Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Pulang


__ADS_3

Mona masih sama sekali tidak peduli dengan tangisan yang dikeluarkan oleh Katy dari dalam kamar sana iya masih sibuk dengan makanannya dan juga ia masih sibuk menonton televisi. Mona bahkan dengan sengaja mengharapkan suara televisi agar bisa menutupi suara tangisan dari Katy yang seperti tidak ingin mendengar tangisan yang menurutnya sangat menyakitkan telinganya.


"Dasar anak sialan! Dia banyak belajar menangis dari ibunya, rasanya makanan ini jadi tidak enak saat mendengar tangisannya! Dasar!"


Ucap Mona dengan suara yang begitu sangat merasa benci dengan kehadiran Katy di rumah. Ia merasa seharusnya bukan iya yang mengurus anak kecil ini tetapi mengapa sekarang diberi tanggung jawab yang mengatur sangat malas dirinya lakukan.


Mona malah masih belum mau pergi membuat susu untuk Katy sedangkan, ia masih asyik dengan televisi dan juga dengan makanannya yang sudah hampir habis itu. Mona sama sekali tidak peduli dengan tangisan yang semakin lama semakin membesar dan juga suara tangisan yang semakin lama semakin terdengar menjadi suara yang serak.


"Menangis saja terus, lagi pula aku tidak akan peduli!"


Setelah selesai makan Mona segera menyimpan piring di belakang dengan begitu saja dan segera kembali untuk menonton acara televisi dengan begitu santainya tanpa peduli dengan Katy yang sedang menangis sedari tadi. Hati Mona seperti batu bahkan iya tidak pernah memahami bagaimana caranya untuk bisa menenangkan Katy yang sedang menangis dalam sana.


Mona berharap Malisa segera pulang sekarang dan mengurus bayinya sendiri karena Mona benar-benar tidak sanggup dan tidak tahan dengan tangisan itu malah hanya memusingkan kepala dan membuat diri perempuan itu tidak nyaman di rumah. Kalau bukan karena Doni mungkin sudah pergi dari lama tetapi karena ia juga mendapatkan uang dari doni dan juga mengurusnya dengan baik maka dia tidak bisa pergi begitu saja.


Mona masih asyik menonton televisi tanpa memedulikan tangisan dari Katy.


Sedangkan di lain tempat setelah entah tertidur berapa lama, Malisa akhirnya bangun dari tidurnya dan mendapati tidak ada siapa pun di hadapannya.

__ADS_1


Malisa kemudian segera mencabut semua alat yang menempel pada tubuhnya tanpa terkecuali dan kemudian segera berjalan dengan bunga itu untuk keluar dari dalam ruangan tetapi sebelum ia berjalan lebih jauh dokter Dimas yang saat itu kebetulan lewat di koridor dekat dengan ruangan Malisa kemudian setelah berlari menghentikan tindakan yang dilakukan oleh Malisa.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu sudah gila?!"


Tentu dokter Dimas begitu sangat khawatir bagaimana bisa wanita ini ingin pulang dan bagaimana bisa ia membiarkan Malisa pulang kembali ke tempat yang seharusnya iya hindari. Tetapi dengan suara parau dan juga suara yang begitu sangat serak Malisa kemudian berkata


"Saya harus pulang dokter, saya khawatir dan tidak bisa membiarkan Katy di rawat oleh mas Doni. Saya tidak bisa tenang dok, saya tidak bisa ..."


Suara yang keluar dari mulut perempuan itu membuat hati dokter Dimas tidak bisa melakukan apapun makan ia merasa bahwa mengapa Malisa harus kembali ke tempat yang begitu banyak kesakitan. Tetapi Malisa juga merasa hatinya sangat tidak enak ya dari tadi ia bermimpi buruk bahkan ia bangun dengan keringat bercucuran dahi dan juga di sekujur tubuhnya.


Masih belum mengatakan apapun dokter Dimas belum juga melepas tangannya dari tubuh wanita itu kan ya iya takut wanita itu akan berlari nekat keluar tanpa alas kaki seperti ini dan kemudian berlari ke rumah, apalagi dokter Dimas tahu dengan betul bagaimana kondisi dari Malisa.


"Kamu harus istirahat Malisa, kamu belum bisa pulang.”


"Cukup dok, saya mau pulang. Saya tidak bisa tidur dengan tenang jika anak saya tidak bersama saya! Lepaskan saya! Saya mau pulang!"


