Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Curhat kepada Dokter Dimas


__ADS_3

Dokter Dimas melihat bagaimana perempuan itu begitu sangat senang saat menggendong sang buah hati. Bahkan sepertinya Malisa tidak pernah memikirkan tentang dirinya sendiri yang ia pikirkan hanyalah tentang sang putri saja. Dokter Dimas sebenarnya ingin mengatakan bahwa Katy tidak perlu diberikan asi karena bahkan Asi dari Malisa, tidak bisa keluar karena efek dari kekurangan gizi dan juga dirinya terlihat dari bagaimana tubuh Malisa sangat kurus.


Bahkan seperti sedang stres berat namun, Dokter Dimas tidak bisa mengatakan begitu saja pada perempuan di hadapannya karena ia takut hanya akan menambah beban berat di atas punggung dan wanita tersebut.


Apalagi ia tahu betul bagaimana Malisa bukanlah perempuan yang akan meminta tolong saat dirinya kesusahan bahkan saat ini saja jika waktu itu ia tidak berada di rumah mungkin saja Malisa tidak akan dibawa ke rumah sakit bahkan saat itu Dokter Dimas melihat bagaimana tindakan sang suami yang masa bodoh dan juga tidak begitu peduli membuat Dokter Dimas masih cukup menyimpan dendam pada sang suami.


Dokter Dimas tahu bahwa Malisa ingin sekali menyusui sang anak tetapi dokter Dimas juga ingin mengatakan hal sebenarnya bahwa asi dari Malisa tidak akan keluar karena tubuhnya yang begitu lemah.


Dimas tahu pasti itu malah bisa membuat hati wanita di hadapannya terluka dan berpikiran begitu banyak hal tentang asupan gizi sang putri tetapi ia juga tidak bisa menyimpan nyaman dengan begitu lama karena ia tahu bahwa ini semua juga harus diketahui oleh Malisa dengan perlahan dokter Dimas kemudian mengeluarkan suara.


"Malisa, kamu makan dulu ya. Ada hal yang ingin saya katakan sebelum itu kamu harus makan dulu"


"Setelah makan, saya bisa memberikan asi bagi Katy kan dok?"


"Makan dulu, ya, Malisa.


Seorang perawat kemudian masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah nampan yang masih ditutup dan saat itu juga dokter Dimas kemudian menggeser sebuah tempat beroda dimana digunakan untuk menaruh nampan berisi makanan itu.


Karena Malisa a belum bisa bangkit dari atas pemberian Malisa hanya bisa duduk sedikit saja dan kemudian membuka makanan yang ada di hadapannya.


Saat dibuka aroma makanan yang bagi sebagian orang mungkin adalah hal yang biasa tetapi bagi Malisa adalah sebuah makanan yang istimewa bahkan Malisa kemudian segera mengambil sendok dan mencoba sup yang didapatnya. Dokter Dimas masih mengatakan bahwa Malisa bisa makan dengan perlahan karena Katy belum waktunya untuk minum asi.


Tetapi dalam pikiran Malisa dirinya hanya ingin cepat makan dan ingin segera menyusui sang buah hati karena, entah sudah berapa lama ia terbaring di rumah sakit. Dan ia tidak ingat bagaimana bisa ia berada di tempat ini.

__ADS_1


memang di rumah ia jarang sekali bisa makan dengan tenang. bahkan, suaminya doni sering membanting piring ataupun membuang semua makanan dan tidak menghargai dirinya. Melissa tahu iya bisa saja cerita kepada dokter di hadapannya tentang perlakuan yang dilakukan oleh sang suami tetapi itu sama saja dengan menghancurkan rumah tangga dirinya yang tidak ingin bahwa air sang suami bisa tersebar dan kemudian rumah tangganya bisa hancur.


Malisa kemudian sudah selesai makan setelah perawat membereskan perlengkapan makan dan juga piring yang telah kosong, Malisa segera kembali berbaring dan kemudian iya meminta anaknya dari sang dokter karena tadi saat makannya menitipkan Katy kepada dokter Dimas.


"Kamu mau ngapain Malisa?"


