Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Pengucilan


__ADS_3

Setelah perbincangan singkat yang terjadi di antara dirinya dan Malisa laki-laki yang satu itu, memutuskan untuk pergi sejauh Mungkin dari kediaman Malisa, terutama ketika dirinya baru saja melihat keberadaan Doni yang pergi dari rumah tersebut.


Rasa heran dan penasaran di hati Dokter Dimas seolah meningkat seiring waktu berjalan, tetapi Dokter Dimas tentu saja tahu betul bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak atas apa yang sedang terjadi.


Secara konstan dan terus-menerus Dokter Dimas memikirkan tentang Malisa yang terlihat benar-benar tertekan dan depresi atas apa yang telah terjadi, di mana sebagai seorang Dokter, dirinya tentu saja merasa tidak enak hati jika serta merta membiarkan pasiennya begitu saja dalam keadaan hancur seperti itu.


"Maaf Malisa, sayang sekali aku tidak dapat berbuat banyak untuk membantumu." Dokter Dimas menghela napas panjang seraya kembali mengemudikan mobilnya, membelah jalanan kota yang ia tinggali bersama dengan Katy maupun Malisa yang merupakan pasiennya tersebut. "Dan untuk Doni, aku benar-benar tidak habis pikir denganmu, Doni, sungguh."


Sebenarnya, Dokter Dimas merasa heran setelah mati tentang bagaimana laki-laki yang satu itu jauh lebih memilih seorang babysitter biasa untuk menjadi istri keduanya alih-alih Malisa menjadi istri pertama ini.


Di mana Malisa merupakan wanita yang dapat dikatakan dari sempurna jika dibandingkan dengan Mona yang hanya merupakan seorang babysitter, rasa herannya sekaligus rasa tidak habis pikir di pikiran laki-laki tersebut seolah-olah mulai mengganggu fokus yang dimiliki oleh Dokter Dimas tetapi dirinya yang tidak dapat berbuat banyak memutuskan untuk mengemudikan mobilnya terlebih dahulu untuk pulang ke rumah kediamannya tersebut sebelum kembali memikirkan hal tersebut.


Sampai hari ini, Dokter Dimas masih tidak mengerti apa yang sesungguhnya menjadi alasan dibalik perselingkuhan yang mungkin saja dilakukan oleh Doni.

__ADS_1


Dirinya ingin sekali mengambil Malisa dan menjauhkannya sejauh mungkin dari jangkauan Doni, tetapi melihat status Malisa yang masih merupakan wanita yang memiliki suami sah, Dokter Dimas tentu saja tidak dapat berbuat banyak mengenai hal tersebut dan lagi sampai hari ini dia masih berpikir keras tentang apa yang membuat Doni memutuskan untuk mungkin saja mendua alih-alih membicarakan masalahnya dengan Malisa.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan Doni ...." Dokter Dimas menghela napas panjang seraya melirik tumpukan buku kedokteran yang berada di sisi meja.  Dokter tersebut tentu saja dirinya merasa heran mengapa bisa laki-laki macam Doni memilih untuk menyia-nyiakan wanita hebat seperti Malisa hanya demi seorang babysitter yang kebetulan saja memiliki sertifikasi sebagai istri keduanya hanya karena gadis tersebut alias Mona jauh lebih bisa diajak dalam hal berhubungan seksual dibandingkan dengan Malisa.


Ketika kali pertama Dokter Dimas bertemu dengan Malisa adalah ketika Katy sedang sakit, di mana bayi mungil tersebut terkena demam berdarah yang juga mengerikan dan membuat Malisa merasa cukup panik mengingat ini adalah kali pertama bagi wanita tersebut.


Menjadi seorang ibu dengan sifat keibuan yang dimiliki oleh Malisa seolah-olah mampu menarik perhatian yang dimiliki oleh Dokter Dimas di mana Dldirinya merasa bahwa Malisa merupakan orang yang sangat tepat jika menjadi istrinya alih-alih menjadi istri Doni yang merupakan seorang laki-laki yang dapat dikatakan sangat kurang ajar sekali.


