa tidak tahu bagaimana keadaan Katy di rumah dan sekarang dan dengan pipi yang masih merah ia perlahan berusaha menarik selimut dan menenggelamkan kepalanya dalam-dalam.
Malisa masih sadar bahwa dokter Dimas masih ada di hadapannya tetapi, dia juga tidak tahu harus melakukan apa. Terlebih mendengar bagaimana dokter itu juga membela dirinya dan berusaha mempertahankan Katy tetapi, sudah terlanjur terjadi Katy telah dibawa pergi.
Sedangkan dokter Dimas masih terus memikirkan bagaimana bisa seorang suami menampar istrinya tanpa mendengar penjelasan dari wanita itu.
Pria itu tahu bahwa sekarang ini sudah jauh terlalu masuk dalam masalah pribadi manusia tetapi ia tidak bisa membiarkan perempuan itu menderita sendirian terlebih iya sebenarnya menyimpan rasa pada perempuan di hadapannya dia menyukai perempuan ini bagaimana bisa ia membiarkan perempuan yang dia sukai bertindak sendirian dan menderita sendirian tertentu pria itu tidak akan sampai hati membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
Dokter Dimas berusaha untuk menenangkan wanita di hadapannya walaupun tubuhnya sudah tertutup selimut juga dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu tetap saja iya bisa merasakan bagaimana sakitnya wanita itu dan juga bagaimana perasaan wanita itu. Daftar Dimas tahu betul saat melihat wajah wanita itu tepat ketika tadi pria tersebut merampas Katy dari dekapan Malisa membuat dokter Dimas tidak bisa berkata banyak.
Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah terus menenangkan Malisa agar bertiga positif dan selalu membuang semua pikiran negatif saat ini bahkan dokter Dimas juga berkata bahwa Doni tidak akan memberlakukan share pada anak sekecil itu sejahat apapun dia tentu pasti masih ada rasa empati terlebih pada seorang anak kecil.
Dokter Dimas terus-menerus mengatakan hal tersebut kepada Malisa agar dia bisa menenangkan hatinya dan juga bisa membuat wanita itu tenang setidaknya beberapa jam ke depan karena tadi Malisa sudah sempat minum obat dan obat tersebut pasti akan perlahan bekerja dan Malisa pasti yang akan tertidur.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Saya tahu, ini menyakitkan tapi kuatlah demi Katy, Malisa. Doni tidak akan naik tangan pada darah dagingnya sendiri"
Di lain posisi Malisa bahkan memikirkan perkataan dari dokter Dimas jelas iya mengingat bahkan doni mengatakan bahwa anak itu bukan darah dagingnya dan hal itu terus terulang dalam pikiran mandi saya takut Katy akan di perlakukan tidak baik dan bahkan dipukuli oleh Doni.
Walaupun suasana ini bisa diambil dan bisa digunakan sebagai cara mendekati Malisa tetapi dokter Dimas merasa bahwa itu adalah hal yang salah dan ia berpikir lagi bagaimana ya jika ia memanfaatkan suasana ini dan pada akhirnya Malisa akan benci dirinya. Yang ia lakukan sekarang hanyalah menepuk pelan punggung wanita itu dan terus mengatakan semuanya akan baik-baik saja dan perlahan beberapa menit ke depan kedua kelopak mata wanita itu kemudian berangsur menutup, Malisa akhirnya bisa beristirahat dengan tenang dan dokter Dimas kemudian menarik nafas lega melihat bagaimana Malisa sudah bisa tertidur.
Efek dari obat yang tadi diminum sudah bekerja dengan baik sekarang dokter Dimas kemudian segera menarik selimut yang ditarik oleh Malisa tadi dengan baik dan kemudian menatapnya dengan lebih rapi lagi. Setelah dirasa semua sudah baik dokter Dimas kemudian segera berjalan keluar dari ruangan dan segera masuk ke dalam ruangan pribadinya.
__ADS_1
Setelah membuka jas putih miliknya yang kemudian menatap kearah cermin yang ada di dalam ruangan itu dalam hati ya terus memaki dirinya kenapa bukan dia yang menjadi pendamping hidup dari wanita itu. Namun nasi sudah menjadi bubur tidak ada yang bisa diubah sekarang bahkan itu adalah urusan yang bukan dengan mudah iya ikut campur.
Setelah selesai berkaca dan memikirkan semuanya dokter Dimas kembali ke tempat duduk dan kembali berusaha untuk berpikir tentang.
Ia sebenarnya ingin menghilangkan wanita itu dari pikirannya tetapi wanita itu selalu saja muncul dan membuat dokter Dimas tidak bisa begitu saja melepaskan pemerintah itu bahkan ia tahu bahwa wanita itu sudah punya anak indigo punya suami tetapi bagi dokter Dimas itu adalah rintangan yang harus dilewati untuk mendapatkan wanita yang ingin cintai.
Dokter Dimas yakin seratus persen bahwa ia pasti bisa memenangkan hati dari Malisa dan bisa menjadi ayah yang baik untuk Katy yakin bahwa ia adalah pria yang seharusnya bersama dengan Malisa.
Mengingat bagaimana tamparan yang mendarat di pipimu Malisa membuat dokter Dimas semakin emosi bagaimana bisa pria itu menampar wanita yang sudah sangat lama dia nikahi.
Bahkan di saat mereka sudah memiliki anak. Dokter Dimas merasa bahwa pria itu benar-benar akan menyesal suatu hari nanti karena telah melakukan semua hal ini.
Melihat hal itu tentu Dimas tidak akan diam saja iya tadi jelas membela Malisa dan juga mengatakan bahwa dunia adalah pria kasar yang tidak tahu malu dan jelas dokter Dimas tidak mengatakan hal itu ia yang menyimpan semuanya sendirian dalam hatinya.
__ADS_1
Doni sangat tidak pantas bersama dengan wanita seperti Malisa. Doni seharusnya tahu diri dan juga sadar bahwa dia adalah masalah di dalam kehidupan wanita itu bukan malah menjadi pria yang menjaga wanita itu tapi malah membuat wanita itu semakin merasa ketakutan bukan satu hari saja tetapi setiap harinya.