"Mau menyusui Katy dok, kasihan dia pasti lapar"


"Begini Malisa, ada hal yang harus saya katakan dan kamu harus tahu"


"Iya dok, dokter bisa bicarakan sambil saya menyusui anak saya. Saya sudah makan tadi, saya sudah cukup punya tenaga untuk menyusui anak saya kan dok? Berikan Katy dok, kasihan dia"


Dokter Dimas merasa tidak usah mengatakan semuanya tentang semua kenyataan diri wanita di hadapannya. Tetapi ia tidak bisa merahasiakannya lebih lama lagi bahkan hasil laboratorium sudah keluar dan mengatakan bahwa wanita di hadapannya ini begitu banyak kekurangan gizi bahkan dia tidak bisa membiarkan Malisa terus memberikan asi yang sama sekali tidak ada gizi bagi anak dalam gendongannya itu.


Dari suara yang merendah kini suara Malisa sudah berubah dan semakin meninggi.


"Begini Malisa, Katy sudah saya berikan Sofur dan kamu tidak bisa memberikan Asi lagi pada Katy"


"Kenapa?! Apa yang menjadi masalah? Saya sudah makan, dan saya kuat sekarang. Kenapa Katy harus mendapatkan Sofur jika dia bisa minum asi dariku saya? Berikan Katy"


Melissa tentu tidak mengerti ia bisa memberikan asi pada anaknya tetapi mengapa sang dokter mengatakan bahwa Katy sudah diberi sofur.


"Malisa, Asi kamu tidak akan keluar dan kamu jelas tidak bisa menyusui Katy"

__ADS_1


"Tidak, dok. Saya bisa menyusui Katy.”


Dokter Dimas tidak mau berdebat lebih panjang dengan wanita di hadapannya sehingga kemudian, menyerahkan anak dalam gendongan itu kepada yang lebih berhak yaitu Malisa. Dokter Dimas hanya bisa memperhatikan bagaimana Malisa mengangkat bajunya dan kemudian berusaha untuk menyusui sang anak tetapi as itu tidak pernah keluar bahkan Malisa bersih apa ya untuk memencet dan juga sedikit marah sudah ada miliknya tetapi tidak ada satu tetes asi yang keluar.


"Ini kenapa? Kenapa tidak keluar sama sekali?! Tenang ya nak, sedikit lagi kamu akan bisa tertidur dengan asi dari mama"


Malisa berusaha untuk menenangkan dirinya dan terkejut bukan main bagaimana bisa asi tidak keluar saat itu. Dokter Dimas yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan menunggu Malisa untuk menyerah dan saat itulah ia akan menjelaskan semuanya.


Hingga 1 jam berlalu dan beruntung Katy tidak terlalu banyak menangis hanya mengerang kesakitan karena dipaksa untuk menghisap ****** milik Malisa.


Lambat laun akhirnya Malisa menyerah dan hanya bisa terbaring dengan pasrah dan sembari menatap kearah dokter Dimas dia kemudian bertanya


"Saya kenapa dok? Tolong jelaskan"


Dokter Dimas kemudian mengambil posisi duduk kembali seperti tadi dan kamu dan menarik nafas panjang setelah itu ya kemudian berkata


"Kamu harus banyak-banyak istirahat Malisa, dari hasil uji laboratorium yang saya dapat kamu sangat kekurangan gizi dan juga kamu seperti akan terserang banyak penyakit karena pola makanmu yang tidak teratur. Sekarang, ceritakan mengapa sampai kamu bisa menjadi sekurus ini dan begitu lemah seperti ini. Apapun itu, saya ingin tahu semuanya Malisa."


Malisa tampak ragu iya tidak mungkin menceritakan tentang apa yang terjadi dalam rumah tangganya tetapi yang ada dalam pikirannya adalah saya ingin tahu apa yang bisa dilakukan agar asinya bisa keluar kembali.


Hingga beberapa menit kemudian Malisa menarik nafas panjang dan berusaha untuk menceritakan yang terjadi selama ini di rumah.


"Suami saya Doni, tidak menghargai saya dan saya tidak bisa makan dengan tenang dirumah dok. Saya jarang makan makanan dengan baik, bahkan saya beristirahat dengan waktu yang cukup tidak stabil. Harus terbangun untuk menyusui Katy bahkan pernah tanpa makan sebulir nasi pun. Hal itu membuat saya menjadi seperti ini. Saya, mencoba untuk bertahan karena saya punya Katy dok, jika saya mati bagaimana Katy akan tinggal bersama mas Doni?"

__ADS_1


__ADS_2