Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Kejutan


__ADS_3

"Malisa, kamu sudah aku anggap seperti anak sendiri. Bapakmu juga kalau ada apa-apa minta bantuan sama aku. Aku sebenarnya tak keberatan kamu di sini. Rumah ini juga jadi ramai. Karena aku juga tak punya anak," ucap Pak Hamid.


"Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya merasa tak enak saja. Dan saya juga harus kerja. Sudah saatnya saya bangkit. Apalagi saat ini saya juga masih membutuhkan banyak biaya untuk masa depan Katy," sahut Malisa. Ia telah memikirkan hal itu.


"Baiklah, kalau memang itu yang kamu inginkan. Tapi kamu berangkat besok, ya? Ini sudah siang perjal ke kota cukup lama. Nanti kamu bisa sampai sana saat malam hari. Lalu rencana kamu selanjutnya apa?" tanya Pak Hamid. Ia memang khawatir kalau nanti Malisa di kota justru terlantar. Terlebih kasihan lagi Katy yang masih bayi.


"Nanti rencana saya akan kost dulu, Pak. Sambil cari kerjaan. Saya kan ada pengalaman. Mungkin itu yang bisa membuat saya punya pekerjaan," jawab Malisa.


"Baiklah kalau begitu. Besok aku yang antar kamu, ya? Sampai kamu benar-benar sudah mendapatkan tempat tinggal. Lalu, Katy akan titipkan ke siapa?" sahut Pak Hamid.


"Kalau saya sudah dapat pekerjaan sementara waktu Katy akan saya titipkan ke daycare dulu," jawab Malisa.


Katy saat ini juga sedang ditimang oleh Bu Lina. Ia begitu antusias selama Katy di sana. Ia merasa senang karen ia belum pernah punya anak.


Setelah pertimbangan cukup lama mereka pun sepakat.


Keesokan harinya. Pak Hamid dan Bu Lina mengantarkan Malisa ke kota. Mereka menuju ke sebuah rumah kost yang dituju oleh Malisa. Di sana memang tak jauh dari tempat nya bekerja dulu. Ia tahu informasi kalau rumah kost itu menerima kost putri.


Setelah berbicara dengan pemilik kost karena Malisa juga membawa seorang bayi. Pak Hamid mengatakan kalau Malisa adalah anaknya dan meyakinkan pemilik kost tersebut dan memperbolehkan Malisa untuk tinggal di sana dengan Katy.


Perlengkapan juga sudah dibawa bersama dengan Katy. Saat itu Pak Hamid dan Bu Lina pun meninggalkan Malisa di sana.


"Kami pamit dulu ya, Malisa," ucap Bu Lina.

__ADS_1


"Terima kasih, Bu. Titip rumah saya ya. Kapan-kapan saya akan pulang," jawab Malisa. Hatinya pun kembali sedih. Tak kuasa ia menahan cairan bening di ujung netranya.


"Iya, pasti kamu akan menjaga rumahmu. Kamu hati-hati di sini, ya? Oh ya, ponselmu sudah ada kan. Jangan lupa telepon kami, ya?" ucap Bu Lina. Ia kemudian memeluk Malisa dan mengecup Katy. Ia sudah menganggap mereka benar-benar seperti keluarga sendiri.


Malisa pun masuk ke dalam kamar kost nya bersama Katy.


"Malisa, ingat ya di sini sebenarnya hanya khusus kost putri, bukan kost ibu dan anak. Tapi karena aku kasihan sama kamu jadi aku perbolehkan untuk tinggal di sini," ucap Bu Yuni, pemilik kost di sana.


"Terima kasih banyak, Bu. Saya janji tak akan mengganggu warga kost di sini," sahut Malisa.


"Iya, sama-sama. Semoga kamu betah di sini, ya?" balas Bu Yuni kemudian meninggalkan Malisa di kamar barunya.