Dokter Dimas masih berpikir lebih panjang lagi bagaimana jika nanti Malisa kembali jatuh sakit bahkan tubuh Malisa belum pulih dengan begitu sangat baik masih harus menunggu beberapa minggu lagi ke depan agar Malisa bisa sekuat dulu lagi. Namun dokter Dimas mengerti bagaimana perasaan dari wanita ini bagaimana bisa ia dijawab kan dari anak yang telah dilahirkannya dengan susah payah dan tentu dokter Dimas juga paham bagaimana perasaan dari Malisa saat ini.

__ADS_1


Tapi apakah di harus melepaskan Malisa pulang kembali ke tempat di mana itu banyak luka dan air mata? rasanya Dimas tidak rela jika wanita yang iya suka ini kembali masuk ke dalam lubang hitam itu kembali kepada pria berengsek yang begitu sangat tidak tahu malu dan juga tidak bisa menjaga Malisa dengan baik.


Namun karena perkataan Malisa yang sangat ingin pulang membuat dokter Dimas tidak bisa menahan wanita itu karena dia yakin bahwa perasaan seorang ibu adalah perasaan yang begitu sangat nyata pasti Katy tidak diurus dengan benar di rumah sana. Walaupun ini baru berapa jam setelah itu diambil dengan paksa tetapi memang sebagai seorang ibu, Malisa pasti merasakan sesuatu yang tidak enak sehingga ingin pulang secepatnya.


Dokter Dimas kemudian segera membawa kembali manusia ke dalam kamar dan menyerahkan semua barang milik Malisa meminta bermain bisa segera pergi ke kamar mandi dalam ruangan itu untuk berganti pakaian. Yang tadi masakan mengantar nya pulang saat itu juga Malisa sesegera dengan cepat menarik pakaian miliknya dan segera pergi pengganti pakaian agar bisa secepatnya pulang.


Walaupun memang rasanya dirinya begitu masih tidak bisa berjalan dengan baik bahkan masih ada kan ada sakit yang ada pada tubuhnya tetapi akan pergi ke rumah dan bersama kembali Katy dan jika ia tidak bisa keluar dan rumah itu maka, ia akan terus menetap bersama dengan Katy di sana. Malisa tidak akan bisa menggerakkan Katy sendirian di sana apalagi sedari tadi perasaannya sungguh tidak enak entah apakah suaminya menjaga Katy dengan baik atau bahkan Katy di telantarkan.


Setelah selesai berganti pakaian Malisa segera berjalan ke arah mobil dokter dimas yang sudah terpakai di depan rumah sakit. Iya sebenarnya ingin pulang dengan menaiki taksi ataupun angkutan umum tetapi ia takut nanti di perjalanan iya kan pingsan apalagi dong terjemah juga mengatakan bahwa dirinya belum pulih sepenuhnya.


Tetapi untuk keselamatan putrinya Malisa sama sekali tidak pernah peduli akan kesehatannya bahkan ia merasa tidak iya bersama dengan putrinya iya tidak akan pernah merasakan kesakitan sedikit pun. Setelah menaiki mobil mewah milik dokter dimas mereka kemudian melakukan perjalanan yang tidak terlalu lama setelah itu, kata sampai di sebuah rumah sederhana yang memiliki pekarangan rumah yang cukup luas dan dari situlah sayur sayup Malisa bisa mendengar adanya suara tangisan bayi yang tentu iya yakini bahwa itu adalah tangisan dari putri kecilnya Katy.


Tanpa menunggu aba-aba Malisa segera turun dari mobil dan tidak mengambil barang-barang miliknya lagi. Iya sejarah berjalan ke dalam rumah dan ia mendapati Mona sedang duduk mengangkat kaki ke atas meja sembari bersantai dan menikmati acara televisi sedangkan, suara tangisan Katy begitu sangat menjanjikan dan terdengar begitu sangat serak.


Dengan tangisan yang sudah jatuh begitu saja Malisa segera berlari ke arah kamar dan jika ia tidak cepat saat itu kaya di sudah terjatuh dari ujung tempat tidur.


Malisa kemudian mama lu putih kecilnya dan segera pergi ke dapur untuk membuat susu karena ia tahu bahwa dirinya belum bisa memproduksi asi. di dalam hatinya, ia terus merasa menyesal telah membiarkan Katy di ambil oleh Doni.

__ADS_1


__ADS_2