"Sayang sekali, Malisa ... jika saja kamu bukan istri Doni, atau tidak sedang terikat dalam belenggu pernikahan, maka dengan sangat senang hati sekali aku akan merawatmu dan anakmu di bawah naunganku, memperhatikan dan menyayangi kalian jauh lebih baik dari yang telah Doni lakukan untuk kalian berdua."


Dokter Dimas menatap ke arah ponselnya sendiri, ah, ya, dirinya sudah sampai di kediaman pribadi sang Dokter sejak beberapa saat yang lalu, lantas memutuskan untuk memikirkan Malisa setelah melihat apa yang telah terjadi di antara Malisa dan Doni.


Setelahnya, dirinya semakin yakin bahwa jika pada akhirnya Melly sama memutuskan untuk bercerai dengan Doni laki-laki yang satu itu, sudah pasti akan langsung mengambil Malisa dan merawat wanita tersebut agar kembali menjadi wanita cantik yang satu juga ibu yang baik bagi seorang Katy yang masih sangat kecil.

__ADS_1


Dokter Dimas tentu saja tahu betul bahwa Malisa sedang disia-siakan oleh laki-laki yang salah, di mana tidak seharusnya orang macam Doni memilih untuk menyia-nyiakan orang macam Malisa apalagi jika pada sampai akhirnya mendua dengan orang lain.


Entahlah, pemikiran Dokter Dimas kali ini entah dapat dikatakan terlalu jauh atau tidak, tetapi dirinya merasa bahwa Doni telah memiliki hubungan lain dengan babysitter putrinya sendiri membuat laki-laki yang satu itu terlihat semakin menyia-nyiakan Malisa yang telah bekerja keras untuk diri Doni maupun keluarga mereka.


Lagi-lagi, sayang beribu sayang di mana Dokter Dimas tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan sesuatu yang baik untuk Malisa, mengingat bahwa Malisa yang masih terikat dengan tali pernikahan.


Dokter Dimas tentu saja tidak bisa secara serta-merta memilih untuk merebut Malisa begitu saja seperti apa yang mungkin wanita lain lakukan terhadap Malisa dan laki-laki yang menjadi suaminya itu, membuat Dokter Dimas merasa tidak etis jika pada akhirnya laki-laki tersebut benar-benar melakukan hal yang dapat dikatakan sangat-sangat hina macam itu.


Perasaan suka yang berada di hati Dokter Dimas tentu saja tidak bisa dipaksakan sama sekali, mengingat lagi status pasiennya tersebut masih merupakan istri dari seorang bayi membuat Dokter Dimas tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menurunkan rasa sukanya sendiri yang ia simpan setengah mati terhadap seorang Malisa yang menurutnya merupakan seorang wanita yang sangat kuat sekali.


Terutama, setelah menurut Dokter Dimas di mana Malisa setelah disia-siakan sedemikian rupa oleh Doni, wanita tersebut masih saja mau bertahan dengan laki-laki kurang ajar seperti Doni walau Dokter Dimas tidak tahu sama sekali apa yang menjadi latar belakang mengapa Malisa masih tetap bertahan dengan keberadaan Doni yang memiliki sifat yang sangat amat tidak dapat dicerna oleh otak sehat manusia tersebut.


"Haah ... jika saja kamu bukan istri orang lain, Malisa ... sudah aku pastikan kehidupanmu akan lebih aman dan damai denganku." Dokter Dimas kembali menggumam seraya secara konstan dan terus-menerus memikirkan tentang Malisa dan membayangkan tentang wanita yang memiliki satu anak tersebut seolah-olah laki-laki yang satu itu tidak dapat berhenti memikirkan mengenai wanita yang merupakan pasiennya itu serta bagaimana nasib Malisa yang sesungguhnya di dalam pernikahannya bersama Doni yang Dokter Dimas sendiri tahu bagaimana sifat asli dari laki-laki yang satu itu.

__ADS_1


__ADS_2