Malisa menghela napas. Ia kemudian meletakkan barang bawaannya. Melihat kamar berukuran 3 x 2 m² baginya sudah cukup apalagi difasilitasi kamar mandi dalam yang membuat dirinya mudah untuk ke kamar mandi tanpa bergantian.


Malisa kini yang tak bisa tidur karena ia harus memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Karena ia harus mencari pekerjaan serta harus menitipkan Katy dimana. Apakah ia harus kembali ke kantor lamanya? Apakah kantor lamanya akan menerima Malisa kembali? Memang tak jauh dari tempat kost Malisa. Ia hanya berusaha sambil mengumpulkan beberapa berkas pengajuan kerja kembali.


"Semoga saja berhasil," monolog Malisa. Ia kemudian memaksa untuk tidur karena esok banyak sekali yang akan ia lakukan.


Hari ini Malisa sudah menyiapkan diri. Begitu juga Katy yang harus ia bawa. Karena ia tak mungkin menitipkan Katy dulu sebelum ia memiliki pekerjaan yang tetap. Malisa mengantarkan surat permohonan kerja di kantor lamanya.


Setelah menaruh ia hanya duduk di lobby sambil melepas lelah. Meskipun jaraknya tak jauh tapi dengan menggendong Katy ke kantor lamanya juga cukup lelah.


"Malisa!" seru seseorang yang cukup familiar di telinga Malisa.

__ADS_1


Malisa melongok. "Rania."


"Malisa, ya tuhan. Akhirnya aku bisa ketemu lagi sama kamu. Ini anakmu? Kamu kemana aja?" tanya Rania. Ia tampak terkejut sekaligus senang bisa bertemu dengan teman kerjanya dulu.


"Aku baik, Rania. Iya, ini anakku," jawab Malisa secukupnya. Ia memang mengenal Rania orang yang baik. Tapi ia tak mau berkeluh kesah pada Rabia dan tak mau dikasihani.


"Malisa, kamu apa kabar? Aku dengar kamu kabur dari kantor. Dan aku juga mendengar kabar tak baik darimu," balas Rania.


Malisa agak terkejut. Ternyata begitu image dia setelah meninggalkan kantornya. Ia pun jadi tak berharap banyak akan diterima di kantornya lagi. "Oh ya?"


Rania kemudian membawa Malisa keluar dari kantor. Ia membawa Malisa ke rumah makan di dekat kantor nya. Dimana mereka dulu sering makan siang bersama di sana.


"Malisa, coba katakan apa yang terjadi? Barangkali aku bisa membantu kamu," tanya Rania setelah mereka duduk bersama.


Malisa tersenyum tipis. "Terlalu banyak yang terjadi Rania."


"Sudah ku duga. Aku sangat menyangka kalau kamu pasti ada masalah. Tapi aku harap kita masih berteman ya? Nanti aku akan pasti bantu kamu," ucap Rania.


"Aku sudah cerai sama suamiku. Orang tuaku meninggal dan sekarang aku hidup di kost dan perlu pekerjaan," jawab Malisa.


Maya Rania membulat sempurna. "Oh my god. Malisa, masalah mu cukup rumit. Tapi aku akan bantu kamu. Sekarang apa yang kamu inginkan? Kalau kamu memang butuh pekerjaan di warung tante ku saat ini butuh karyawan di warungnya. Apakah kamu bersedia? Yah, memang jauh dari kantoran. Hanya sebagai karyawan untuk bantu-bantu. Karena di kantor kita kamu sudah di black list. Bahkan aku juga mendengar kalau kamu juga di black list di beberapa perusahaan di sini," jelas Rania.


Malisa makin terkejut saja. Baru saja ia meninggalkan kota tapi ternyata banyak sekali yang tidak ia ketahui di sana. "Kamu serius, Rania?" tanyanya tak percaya. Bahkan sejauh itu. Lalu siapa yang melakukan hal itu?

__ADS_1


__ADS_2