Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Mona Mengurus Katy


__ADS_3

Setelah Doni mengambil Katy dari Malisa, ia segera menuju rumahnya. Ketika sudah sampai, Mona adalah orang pertama yang Doni cari. Pasalnya tangannya sudah pegal karena menggendong Katy.


"Mona!" teriak Doni ketika sudah memasuki rumahnya. Setelah berkali-kali Doni memanggil, akhirnya Mona datang dengan raut wajah kesal. Ia terganggu dengan teriakan Doni.


"Ada apa, sih? Kenapa teriak-teriak begini?" tanya Mona dengan rasa kesal yang merajalela.


Ia sedang bersantai. Tetapi, Doni justru mengganggu waktunya. Mata Mona melotot kala Doni membawa Katy. Mengapa pria itu bisa membawa anak itu kemari? Bukankah Katy selalu bersama dengan Malisa? Ia yakin Malisa tidak mudah untuk membiarkan Katy bersama Doni.


"Kenapa bisa dengan kamu, Mas?! Malisa yang menyerahkannya?"


Doni kemudian menyerahkan Katy kepada Mona selanjutnya ia kemudian, duduk dengan pas begitu nyaman di atas sofa sembari terus menatap kearah Mona. Iya merasa bisa memanfaatkan Mona karena perempuan itu juga adalah seorang wanita sudah pasti mau dan bisa mengurus anak itu dengan baik tetapi justru Doni salah.


Ia tidak pernah berpikir bahwa Mona bukanlah wanita yang bisa menjaga anak kecil dengan baik dan dunia tidak tahu bahwa menambahkan membenci anak itu.


"Mas?! Jawab! Kenapa anak ini di sini?!"

__ADS_1


"Mulai sekarang, kamu yang harus mengasuh anak itu. Aku jelas tidak bisa menjaganya, dia akan membawa keberuntungan bagi kita Mona. Sekarang, aku mau pergi dulu. Jangan lupa, jaga dan beri dia susu.”


Mona yang tiba-tiba diberi tanggung jawab seperti itu untuk mengurus seorang anak kecil yang bahkan masih harus minum asi dari ibunya sendiri membuat Mona merasa malas. Karena iya begitu membenci menjaga anak kecil seperti ini terlebih ia tahu anak ini adalah anak dari perempuan yang dia sangat tidak sukai.


Setelah kepergian Doni, Mona kemudian segera berjalan ke dalam kamar dan memberikan Katy di atas tempat tidur dan tanpa peduli dengan anak itu. Mona kemudian berjalan keluar dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi tertunda akibat kedatangan Doni yaitu mewarnai kukunya.


Tanpa peduli dengan Katy yang membiarkan anak itu masih menangis dan tangis hanya semakin membesar tetapi bagaimana hias sama sekali tidak peduli. Mona bukanlah wanita yang akan begitu saja bisa kasihan terhadap anak kecil seperti itu bahkan ia tidak memberikan Katy susu sedikit pun. Mona tidak peduli apa yang akan terjadi pada anak itu yang masih sibuk mewarnai kukunya yang lain dan terus bernyanyi sembari terus berpikir bahwa tidak ada apapun yang terjadi di rumah ini.


Mona tidak akan peduli yang iya peduli hanyalah uang yang diberikan oleh Dony kepadanya dan juga iya bisa bersenang-senang dengan membeli begitu banyak barang mewah dan juga banyak barang yang dia inginkan. Suara tangisan dari dalam kamar yang bantu berasal dari Katy terus terdengar memenuhi seisi rumah tetapi Mona kemudian segera berjalan ke arah speaker yang biasa dipakai oleh Doni untuk karaoke di rumah.


Nah kemudian menyambungkan dengan ponsel miliknya dan memutar lagu kesukaannya setelah itu ia mulai bernyanyi.


Sampai akhirnya setelah satu persatu lagu selesai dinyanyikan dan Katy belum juga berhenti menangis, Mona segera membanting kasar mic kata sofa dan kemudian berjalan ke arah kamar di mana iya menemukan tinggal sedikit lagi Katy bisa saja terjatuh dari atas tempat tidur yang lumayan tinggi.


Mona kemudian merasa begitu sangat tertekan yang merasa tidak bisa mengurus anak kecil seperti ini karena iya tidak tahan dengan tangisan dan juga ya tidak bisa begitu saja menuruti perkataan dari doni tetapi jika ia tidak menuruti perkataan pria itu bisa saja menendangnya keluar dan tidak akan mengurusnya lagi.

__ADS_1


Mona kemudian membiarkan Katy kembali menangis tanpa membuatkan susu untuknya bahkan Mona enggan untuk menggendong anak kecil itu. Mona merasa bangga itu bukanlah tanggung jawabnya mengapa juga doni harus membawa pulang anak ini dan membiarkan Malisa bisa tidur-tiduran di sana bahkan dengan dokter itu. Sejak awal Mona benar-benar tidak menyukai Malisa karena perempuan itu selalu didekati oleh banyak pria yang disukai oleh dirinya dan sekarang anaknya malah harus diurus oleh dirinya sendiri.


Seakan tidak memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh Doni kepadanya. Mona membiarkan Katy menangis terus menerus tanpa memberikan anak itu susu bahkan hatinya tidak tergerak untuk pergi ke belakang dan menyendok beberapa susu dan memasukkannya ke botol susu setelah itu memberikannya pada Katy. Bagaimana ia tidak peduli malah iya akan sangat bahagia jika anak ini menangis hingga mati.


Memang ada rasa takut tersendiri ketika nanti tiba-tiba doni pulang dan melihat anaknya menangis seperti itu tetapi mana sama sekali tidak peduli iya kan melihat situasi jika nanti doni sudah sampai di ujung jalan sana ya kan pergi ke belakang dan membuatkan susu untuk anak itu.


Mona kemudian kembali bersantai sembari menunggu cat kukunya. Mona kemudian mulai memainkan beberapa musik dan bernyanyi lagi dan lagi membiarkan tangisan Katy memenuhi ke rumah itu hingga suara tangisan Katy begitu terdengar serak. Anak itu membutuhkan susu dan juga iya sepertinya sedang kelaparan karena solfur yang diberikan di rumah sakit tentu perlahan bisa menghilang dan harus ada asupan baru lagi pada anak sekecil itu.


"Dasar anak sialan! Mengganggu saja waktu bersantaiku! Menangis saja terus aku tidak akan peduli!"


Setelah perkataan demikian Mona kembali melanjutkan aktivitasnya biasa saja bahkan ia tidak peduli dengan tangisan yang terus terdengar dari arah kamar yang merasa bahwa itu bukan tanggung jawabnya dan juga dia bisa saja berbohong bahwa anak itu baru saja menangis. Sungguh wanita yang sangat kejam Mona benar-benar tidak memiliki perasaan seorang ibu makanan tahap yang terjadi jika anaknya sendiri yang diperlakukan seperti itu.


Katy masih terus menangis dan tidak ada yang peduli karena doni sudah pergi entah ke mana ya pergi tetapi perempuan yang masih sibuk dengan kuku juga dan dananya itu masih tidak peduli dengan tangisan yang terdengar sedari tadi.


Mona tidak akan peduli bahkan yang merasa bahwa anak itu adalah beban dalam hidupnya.

__ADS_1


Mona masih melanjutkan semua aktivitas dengan baik-baik saja bahkan iya ke belakang hanya untuk mengambil makanan dan duduk dengan santai setelah itu makan sembari menonton televisi. Suara tangisan bayi masih terdengar tetapi Mona masih enggan untuk pergi membuat susu bagi bayi kecil itu.


Mona makan dengan santai tanpa ada rasa beban sama sekali ya sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib anak tersebut.


__ADS_2